Kata-kata Kemlu soal WNI Disekap di Myanmar

Pebriansyah Ariefana

Senin, 20 Juli 2026 | 15:16 WIB
Kata-kata Kemlu soal WNI Disekap di Myanmar
Ilustrasi penyekapan dan budak seks. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Kemlu RI mengupayakan pembebasan dua WNI perempuan yang menjadi korban penyanderaan di Myanmar.

  • KBRI Yangon telah mengirimkan nota diplomatik ke Myanmar untuk melacak posisi korban AE dan S.

  • Kasus ini menjadi peringatan keras akan tingginya risiko lowongan kerja non-prosedural di Asia Tenggara.

Suara.com - Pemerintah Indonesia bergerak cepat merespons ancaman keselamatan yang menimpa warganya di luar negeri. Upaya pembebasan terus dipacu demi menyelamatkan 2 perempuan asal Indonesia yang kini disekap di wilayah konflik.

KBRI Yangon langsung mengambil langkah taktis tak lama setelah laporan penyekapan tersebut diterima. Otoritas diplomatik di Myanmar kini memprioritaskan keselamatan kedua korban agar bisa segera dievakuasi.

Negosiasi dan pelacakan posisi korban menjadi fokus utama dalam operasi penyelamatan ini. Jalur komunikasi dengan pemangku kepentingan setempat terus dibuka secara intensif demi mempercepat proses pembebasan.

Pemerintah bergerak cepat mengirimkan dokumen resmi begitu laporan awal diterima pertengahan bulan ini. Surat resmi tersebut memuat identitas lengkap para korban sebagai dasar tindakan hukum di lapangan.

“Sebagai tindak lanjut, pada 16 Juli, KBRI Yangon telah menyampaikan nota diplomatik kepada Kemlu Myanmar guna meminta bantuan penelusuran dan konfirmasi keberadaan kedua WNI,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah merespons pertanyaan wartawan secara tertulis di Jakarta, Senin.

Petunjuk awal mengenai keberadaan korban berinisial AE dan S kini sudah mulai menemui titik terang. Komplotan penculik dilaporkan meminta uang dalam jumlah besar sebagai syarat pembebasan korban.

Rencana evakuasi darurat tengah disusun dengan melibatkan berbagai jaringan keamanan di wilayah setempat. Pemerintah tidak ingin gegabah dan memastikan setiap langkah terukur demi keselamatan nyawa korban.

“Kemlu RI akan terus berkoordinasi dengan otoritas Myanmar dan kementerian atau lembaga terkait di Indonesia sepanjang proses berjalan,” ucap Heni.

Pihak keluarga di tanah air juga terus dilibatkan dalam proses pembaruan informasi secara berkala. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat data intelijen untuk melacak posisi riil kedua perempuan tersebut.

baca juga

Kasus memilukan ini menjadi alarm keras mengenai ancaman nyata yang mengintai para pekerja migran. Wilayah Asia Tenggara kini menjadi titik rawan bagi peredaran sindikat kriminal lintas negara.

Fenomena ini membuktikan bahwa jalur keberangkatan informal sangat rentan berujung pada tindak pidana perdagangan orang. Sektor kejahatan digital kini menjadi perangkap baru yang menyasar pencari kerja asal Indonesia.

Masyarakat diminta untuk lebih jeli dan tidak mudah percaya dengan iming-iming pendapatan yang tidak masuk akal. Modus penipuan berkedok lowongan kerja luar negeri kini semakin marak dan berbahaya.

Kasus penyanderaan ini mencuat ke publik setelah rekaman visual yang memperlihatkan kondisi mengenaskan kedua korban beredar luas di media sosial. Dalam tayangan tersebut, kedua korban tampak terikat dan memohon bantuan untuk segera dievakuasi karena nyawa mereka terancam jika uang tebusan ratusan juta rupiah tidak segera dibayarkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Maut Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, KBRI: Tidak Ada Korban WNI

Kebakaran Maut Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, KBRI: Tidak Ada Korban WNI

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:38 WIB

Viral PMI Asal Cianjur Diduga Disiksa di Libya, Kemlu Ungkap Kondisinya

Viral PMI Asal Cianjur Diduga Disiksa di Libya, Kemlu Ungkap Kondisinya

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:35 WIB

Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung

Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:53 WIB

Terkini

Perluasan Akses Pasar Internasional & Digitalisasi Domestik Kunci Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Perluasan Akses Pasar Internasional & Digitalisasi Domestik Kunci Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Fundamental Ekonomi Terjaga, Manfaat Kian Dirasakan Masyarakat

Fundamental Ekonomi Terjaga, Manfaat Kian Dirasakan Masyarakat

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Polda Jateng Apresiasi Aksi Mahasiswa di Jalan Pahlawan, Massa Diimbau Bubarkan Diri Tertib

Polda Jateng Apresiasi Aksi Mahasiswa di Jalan Pahlawan, Massa Diimbau Bubarkan Diri Tertib

Jawa Tengah | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:26 WIB

Tetap Nyaman Meski Anak Aktif Bergerak, Ini Tips Memilih Activewear untuk Si Kecil

Tetap Nyaman Meski Anak Aktif Bergerak, Ini Tips Memilih Activewear untuk Si Kecil

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:23 WIB

IUP Kristalin Dicabut Demi Antam? Haris Azhar Kritik Klaim Pemulihan Hutan Satgas PKH

IUP Kristalin Dicabut Demi Antam? Haris Azhar Kritik Klaim Pemulihan Hutan Satgas PKH

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:19 WIB

BRI Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham hingga Januari 2027

BRI Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham hingga Januari 2027

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:19 WIB

Potensi Timbulkan Gesekan, Pakar Desak Pengawasan dan Regulasi Ketat Fenomena Botoh Pilkades

Potensi Timbulkan Gesekan, Pakar Desak Pengawasan dan Regulasi Ketat Fenomena Botoh Pilkades

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:14 WIB

WCCE 2026 Buka Cakrawala Pelaku Ekonomi Kreatif ke Tren Pasar Kustomisasi

WCCE 2026 Buka Cakrawala Pelaku Ekonomi Kreatif ke Tren Pasar Kustomisasi

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:12 WIB

LPSK Hitung Restitusi Rp1,07 Triliun untuk 5.102 Korban Kasus Dana Syariah Indonesia

LPSK Hitung Restitusi Rp1,07 Triliun untuk 5.102 Korban Kasus Dana Syariah Indonesia

Jakarta | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Kebakaran di Cengkareng Jakbar, 2 Mobil dan 23 Ekor Hewan Ternak Terdampak Amukan Api

Kebakaran di Cengkareng Jakbar, 2 Mobil dan 23 Ekor Hewan Ternak Terdampak Amukan Api

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:10 WIB

×