Jatim Media Summit 2026: Menkraf Sebut Jatim Punya Modal Jadi Lokomotif Ekonomi Kreatif Nasional

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52 WIB
Jatim Media Summit 2026: Menkraf Sebut Jatim Punya Modal Jadi Lokomotif Ekonomi Kreatif Nasional
Menkraf Teuku Riefky, Sekda Jatim Adhi Karyono, Pimred Suara.com Suwarjono dan CEO Beritajatim.com, saat pembukaan Jatim Media Summit 2026. (Foto : Dimas Angga)
baca 10 detik
  • Menkraf Teuku Riefky Harsya menyatakan Jawa Timur berpotensi menjadi lokomotif ekonomi kreatif nasional saat membuka Jatim Media Summit 2026 di Surabaya pada Kamis (30/7/2026).
  • Pemerintah menyiapkan regulasi berupa Peraturan Presiden mengenai peta jalan dan etika kecerdasan buatan untuk melindungi serta mendukung kreativitas lokal dalam satu hingga dua bulan ke depan.
  • Jatim Media Summit 2026 mempertemukan pemerintah, media, dan pelaku industri guna memperkuat kolaborasi lintas sektor agar produk kreatif menembus pasar global.

Suara.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menkraf) RI Teuku Riefky Harsya menegaskan Jawa Timur memiliki modal kuat untuk menjadi lokomotif ekonomi kreatif nasional. Mulai dari sektor fesyen, kuliner, kriya, hingga industri gim, film, musik, dan aplikasi digital dinilai terus menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan.

Pernyataan itu disampaikan Teuku Riefky saat membuka Jatim Media Summit 2026, Kamis (30/7/2026), bersama Pemimpin Redaksi Suara.com Suwarjono dan CEO Beritajatim.com Dwi Eko Lokononto di Surabaya.

Menurut Teuku Riefky, potensi besar tersebut harus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku industri kreatif, dan media agar mampu melahirkan lebih banyak merek lokal yang berdaya saing global.

"Jawa Timur sudah luar biasa. Banyak local hero dan local brand yang tidak hanya bisa naik ke tingkat nasional, tetapi juga menembus pasar regional hingga global," ujarnya.

Ia menilai tantangan terbesar saat ini bukan lagi sekadar menghasilkan karya, melainkan membangun ekosistem yang mampu mengembangkan talenta, memperkuat riset berbasis data, melindungi hak kekayaan intelektual (HKI), hingga mengomersialisasikan karya kreatif agar memiliki nilai ekonomi.

Menurutnya, kekayaan intelektual yang telah didaftarkan harus mampu menjadi aset ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh pendanaan dari perbankan maupun investor sehingga industri kreatif semakin berkelanjutan.

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Teuku Riefky memastikan pemerintah tengah menyiapkan regulasi nasional agar teknologi tersebut menjadi pendukung kreativitas, bukan pengganti para kreator.

Pemerintah, kata dia, sedang merampungkan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan AI serta Peraturan Presiden mengenai Etika AI yang ditargetkan terbit dalam satu hingga dua bulan ke depan.

"AI jangan menggantikan kreator, tetapi harus memberikan nilai tambah bagi kreativitas anak bangsa. Penyusunan regulasi ini juga melibatkan kementerian, pemerintah daerah, ekosistem industri hingga media," tegasnya.

baca juga

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Suara.com Suwarjono menilai industri media kini menghadapi perubahan fundamental. Media, katanya, tidak lagi bisa bertumpu pada bisnis pemberitaan semata.

"Meja kita sudah tidak lagi menjual berita. Media harus bergerak menjadi sebuah ekosistem baru yang mengintegrasikan berbagai platform dan kreativitas multimedia," katanya.

Ia optimistis media-media di Jawa Timur memiliki peluang besar menjadi pelopor transformasi media digital yang lebih inovatif dan kreatif.

Senada dengan itu, CEO Beritajatim.com Dwi Eko Lokononto menyebut Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan ekosistem ekonomi kreatif paling kuat di Indonesia. Kehadiran berbagai kabupaten dan kota kreatif menjadi bukti bahwa daerah ini memiliki fondasi yang kokoh untuk terus berkembang.

"Kami memang ingin Pak Menteri hadir langsung ke sini karena media di Jawa Timur tumbuh di tanah yang subur untuk melahirkan kreativitas dan kolaborasi. Jawa Timur bukan hanya unggul dalam kreativitas, tetapi juga memiliki semangat kebersamaan yang luar biasa," ujar pria yang akrab disapa Luki.

Jatim Media Summit 2026 menjadi momentum mempertemukan pemerintah, media, pelaku industri, dan komunitas kreatif untuk memperkuat sinergi menghadapi era digital. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar Jawa Timur tidak hanya menjadi pusat kreativitas nasional, tetapi juga mampu melahirkan produk dan karya yang kompetitif di pasar global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jatim Media Summit 2026, Pemprov Jatim Sebut Media Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif Daerah

Jatim Media Summit 2026, Pemprov Jatim Sebut Media Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif Daerah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:27 WIB

Perkuat Komunikasi Publik di Era AI, Pemprov Jatim Gelar Bimtek Pengelolaan Medsos dan Situs Pemda

Perkuat Komunikasi Publik di Era AI, Pemprov Jatim Gelar Bimtek Pengelolaan Medsos dan Situs Pemda

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:27 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

Terkini

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:17 WIB

Pacuan Kuda Indonesia Naik Kelas, IHR 2026 Bidik Panggung Internasional

Pacuan Kuda Indonesia Naik Kelas, IHR 2026 Bidik Panggung Internasional

Sport | Senin, 07 September 2026 | 22:16 WIB

Dugaan Gratifikasi, Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Diduga Terima Pajero dan Mercy

Dugaan Gratifikasi, Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Diduga Terima Pajero dan Mercy

News | Senin, 07 September 2026 | 22:12 WIB

Raja Juli Belum Diperiksa KPK soal Amplop dari Bupati Kuansing, Ini Alasannya

Raja Juli Belum Diperiksa KPK soal Amplop dari Bupati Kuansing, Ini Alasannya

News | Senin, 07 September 2026 | 22:04 WIB

Pasokan Air Jakarta Dipastikan Tidak Terdampak Abu Vulkanik

Pasokan Air Jakarta Dipastikan Tidak Terdampak Abu Vulkanik

News | Senin, 07 September 2026 | 21:58 WIB

City Run di Surabaya, Menyusuri Rute Bersejarah Hingga Meracik Parfum

City Run di Surabaya, Menyusuri Rute Bersejarah Hingga Meracik Parfum

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 21:56 WIB

HAARP Disebut Bisa Picu Gempa dan Gunung Meletus, Ini Fakta Ilmiah yang Membantahnya

HAARP Disebut Bisa Picu Gempa dan Gunung Meletus, Ini Fakta Ilmiah yang Membantahnya

News | Senin, 07 September 2026 | 21:54 WIB

Prabowo Minta Semua Penduduk Punya Rekening Koran, Ini Alasannya

Prabowo Minta Semua Penduduk Punya Rekening Koran, Ini Alasannya

News | Senin, 07 September 2026 | 21:53 WIB

×