Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Isu Bunga Fed Buat Dolar AS Makin Perkasa

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:50 WIB
Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Isu Bunga Fed Buat Dolar AS Makin Perkasa
Dokumentasi petugas menata tumpukan uang dolar AS di Pusat Uang Tunai Bank. [ANTARA FOTO]
baca 10 detik
  • Dolar AS menguat akibat kebuntuan negosiasi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

  • Spekulasi kenaikan suku bunga Fed bulan September makin kuat dipicu kenaikan harga minyak dunia.

  • Pasar keuangan global kini menanti rilis data resmi laporan tenaga kerja bulanan Amerika Serikat.

Suara.com - Ketidakpastian negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran memicu aksi pemburu modal mengamankan dana ke dolar AS. Kondisi ini membuat nilai tukar mata uang Paman Sam merangkak naik terhadap yen maupun euro pada perdagangan Jumat.

Spekulasi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) pada September mendatang turut memberi dorongan ekstra bagi penguatan tersebut. Laporan pasar tenaga kerja bulanan yang segera dirilis menjadi penentu arah kebijakan moneter AS selanjutnya.

Ketegangan geopolitik Timur Tengah yang belum mereda secara instan mengikis optimisme investor di pasar uang global. Situasi ini langsung menaikkan imbal hasil obligasi pemerintah AS sekaligus menguntungkan posisi mata uang dolar.

Ilustrasi uang rupiah dan dolar AS (Freepik)
Ilustrasi uang rupiah dan dolar AS (Freepik)

Pada sesi pagi di Asia, posisi dolar AS merambat naik hingga menyentuh level 158,505 yen. Pencapaian ini melanjutkan tren positif harian sebesar 0,4 persen yang dicatat pada hari Kamis sebelumnya.

Penguatan tersebut sekaligus memulihkan posisi dolar AS setelah sempat anjlok ke level terendah 13 minggu di angka 155,20 yen. Kejatuhan tajam sebelumnya terjadi akibat adanya intervensi bersama antara pemerintah Jepang dan Amerika Serikat.

Terhadap mata uang euro, dolar AS juga menguat tipis ke posisi 1,1521 dolar AS per euro. Pergerakan positif ini meneruskan tren penguatan sekitar 0,3 persen dari sesi perdagangan harian sebelumnya.

Kekhawatiran pasar berlanjut setelah muncul laporan rancangan kesepakatan Iran dan Oman terkait lalu lintas Selat Hormuz. Opsi pemberian kendali navigasi kapal kepada Teheran memicu respons hati-hati dari pihak Washington.

Pemerintah AS menegaskan tidak akan menyerahkan kendali jalur energi terpenting dunia tersebut kepada pihak Iran. Perselisihan hak akses Selat Hormuz ini langsung memicu respons spontan pada komoditas minyak mentah dunia.

Harga minyak mentah jenis Brent merangkak naik melebihi satu dolar hingga menembus $83,55 per barel. Ancaman lonjakan inflasi energi ini memicu tekanan baru pada pasar obligasi pemerintah AS.

baca juga

"USD ditopang oleh kenaikan harga minyak (setelah) kabar bahwa kesepakatan antara AS dan Iran untuk membuka kembali selat tersebut ternyata lebih jauh dari yang diharapkan," kata Kristina Clifton, ekonom di Commonwealth Bank of Australia.

Laporan pers media internasional menyebut Ketua The Fed Kevin Warsh membuka peluang kenaikan suku bunga pada September jika inflasi memburuk. Namun, sebagian analis memperkirakan kebijakan pengetatan moneter baru akan diambil pada akhir tahun.

"Kami memperkirakan Fed akan menunggu hingga Desember sebelum memulai siklus pengetatan yang moderat," kata Clifton menambahkan.

Meskipun internal The Fed sempat terbelah hingga menahan suku bunga bulan lalu, komitmen meredam inflasi tetap menjadi prioritas utama. Sikap tegas otoritas moneter ini ditunggu pembuktiannya lewat rilis data ketenagakerjaan terkini.

