Yang Tersisa dari Gempa Venezuela, Kamar Mayat Penuh Hingga Ibu Masih Cari Jasad Anaknya

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:42 WIB
Yang Tersisa dari Gempa Venezuela, Kamar Mayat Penuh Hingga Ibu Masih Cari Jasad Anaknya
Pemerintah Venezuela membongkar bangunan rusak pascagempa, memicu keprihatinan keluarga yang masih mencari korban hilang. (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Pembongkaran gedung pascagempa Venezuela memicu protes warga karena menghambat pencarian korban hilang.

  • Pemerintah memulai rekonstruksi bangunan, sementara ribuan korban bertahan di pengungsian darurat.

  • Warga menolak direlokasi karena trauma masa lalu dan kekhawatiran kehilangan tempat tinggal.

Prosedur evakuasi manual langsung diterapkan begitu indikasi penemuan jasad terdeteksi di bawah material beton.

"Ketika mesin mencapai lempengan beton, mesin itu diangkat secara hati-hati sementara tim memeriksa bagian bawahnya untuk mencari jenazah," jelas Robles.

"Begitu kami menduga ada jenazah yang ditemukan, operasi dihentikan. Kemudian, semuanya dilakukan sepenuhnya dengan tangan. Tim yang mengenakan alat pelindung diri lengkap masuk untuk memulihkan dan mengeluarkannya," lanjut Robles.

Aktivitas identifikasi jenazah berlangsung ketat di tengah cuaca terik di area OPPE 33. Petugas forensik memindahkan sisa jasad menuju fasilitas darurat untuk proses verifikasi.

Proses pembongkaran dianggap sebagai satu-satunya akses teknis untuk menjangkau titik-titik reruntuhan yang sangat tinggi. Pejabat terkait menilai demolisi sangat penting sebelum proyek pembangunan kembali dapat dimulai.

"Ada banyak bangunan dengan kelemahan struktural kritis yang harus dihancurkan dengan bahan peledak. Setiap situasi berbeda," terang Robles.

"Cukup tidak ada kapasitas manusia dengan mesin untuk mencapai lantai dua belas dan mulai merubuhkannya dari atas," tambah Robles.

Di sisi lain, proses pemisahan material logam bekas bangunan mulai dilakukan oleh pekerja industri baja lokal. Puing besi tua tersebut dikumpulkan untuk dilebur menjadi bahan konstruksi baru.

"Logam ini semuanya dilelehkan untuk menyiapkan besi beton, penguat baja yang digunakan di dalam beton, saat konstruksi dimulai lagi," tutur Douglas Mendoza dari Complejo Siderurgico Nacional (CSN).

baca juga

"Untuk rekonstruksi baru La Guaira, mereka akan membawa truk-truk berisi besi beton untuk mulai membangun kembali," lanjut Mendoza.

Kerusakan fisik akibat bencana gempa diperkirakan menelan biaya hingga puluhan miliar dolar AS. Pemerintah merencanakan program pembangunan ribuan hunian baru bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Ribuan warga korban gempa saat ini masih mendiami tempat penampungan sementara di berbagai provinsi. Pemerintah berjanji akan menyalurkan bantuan perumahan secara bertahap hingga akhir tahun.

"Tujuan utama kami saat ini, sebagai tim pemerintah, adalah memberikan kebahagiaan kepada mereka yang terdampak parah oleh gempa kembar ini, agar mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian," ucap Presiden Delcy Rodriguez.

Sebagian warga merasa bantuan alat berat dan personel dari pemerintah masih sangat minim di lapangan. Kelompok relawan mandiri terpaksa menggunakan peralatan seadanya untuk membongkar beton tebal.

"Kami tanpa peralatan. Kami tidak mendapat bantuan. Kami harus meminta banyak bantuan melalui media sosial — untuk palu listrik, penggerinda, untuk semua barang itu," kata seorang warga, Jose Gregorio Balcazar.

