Sahroni Usul Bentuk Lembaga Baru, Kelola Aset Sitaan Tak Lagi Tumpang Tindih

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 14:10 WIB
Sahroni Usul Bentuk Lembaga Baru, Kelola Aset Sitaan Tak Lagi Tumpang Tindih
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni membahas wacana pembentukan Badan Eksekusi Negara pada Selasa, 4 Agustus 2026 di Jakarta.
  • Lembaga baru tersebut diusulkan untuk menyatukan instansi pengelola aset agar mencegah tumpang tindih kewenangan antar-lembaga dalam penanganan perkara tindak pidana.
  • Komisi III DPR RI masih mengkaji usulan dan dinamika RUU Perampasan Aset secara mendalam guna menghasilkan regulasi yang matang.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengungkapkan adanya wacana pembentukan lembaga baru yang fokus pada pengelolaan aset negara hasil tindak pidana. 

Usulan ini mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III terkait masukan terhadap RUU Perampasan Aset, Selasa (4/8/2026). 

Sahroni menjelaskan bahwa salah satu poin krusial yang dibahas bersama para ahli adalah mengenai efektivitas pengelolaan aset. 

Muncul gagasan untuk membentuk sebuah lembaga bernama Badan Eksekusi Negara guna menyatukan kewenangan yang selama ini tersebar di berbagai instansi. 

“Tadi Pak Hinca (anggota Komisi III) menyampaikan ada satu lembaga, Badan Eksekusi Negara. Jika memang negara ingin membentuk itu, maka lembaga-lembaga seperti Rupbasan (Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara) serta unit pengelolaan aset di Kejaksaan dan KPK harus dijadikan satu,” ujar Sahroni usai RDPU di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/8/2026). 

Menurut politisi Partai NasDem ini, penggabungan unit-unit tersebut ke dalam satu atap sangat penting untuk menghindari tumpang tindih kewenangan (overlapping) antar-lembaga dalam mengeksekusi maupun mengelola aset hasil kejahatan. 

"Saran saya, kalau memang ada lembaga yang baru, maka lembaga lama itu ditiadakan. Dijadikan satu tempat, satu lokasi yang memang khusus melakukan penyelamatan aset atau peralihan aset tersebut," tegasnya. 

Kendati begitu, ia mengatakan, bahwa adanya hal itu baru sebatas usulan. Komisi III DPR masih akan mengundang narasumber para ahli untuk memberikan masukan komperhensif terkait RUU Perampasan Aset.

"Lebih baiknya berdiri sendiri. Lebih baiknya berdiri sendiri secara independen agar fokus dalam tindak pidana untuk pengamanan atau peralihan aset tadi. Kenapa? Kalau satu kan enak. Kalau ini kan tumpang tindih, ntar Kejaksaan ngurus, si KPK ngurus, gitu. Nah, ini yang masih perlu dikaji terus-menerus agar tidak, tidak jadi tumpang tindih," katanya.

baca juga

Lebih lanjut, Sahroni menepis anggapan masyarakat bahwa DPR sengaja menghambat proses pengesahan RUU Perampasan Aset. 

Ia menekankan bahwa dinamika di lapangan sangat kompleks, termasuk adanya usulan dari para ahli untuk mengubah nomenklatur judul RUU tersebut agar tidak hanya berfokus pada kata 'perampasan'. 

"Banyak masukan, bukan hanya namanya perampasan aset, ada saran (diganti menjadi) peralihan aset. Narasumber tadi menyampaikan tidak mudah menyikapi RUU ini karena dinamikanya sangat tinggi. Kita tidak ingin saat RUU ini difinalisasi, masih ada pihak yang merasa kurang puas atau ada hal yang salah," jelas Sahroni. 

Ia memastikan bahwa di masa reses ini, Komisi III tetap bekerja marathon mengundang berbagai pakar untuk mendapatkan masukan komprehensif. 

Hal ini dilakukan agar payung hukum yang dihasilkan benar-benar matang dan menjadi solusi jangka panjang dalam penyelamatan keuangan negara. 

"Kita tidak mau harapan masyarakat terhadap RUU ini sudah tinggi, kita sudah susah payah buat, tapi hasilnya nanti masih ada yang tidak suka atau tidak tepat sasaran. Makanya kita gali terus masukannya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Febrie Adriansyah Dapat Perlakuan Spesial? Ahmad Sahroni: Harusnya Dia Pakai Rompi Pink

Febrie Adriansyah Dapat Perlakuan Spesial? Ahmad Sahroni: Harusnya Dia Pakai Rompi Pink

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:00 WIB

Sahroni Dukung Kuntadi Jadi Jampidsus Baru: Pilihan Jaksa Agung Pasti yang Terbaik

Sahroni Dukung Kuntadi Jadi Jampidsus Baru: Pilihan Jaksa Agung Pasti yang Terbaik

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 19:17 WIB

Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas

Polisi Gugur dan Dua Anggota Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Ditindak Tegas

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:34 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×