- PLN UID Jakarta Raya berhasil memulihkan gangguan listrik di Cirendeu pada Senin pagi (3/8/2026).
- PLN meningkatkan stabilitas sistem Jawa dengan tambahan batu bara 1,8 juta ton dari Kementerian ESDM.
- Sistem kelistrikan Jawa ditargetkan mendapat tambahan daya sebesar 4,6 Gigawatt pada tahun 2027 mendatang.
Suara.com - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memastikan bahwa gangguan pasokan listrik yang sempat melanda kawasan Cirendeu dan sekitarnya pada Senin pagi telah berhasil ditangani sepenuhnya. Seluruh aliran listrik ke rumah pelanggan kini telah kembali pulih dan beroperasi secara normal.
Gangguan teknis tersebut sebelumnya bersumber dari jalur suplai Gardu Induk (GI) Gandul yang mengarah ke wilayah Cirendeu sekitar pukul 04.59 WIB.
Begitu sistem mendeteksi adanya kendala pasokan, tim teknis PLN langsung diterjunkan ke lapangan guna mengamankan lokasi serta melakukan penanganan darurat.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, menjelaskan bahwa proses pemulihan awal langsung dieksekusi begitu keamanan teknis terpenuhi.
"PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya menyampaikan bahwa gangguan suplai listrik dari Gardu Induk Gandul ke arah Cirendeu yang terjadi pada pukul 04.59 WIB telah berhasil dipulihkan," ujar Haris di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Haris menuturkan, tim penyelia di lapangan mulai melakukan rekayasa jaringan dan pemulihan bertahap sejak pukul 05.14 WIB. Langkah penanganan terukur tersebut membuat aliran listrik dapat disalurkan kembali secara bertahap hingga akhirnya pulih total.
"Secara bertahap, pasokan listrik kepada seluruh pelanggan kembali normal pada pukul 07.00 WIB," katanya.
Atas ketidaknyamanan yang dialami oleh masyarakat akibat terhentinya pasokan listrik di pagi hari tersebut, pihak PLN menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Bagi pelanggan yang masih merasakan kendala teknis atau gangguan turunan pada fasilitasi kelistrikannya, PLN mengimbau untuk segera melapor melalui saluran resmi.
Masyarakat dapat memanfaatkan layanan pengaduan yang beroperasi 24 jam melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123 agar petugas dapat melakukan pengecekan secara langsung di lokasi pelanggan.
Di sisi lain, manajemen pusat PT PLN (Persero) terus memperketat pengawasan dan memperkuat fondasi keandalan listrik, khususnya di Pulau Jawa. Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen perusahaan untuk mencegah terjadinya pemadaman meluas di masa mendatang.
Darmawan menjelaskan, PLN secara konsisten menjalankan program penguatan keandalan sistem kelistrikan yang telah dirancang sesuai dengan arahan serta kebijakan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Salah satu langkah konkrit yang dieksekusi adalah penjaminan pasokan energi primer. PLN menambah alokasi pasokan batu bara dengan spesifikasi kalori menengah hingga tinggi, yakni di atas 4.500 kalori. Kementerian ESDM telah mengalokasikan alokasi tambahan batu bara sebesar 1,8 juta ton secara on top di luar pasokan rutin harian untuk memperkuat cadangan operasional.
Menurut Darmawan, tambahan alokasi batu bara berkualitas tinggi tersebut terbukti meningkatkan stabilitas dan keandalan sistem pembangkit di Pulau Jawa secara signifikan.
Selain penguatan energi primer, PLN juga menyiapkan proyeksi jangka panjang untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik masyarakat. Pada tahun 2027 mendatang, sistem kelistrikan Jawa ditargetkan mendapat tambahan daya baru sebesar 4,6 Gigawatt (GW).