Kejagung Tolak Komentar dan Serahkan Kasus Kematian Tak Wajar Sutrimo ke Polisi

Muhamad Yasir

Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:58 WIB
Kejagung Tolak Komentar dan Serahkan Kasus Kematian Tak Wajar Sutrimo ke Polisi
Karumga mantan Jampidsus Febrie Adriansyah ditemukan meninggal dengan mulut berbusa. [Instagram]
baca 10 detik
  • Kejaksaan Agung menolak berkomentar dan menyerahkan penyelidikan kematian Sutrimo sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
  • Polda Metro Jaya menyelidiki kematian Sutrimo yang ditemukan tidak sadarkan diri di Jakarta Selatan.
  • Keluarga korban menolak membuat laporan resmi kepolisian meski polisi menyelidiki kasus kematian tersebut.

Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) menolak berkomentar terkait kematian tak wajar Sutrimo, Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Mereka menyerahkan penanganan perkara tersebut sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

Sikap itu disampaikan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) sekaligus Ketua Tim 9, Rudi Margono, saat dimintai tanggapan mengenai kasus kematian Sutrimo yang hingga kini masih diselidiki Polda Metro Jaya.

“Kami mohon maaf, kami tidak menangani masalah tersebut,” kata Rudi kepada wartawan, Kamis (30/7/2026) malam.

Rudi menegaskan, karena perkara tersebut bukan ditangani Kejaksaan Agung, pihaknya tidak akan memberikan penjelasan lebih jauh, termasuk terkait isu yang berkembang mengenai hubungan korban dengan Febri.

“Sehingga kita tidak memberikan komentar,” katanya.

Rumah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. (Suara.com)
Rumah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. (Suara.com)

Keluarga Tolak Lapor Polisi

Hingga kekinian, upaya kepolisian mengungkap penyebab kematian Sutrimo belum mendapat dukungan penuh dari pihak keluarga.

Belasan anggota Polres Banyumas sempat mendatangi Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Jawa Tengah, untuk meminta keterangan dan mendorong pelaporan resmi, keluarga korban tetap memilih tidak menempuh jalur hukum.

Kepala Desa Wlahar, Narsim, mengatakan polisi datang ke kantor desa pada Selasa (28/7/2026) dan meminta perangkat desa menghadirkan keluarga korban. Yang memenuhi panggilan saat itu adalah adik kandung Sutrimo bersama suaminya.

baca juga

Menurut Narsim, polisi hanya meminta klarifikasi serta mengimbau keluarga membuat laporan agar penyebab kematian Sutrimo dapat diusut secara menyeluruh. Namun, keluarga tetap memilih mengikhlaskan kepergian korban dan menolak membuat laporan resmi.

Menurutnya, pemerintah desa juga telah berulang kali meyakinkan keluarga agar menggunakan haknya melapor demi menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat.

Rangkain Kejanggalan

Kasus kematian Sutrimo juga diwarnai sejumlah kejanggalan. Salah satunya proses pemulangan jenazah yang dinilai perangkat desa tidak biasa.

Narsim menyebut ambulans pengantar jenazah Sutrimo tiba terlambat di Desa Wlahar pada Kamis (23/7/2026) malam.

Rombongan pengantar yang terdiri dari empat orang juga tidak menjelaskan identitas maupun instansi asal, sebagian dari mereka hanya mengaku sebagai "keamanan Jakarta".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Datang Pakai 7 Mobil, Keluarga Sutrimo Tetap Bungkam dan Tak Mau Lapor

Polisi Datang Pakai 7 Mobil, Keluarga Sutrimo Tetap Bungkam dan Tak Mau Lapor

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:20 WIB

Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman

Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman

Liks | Kamis, 30 Juli 2026 | 15:38 WIB

Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo

Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo

Liks | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×