Balcazar membagi waktunya antara bekerja di toko roti dan membongkar reruntuhan untuk mencari kerabatnya. Ia mengkritik keberadaan aparat keamanan yang dianggap tidak terlibat langsung dalam proses pengerjaan evakuasi.

"Ada tentara di sekitar, tetapi mereka sebenarnya tidak memiliki izin untuk masuk ke dalam lubang atau apa pun," tambah Balcazar.

Warga seperti Viloria memilih bertahan di dalam tenda darurat meskipun kondisi cuaca buruk kerap melanda.

"Kadang saya tidur di truk, kadang saya tidur di sini, di atas kasur kecil di sana," tuturnya.

"Ketika hujan, kadang saya harus menghabiskan malam dengan terjaga karena hujan tidak berhenti. Air masuk dari mana-mana," sambung Viloria.

Penolakan warga untuk pindah ke posko pengungsian didasari trauma masa lalu terkait relokasi jangka panjang. Warga khawatir akan kehilangan hak atas tanah dan hunian asal mereka secara permanen.

Lucia Lanfranchi, seorang relawan dari Caracas, mengonfirmasi kecemasan warga terkait kejelasan status tempat tinggal mereka. Pembongkaran bangunan tanpa jaminan penggantian memicu resistensi dari penyintas.

"Ada orang yang tidak mau pergi ke tempat pengungsian karena mereka masih memiliki rumah, dan mereka menunggu untuk melihat apakah mereka dapat tinggal di dalamnya lagi atau apakah mereka akan memperbaikinya," ungkap Lanfranchi.

"Mereka takut akan kehilangan rumah mereka dan tidak akan pernah diberi rumah lain," tegas Lanfranchi.

Fasilitas pengungsian yang terlalu padat juga memicu kekhawatiran terkait keamanan dan potensi tindakan kekerasan. Risiko kejahatan di tempat penampungan darurat menjadi ancaman nyata bagi perempuan dan anak-anak.

Dua gempa bumi kuat melanda wilayah pesisir Venezuela pada 24 Juni, meruntuhkan hampir 190 bangunan dan merusak ratusan struktur lainnya secara permanen. Bencana ini melumpuhkan sektor perekonomian lokal dan menghancurkan mata pencaharian warga di kawasan La Guaira.

Tragedi ini mengulang trauma sejarah bencana tanah longsor tahun 1999 yang memaksa ribuan warga La Guaira tinggal di tempat penampungan sementara selama bertahun-tahun. Sebagian dari korban bencana masa lalu tersebut kemudian dipindahkan ke kompleks perumahan pemerintah seperti OPPE, yang kini justru runtuh akibat gempa.

Kehilangan seluruh modal usaha membuat Viloria tidak memiliki sumber penghasilan dan bergantung pada bantuan kerabat.

"Karena gempa bumi, saya kehilangan barang dagangan saya. Semuanya hancur. Semua bahan kimia tumpah. Saya kehilangan semuanya," sesal Viloria. "Saat ini, saya hidup dari apa yang dikirimkan keluarga saya."

Niat untuk pindah ke kota lain tertahan oleh proses pencarian jasad keponakannya yang belum membuahkan hasil.

"Saya ingin menutup bab ini karena ini membawakan saya terlalu banyak kenangan," ujar Viloria.

Pencarian mandiri di kamar mayat dan area reruntuhan tetap menjadi fokus utamanya setiap hari.

"Saya belum bisa mengatakan apa yang akan saya lakukan," kata Viloria. "Saya masih kehilangan jenazah Mateo."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Gempa Bumi Venezuela Melonjak, 60 Ribu Orang Dirawat di Rumah Sakit

Korban Gempa Bumi Venezuela Melonjak, 60 Ribu Orang Dirawat di Rumah Sakit

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:29 WIB

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 6.125 Orang

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 6.125 Orang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:10 WIB

Kenapa Jepang Sering Diguncang Gempa Bumi Besar?

Kenapa Jepang Sering Diguncang Gempa Bumi Besar?

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:24 WIB

Terkini

Evakuasi Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8

Evakuasi Korban Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8

Foto | Senin, 21 September 2026 | 06:00 WIB

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

×