-
Polisi Malaysia membenarkan penangkapan tiga wanita pembawa narkoba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
-
Kasus penyembunyian narkoba di koper dan sepatu ini dipastikan bukan bagian sindikat besar.
-
Malaysia berjanji memperketat pengawasan perbatasan untuk memutus rute transit narkoba internasional.
Suara.com - Kepolisian Malaysia atau PDRM mengonfirmasi penangkapan tiga perempuan asal Sabah yang kedapatan membawa narkoba lewat Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Petugas menggagalkan penyelundupan ini setelah mendeteksi narkoba yang tersembunyi rapat di koper serta sepatu pelaku.
Hasil pemeriksaan awal mengindikasikan barang haram yang disita penyidik Indonesia bernilai kecil dan murni untuk konsumsi pribadi.
Catatan kepolisian menunjukkan dua di antara tiga perempuan berumur 30 hingga 39 tahun tersebut memang pemakai aktif.

Aparat mengamankan ketiganya seusai mendarat di Terminal 2F dari penerbangan langsung asal Kota Kinabalu, Senin lalu.
NCID Bukit Aman memastikan aksi nekat kelompok kecil ini sama sekali tidak memiliki tautan dengan jaringan kriminal lainnya.
"Penangkapan ketiga wanita ini ditemukan tidak berkaitan dengan kasus-kasus sebelumnya yang melibatkan penahanan seorang pilot dan seorang pria berusia 22 tahun di Indonesia," ujar Hussein dikutip dari kantor berita Malaysia, Bernama, Kamis (6/8/2026).
Jalur geografis Malaysia memang kerap dimanfaatkan sindikat internasional sebagai titik lompatan distribusi barang haram menuju wilayah tetangga.
Tingginya frekuensi kasus luar negeri memaksa kepolisian memperketat pemantauan di seluruh celah perbatasan udara maupun laut.
"Sebagian besar sindikat perdagangan narkoba ini berasal dari negara-negara di sebelah utara Malaysia, dan kita menjadi jalur transit bagi mereka untuk bergerak ke Indonesia, Singapura, Filipina, dan beberapa negara lainnya," ungkapnya.
Pemerintah Diraja berkomitmen menyapu bersih celah penyelundupan agar reputasi kawasan tidak terus-menerus tercoreng sebagai sarang transit.
Evaluasi prosedur standar pengamanan bandara dan pelabuhan kini sedang berjalan secara menyeluruh.
"Oleh karena itu, kami akan memperketat lagi prosedur operasional standar (SOP) yang ada di titik masuk dan keluar negara untuk memastikan Malaysia tidak terus-menerus dicap sebagai negara transit narkoba," papar Hussein.
Tindakan tegas penegak hukum terbukti dari akumulasi penyitaan puluhan ton barang haram sepanjang dua tahun terakhir.
Catatan NCID berhasil mengamankan 89 ton narkotika sepanjang 2025 serta tambahan 46 ton pada semester awal 2026.
Penangkapan di Jakarta ini menjadi peringatan keras bagi otoritas kedua negara untuk memperkuat koordinasi intelijen lintas batas.