- Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja memberikan penjelasan resmi pada Jumat (31/7/2026) terkait fenomena pemasangan pagar tinggi di berbagai mal.
- Pemasangan pagar di pusat perbelanjaan seperti Mal Kota Kasablanka dilakukan semata-mata untuk menjaga ketertiban serta memperjelas batas area.
- Langkah pengamanan tambahan tersebut juga diterapkan karena lokasi mal yang sering berdekatan dengan titik-titik lokasi unjuk rasa.
Suara.com - Fenomena pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan, termasuk Mal Kota Kasablanka, akhirnya mendapat penjelasan resmi.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja angkat bicara mengenai isu yang belakangan ramai diperbincangkan publik tersebut.
Menurut Alphonzus, pemasangan pagar di pusat perbelanjaan sebenarnya bukan merupakan hal baru.
"Pemasangan pagar di pusat perbelanjaan bukan hal baru. Banyak pusat perbelanjaan yang sejak dibangun telah dilengkapi dengan pagar," ujarnya, Jumat (31/7/2026).
Kalaupun sejumlah pusat perbelanjaan belakangan baru memasang pagar, Alphonzus melihat langkah tersebut cuma bagian dari urusan prosedural.
"Jika sekarang ada beberapa pusat perbelanjaan yang baru mulai memasang pagar, adalah lebih dikarenakan untuk kepentingan ketertiban saja," katanya.
Alphonzus turut menyinggung soal lokasi pusat perbelanjaan yang kerap berdekatan dengan titik unjuk rasa.
"Yang mana juga pengelola memerlukan batas ataupun perimeter yang jelas untuk kepentingan ketertiban," jelasnya.
Dengan penjelasan tersebut, Alphonzus menegaskan bahwa alasan pemasangan pagar lebih kepada aspek ketertiban dan kebutuhan batas area yang jelas.
Penjelasan ini diharapkan dapat meredam ramainya sorotan publik terhadap pagar tinggi yang mulai terpasang di beberapa mal besar, termasuk Mal Kota Kasablanka yang berada di bawah naungan Pakuwon Group.
Sebelumnya, pemasangan pagar lebih dulu dilakukan di empat mal besar Surabaya, yaitu Pakuwon Mall, Tunjungan Plaza, Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall.
Kebijakan tersebut, oleh sebagian warganet, ramai dikaitkan dengan situasi ekonomi dan potensi aksi kerusuhan besar dalam waktu dekat
Belum ada penjelasan resmi dari pihak Pakuwon Group mengenai alasan pemasangan pagar terhadap mal-mal yang mereka kelola.