Echa Waode Tuntut Natalius Pigai Jamin Hak LGBT: Negara Jangan Diam Lihat Rakyat Dipersekusi!

Muhamad Yasir, Lilis Varwati

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:15 WIB
Echa Waode Tuntut Natalius Pigai Jamin Hak LGBT: Negara Jangan Diam Lihat Rakyat Dipersekusi!
Menteri HAM Natalius Pigai (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto).
baca 10 detik
  • Aktivis Echa Waode mendesak Menteri HAM Natalius Pigai menindak kekerasan terhadap kelompok LGBT.
  • Arus Pelangi mencatat 141 kasus kekerasan terhadap kelompok LGBT sepanjang periode tahun 2024 hingga 2025 di Indonesia.
  • Pemberlakuan Perpres Nomor 111 Tahun 2025 dikhawatirkan melegitimasi stigma serta tindakan diskriminasi terhadap komunitas LGBT sebagai ancaman.

Suara.com - Aktivis Arus Pelangi, Echa Waode, mendesak Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai segera mengambil langkah konkret menyikapi maraknya kekerasan dan persekusi terhadap kelompok LGBT.

Menurutnya, negara tidak boleh membiarkan kelompok rentan terus menjadi sasaran kekerasan tanpa perlindungan.

"Aku menuntut Kementerian HAM tentunya, Bang Pigai, untuk statement dan memenuhi hak asas manusia kelompok rentan, khususnya kawan-kawan LGBT, untuk tidak lagi masyarakat melakukan tindakan kekerasan. Kalau udah nggak suka sama LGBT, yaudah nggak suka aja. Bukan berarti harus melakukan kekerasan," kata Echa dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (19/7/2026).

Echa menilai pemerintah seharusnya fokus menyelesaikan persoalan yang menjadi tanggung jawab negara, bukan membiarkan isu moralitas dan agama berkembang menjadi alasan untuk melakukan persekusi terhadap kelompok LGBT.

Ia bahkan menilai situasi yang terjadi saat ini bukan sekadar pengalihan isu, melainkan telah mengarah pada pola kekerasan yang sistematis terhadap kelompok rentan.

"Menurutku ini bukan lagi pengalihan isu, tapi ini kekerasan yang tersistematis yang dibuat oleh negara. Dan pada akhirnya mengancam keselamatan dan keamanan kawan-kawan komunitas," katanya.

Echa juga mempertanyakan minimnya respons pemerintah terhadap berbagai aksi kekerasan yang menimpa kelompok LGBT.

"Ini cukup disayangkan. Kemana kementerian HAM, kemana aparatur negara, kenapa mereka tidak bergerak ketika melihat ada rakyat yang tidak terpenuhi haknya justru dikriminalisasi oleh negara itu sendiri?" tuturnya.

Transpuan saat ikut memperingati hari perempuan internasional di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakpus.(Suara.com/Ummi HS)
Transpuan saat ikut memperingati hari perempuan internasional di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat.(Suara.com/Ummi HS)

Dalam kesempatan yang sama, Arus Pelangi memaparkan data yang mereka himpun terkait kekerasan terhadap kelompok LGBT. Organisasi tersebut mencatat terdapat 141 korban sepanjang periode 2024-2025, dengan 28 kasus terjadi pada 2024.

baca juga

Echa juga mengkritik dimasukkannya klausul "penyebaran budaya Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Queer (LGBTQ)" sebagai kategori ancaman negara nonmiliter dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara 2025-2029.

Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi memperkuat stigma sekaligus menjadi legitimasi bagi tindakan kekerasan terhadap kelompok LGBT.

"Dengan adanya Perpres ini, ini semakin menguatkan legitimasi kekerasan berbasis gender terhadap kawan-kawan komunitas. Jadi kekerasan ini berbasis massal ketika negara secara resmi mendefinisikan sebuah kelompok ataupun warga sebagai ancaman non-militer," ungkap Echa.

Ia menilai pelabelan suatu kelompok sebagai ancaman nonmiliter berisiko memperkuat anggapan di masyarakat bahwa kelompok LGBT merupakan ancaman, sehingga membuka ruang pembenaran terhadap tindakan diskriminasi maupun kekerasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Kutuk Aksi 'Boti Hunter', Negara Didesak Lindungi Martabat dan Hak Aman Komunitas Trans

'Kutuk Aksi 'Boti Hunter', Negara Didesak Lindungi Martabat dan Hak Aman Komunitas Trans

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 17:10 WIB

'Itu Hoaks!' Pigai Tepis Isu Minta Warga Belanja Rp1 Juta di Koperasi Merah Putih

'Itu Hoaks!' Pigai Tepis Isu Minta Warga Belanja Rp1 Juta di Koperasi Merah Putih

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 13:46 WIB

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

Terkini

Pemimpin Arab Sampaikan Duka Cita Atas Tragedi KMP Virgo Transport 8

Pemimpin Arab Sampaikan Duka Cita Atas Tragedi KMP Virgo Transport 8

News | Senin, 28 September 2026 | 10:30 WIB

Mau Ikut Fun Run 5K? Ini 5 Rekomendasi Sepatu Lari Nyaman dari Lokal Sampai Global

Mau Ikut Fun Run 5K? Ini 5 Rekomendasi Sepatu Lari Nyaman dari Lokal Sampai Global

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:29 WIB

Rebutan Lahan Parkir Berujung Bentrok di Garut, Satu Orang Terkena Sajam

Rebutan Lahan Parkir Berujung Bentrok di Garut, Satu Orang Terkena Sajam

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 10:25 WIB

Enam Lokasi Pasar Murah di Pekanbaru Periode Sepekan ke Depan

Enam Lokasi Pasar Murah di Pekanbaru Periode Sepekan ke Depan

Riau | Senin, 28 September 2026 | 10:23 WIB

Tak Takut Atmosfer GBK, Pelatih Malaysia Kenang Pernah Bikin Timnas Indonesia Terluka

Tak Takut Atmosfer GBK, Pelatih Malaysia Kenang Pernah Bikin Timnas Indonesia Terluka

Bola | Senin, 28 September 2026 | 10:22 WIB

Cari Serum Wardah untuk Samarkan Kerutan? Ini Pilihannya, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Cari Serum Wardah untuk Samarkan Kerutan? Ini Pilihannya, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:20 WIB

Hamzah Batik Malioboro Terbakar Lagi Setelah 2004, Ini Sejarahnya dengan Sosok Raminten dan Mirota

Hamzah Batik Malioboro Terbakar Lagi Setelah 2004, Ini Sejarahnya dengan Sosok Raminten dan Mirota

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:19 WIB

Pasar Kripto Memerah, CFX10 Turun ke Level 1.005

Pasar Kripto Memerah, CFX10 Turun ke Level 1.005

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:13 WIB

Apa Perbedaan Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:10 WIB

Timnas Indonesia Diberi Peringakatan Keras Jelang Hadapi Malaysia: Tak Boleh Lagi Monoton!

Timnas Indonesia Diberi Peringakatan Keras Jelang Hadapi Malaysia: Tak Boleh Lagi Monoton!

Bola | Senin, 28 September 2026 | 10:09 WIB

×