- Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan senilai Rp9,79 triliun di Aceh, Jawa Tengah, Bali, dan NTB.
- Pembangunan bendungan yang dilakukan sejak tahun 2015 hingga 2025 ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air nasional.
- Infrastruktur tersebut berfungsi mengairi 39.540 hektare lahan pertanian, menyediakan air baku, serta menjadi sistem pengendalian banjir bagi masyarakat.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan yang dibangun dengan total investasi mencapai Rp9,79 triliun.
Infrastruktur yang tersebar di Aceh, Jawa Tengah, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu diproyeksikan menjadi penopang ketahanan pangan, penyediaan air baku, pengendalian banjir, hingga energi nasional.
Peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, NTB, pada Jumat (11/7/2026), sekaligus menandai beroperasinya empat bendungan lainnya di berbagai daerah.
Kelima bendungan yang diresmikan meliputi:
- Bendungan Meninting di Lombok Barat, NTB, dengan kapasitas tampung 9,91 juta meter kubik dan luas genangan 46,16 hektare.
- Bendungan Keureuto di Aceh Utara, Aceh, berkapasitas 215,94 juta meter kubik dengan luas genangan 896,39 hektare.
- Bendungan Rukoh di Pidie, Aceh, berkapasitas 128,65 juta meter kubik dan luas genangan 700 hektare.
- Bendungan Jlantah di Karanganyar, Jawa Tengah, berkapasitas 10,97 juta meter kubik dengan luas genangan 50 hektare.
- Bendungan Sidan di Gianyar, Bali, berkapasitas 5,76 juta meter kubik dengan luas genangan 37,15 hektare.
![Presiden Prabowo Subianto (tengah) memberi sambutan saat meresmikan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/bar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/10/99615-presiden-prabowo-resmikan-bendungan-meninting-di-lombok-prabowo-subianto.jpg)
Secara keseluruhan, lima bendungan tersebut dirancang memiliki empat fungsi utama, yakni mengairi lahan pertanian seluas 39.540 hektare, menyediakan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik, mengendalikan banjir di wilayah hilir, serta mendukung penyediaan energi.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan seluruh bendungan tersebut dibangun dalam kurun waktu 2015 hingga 2025.
Menurut Dody, proyek tersebut bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, melainkan menjadi fondasi penting bagi kemandirian bangsa.
“Melalui lima bendungan ini, Bapak, Bapak telah mendorong kemandirian bangsa dalam mendukung Asta Cita Bapak, khususnya terkait dengan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air,” kata Dody.
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan rasa syukur karena dapat meresmikan bendungan-bendungan tersebut. Namun, ia menegaskan keberhasilan pembangunan itu merupakan hasil kerja panjang lintas pemerintahan.
“Saya bersyukur bendungan ini bisa saya yang resmikan. Tetapi pendahulu-pendahulu saya semua berjasa. Saya selalu ingatkan seluruh bangsa, berpikirlah untuk bangsa, berpikirlah untuk rakyat, berpikirlah untuk kebaikan semua. Berpikirlah untuk seluruh keluarga besar, seluruh rakyat Indonesia,” ucap Prabowo.