Terowongan PLTA Meledak, 9 orang Tewas dan 27 Lainnya Terjebak di Pegunungan Himalaya

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 21 Juli 2026 | 15:58 WIB
Terowongan PLTA Meledak, 9 orang Tewas dan 27 Lainnya Terjebak di Pegunungan Himalaya
Ilustrasi ledakan di Sumenep. [Envato Elements]
baca 10 detik
  • Ledakan misterius meruntuhkan terowongan PLTA di Sikkim India dan menewaskan setidaknya sembilan pekerja.

  • Tim penyelamat terkendala gas metana beracun saat berusaha membebaskan sekitar 15 pekerja yang terperangkap.

  • Bencana ini kembali menegaskan besarnya risiko keselamatan pembangunan proyek infrastruktur masif di Pegunungan Himalaya.

Suara.com - Ledakan mematikan kembali melanda proyek infrastruktur besar di wilayah pegunungan rentan India. Tragedi kali ini menimpa pengerjaan pembangkit listrik tenaga air di area terpencil Himalaya.

Ledakan misterius meruntuhkan terowongan proyek PLTA Sungai Teesta di Negara Bagian Sikkim pada Senin lalu. Insiden mendadak tersebut langsung menimbun belasan pekerja yang sedang bertugas di dalam tanah.

Sembilan jasad pekerja berhasil dievakuasi dari reruntuhan hingga Selasa ini. Sementara itu, tim penyelamat masih berpacu dengan waktu untuk membebaskan belasan korban lain yang terperangkap.

Kabut tebal memadati celah lembah di antara tebing batu dan puncak bersalju di sepanjang jalur pendakian menuju Annapurna Base Camp, Nepal, Jumat (29/5/2026). [Suara.com/Rizka Chaerani]
Kabut tebal memadati celah lembah di antara tebing batu dan puncak bersalju di sepanjang jalur pendakian menuju Annapurna Base Camp, Nepal, Jumat (29/5/2026). [Suara.com/Rizka Chaerani]

"Kami memperkirakan sekitar 25-27 orang terjebak," kata Rajiv Roka, Direktur Otoritas Manajemen Bencana Negara Bagian Sikkim, kepada AFP.

"Sembilan jenazah telah ditemukan."

Picu ledakan hebat di dalam terowongan tersebut sejauh ini belum bisa dipastikan oleh otoritas setempat. Meski demikian, guyuran hujan deras akibat musim monsun terus mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.

"Kami tidak yakin apa yang menyebabkan ledakan itu karena terjadi jauh di dalam terowongan," ujar Roka sembari menambahkan bahwa "kemungkinan besar itu adalah kejadian alami."

Upaya penyelamatan berjalan sangat berat akibat paparan gas metana beracun yang keluar dari rekahan batuan bawah tanah. Otoritas menegaskan hanya personel berperlengkapan oksigen khusus yang diizinkan menerobos masuk ke area berbahaya tersebut.

"Operasi penyelamatan agresif sedang berlangsung tetapi masalahnya adalah ada banyak gas di sana," kata Roka.

baca juga

Pemerintah daerah akhirnya menerbangkan tim ahli khusus kecelakaan tambang untuk mempercepat proses evakuasi. Langkah darurat ini diambil demi menembus pekatnya gas beracun dan menyelamatkan pekerja yang bertahan hidup.

Kecelakaan kerja pada proyek infrastruktur skala besar memang tergolong sering melanda wilayah India. Namun, para ahli lingkungan menyoroti pembangunan masif yang tidak terkendali sebagai pemicu utama makin kerapnya bencana di kawasan rentan Himalaya.

Tragedi Sikkim ini memperpanjang catatan kelam proyek terowongan di pegunungan tertinggi dunia tersebut. Kasus serupa pernah menyita perhatian publik pada tahun 2023 di Negara Bagian Uttarakhand.

Kala itu, sebanyak 41 pekerja sempat terjebak selama 17 hari di bawah reruntuhan terowongan jalan sebelum akhirnya berhasil diselamatkan. Rentetan peristiwa ini kian mempertegas besarnya risiko keselamatan dalam pembangunan infrastruktur di kawasan Himalaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendemo Partai Rakyat Kecoa Gen Z Habis-habisan Dipukuli Polisi India

Pendemo Partai Rakyat Kecoa Gen Z Habis-habisan Dipukuli Polisi India

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:02 WIB

Gen Z dari Partai Rakyat Kecoa Demo Besar, Capek Susah Cari Kerja, Frustasi dengan Pemerintah India

Gen Z dari Partai Rakyat Kecoa Demo Besar, Capek Susah Cari Kerja, Frustasi dengan Pemerintah India

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:30 WIB

Ledakan Guncang Grand Polonia Medan, Lima Rumah Alami Kerusakan

Ledakan Guncang Grand Polonia Medan, Lima Rumah Alami Kerusakan

Foto | Selasa, 21 Juli 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:34 WIB

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:14 WIB

×