-
Pilot Malaysia Airlines ditangkap di Bandara Soetta karena mengonsumsi tiga jenis narkoba.
-
Pelaku membawa botol urine bersih untuk mengelabui tes medis mendadak dari otoritas.
-
Petugas menggagalkan aksi tersebut usai mendeteksi koper mencurigakan di Terminal 3.
Suara.com - Aksi nekat pilot Malaysia Airlines Mohd Saufi bin Othman terbongkar saat menerbangkan pesawat dalam kondisi terpengaruh tiga jenis narkoba zat psikotropika. Pria 39 tahun ini kedapatan menyimpan sampel urine steril di dalam tasnya demi lolos dari pemeriksaan mendadak otoritas penerbangan.
Temuan ini menjadi sinyal bahaya serius bagi keselamatan penerbangan internasional yang melintasi wilayah udara Indonesia. Modus membawa sampel urine pribadi sebelum mengonsumsi barang haram menunjukkan tingkat kesengajaan yang sangat matang.
Petugas keamanan Bandara Soekarno-Hatta kini memperketat pengawasan terhadap kru maskapai asing untuk mencegah celah manipulasi serupa. Kasus ini sekaligus membuka tabir praktik kecurangan oknum penerbang yang membahayakan ratusan nyawa penumpang.

Hasil pengujian laboratorium mengonfirmasi keberadaan zat terlarang yang dikonsumsi oleh kapten penerbangan tersebut. Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang menegaskan kondisi tersangka saat mengemudikan burung besi.
"Dari hasil pemeriksaan tes urine, ternyata positif memakai sabu, ineks, dan kokain. Jadi, pada saat terbang itu sedang memakai," kata Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang kepada wartawan.
Upaya mengelabui petugas pemeriksaan sudah disiapkan secara matang oleh sang pilot sebelum mendarat. Humas Bea Cukai Soetta, Satria Yudhatama membeberkan barang bukti yang ditemukan di dalam tas pelaku.
"Berdasarkan informasi dari unit pengawasan bahwa betul ditemukan botol berisi urine, antisipasi yang bersangkutan apabila dilakukan test urine," kata dia.
Cairan steril tersebut rencananya akan ditukarkan jika otoritas bandara menggelar inspeksi keselamatan mendadak. Namun, siasat licik ini gagal total karena petugas lebih dulu mengamankan seluruh barang bawaannya.
Satria menjelaskan detail mengenai isi botol yang disembunyikan di dalam tas penerbang asing tersebut.
"Di dalam tas tersangka Pilot MSO ditemukan botol kecil berisi cairan kuning yang ternyata urine. Dari pengakuan botol tersebut berisi urine 'bersih' sebelum yang bersangkutan mengkonsumsi narkotika. Jadi jika ada tes urine mendadak oleh maskapai atau otoritas penerbangan, akan digunakan yang di botol tersebut," jelasnya.
Penangkapan bermula dari kecurigaan petugas terhadap barang bawaan yang melintasi area pemindaian. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso memaparkan awal mula terendusnya aksi ilegal tersebut.
"Petugas melihat salah satu koper yang mencurigakan, setelah koper tersebut di ambil oleh pemiliknya atas nama Mohd Saufi bin Othman yang merupakan pilot salah satu maskapai penerbangan asing," kata Brigjen Eko Hadi dalam keterangannya, Kamis (30/7).
Pemeriksaan ketat langsung dilakukan di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta. Momen penindakan berlangsung pada Selasa malam sekitar pukul 23.30 WIB ketika situasi penerbangan internasional cukup padat.
Isu penyalahgunaan narkotika di lingkungan penerbangan menjadi sorotan tajam karena menyangkut standar keselamatan penerbangan sipil. Kasus ini menambah deretan penindakan terhadap kru penerbangan yang nekat melanggar regulasi penerbangan internasional.
Otoritas berwenang terus mendalami jaringan penyedia barang haram tersebut serta memastikan prosedur pemeriksaan urine di bandara diterapkan tanpa celah.