Survei ekonom memperkirakan penyerapan tenaga kerja non-pertanian AS meningkat sebanyak 80.000 pekerjaan sepanjang bulan lalu. Angka proyeksi ini melonjak dibanding realisasi penambahan bulan Juni yang berada di angka 57.000.

Sementara itu, tingkat pengangguran di Amerika Serikat diproyeksikan bertahan stabil pada level 4,2 persen. Kepastian angka-angka ini sangat menentukan langkah lanjutan para pelaku pasar finansial dunia.

Terhadap mata uang poundsterling Inggris, dolar AS tercatat menguat tipis mencapai level 1,3449 dolar AS per poundsterling. Dominasi mata uang Paman Sam terlihat merata di berbagai lini perdagangan valuta asing.

Mata uang dolar Australia melorot perlahan mendekati posisi $0,7029 pada perdagangan yang sama. Pelemahan serupa dialami oleh dolar Selandia Baru yang tertekan hingga ke level 0,5866 dolar AS.

Eskalasi konflik kawasan Selat Hormuz menjadi latar belakang utama yang terus membayangi stabilitas ekonomi global saat ini. Pembatasan akses lalu lintas kapal tanker berpotensi mengganggu rantai pasok minyak mentah dunia secara signifikan.

Implikasi dari gangguan jalur pasokan energi tersebut mengancam memicu gelombang inflasi baru di berbagai negara maju. Hal inilah yang memaksa para bank sentral mempertimbangkan kembali kebijakan pengetatan suku bunga mereka.

Kombinasi antara risiko geopolitik global dan arah ketatnya kebijakan suku bunga AS menjadi modal kuat dolar bertahan kokoh. Investor diperkirakan masih akan terus memantau dinamika diplomasi Timur Tengah dan data ekonomi AS terkini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Denda Musuh Iran Lewat Selat Hormuz Dorong Kenaikan Harga Minyak Dunia Awal Agustus 2026

Ancaman Denda Musuh Iran Lewat Selat Hormuz Dorong Kenaikan Harga Minyak Dunia Awal Agustus 2026

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:31 WIB

Calon Senator AS Muslim Pertama, Bagaimana Abdul El-Sayed Bisa Menang?

Calon Senator AS Muslim Pertama, Bagaimana Abdul El-Sayed Bisa Menang?

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 10:16 WIB

Cadangan Devisa Dirilis Hari Ini, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.934

Cadangan Devisa Dirilis Hari Ini, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.934

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Terkini

Jenderal Listyo Sadap Prabowo, Eks Kepala BAIS TNI: Sekarang Makar Tak Pakai Tank tapi Data

Jenderal Listyo Sadap Prabowo, Eks Kepala BAIS TNI: Sekarang Makar Tak Pakai Tank tapi Data

News | Jum'at, 06 November 2026 | 17:48 WIB

Piep Raih Penghargaan Bronze Stevie Award di Ajang International Business Awards 2026

Piep Raih Penghargaan Bronze Stevie Award di Ajang International Business Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 17:48 WIB

Raja Nikel Arif Kurniawan Terlacak di Luar Negeri

Raja Nikel Arif Kurniawan Terlacak di Luar Negeri

News | Jum'at, 06 November 2026 | 17:47 WIB

Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender

Perempuan Tak Punya Pilihan Berhenti Haid, Pajak Pembalut 11 Persen Dinilai Nodai Keadilan Gender

Jogja | Jum'at, 06 November 2026 | 17:46 WIB

Ria Ricis Sebut Karhutla Wahana Kidzania: Etika Menguap Demi Konten?

Ria Ricis Sebut Karhutla Wahana Kidzania: Etika Menguap Demi Konten?

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 17:45 WIB

Antam Memang Diminta ESDM Ambil Alih Tambang di Nabire

Antam Memang Diminta ESDM Ambil Alih Tambang di Nabire

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 17:39 WIB

MilkLife Kickers Raih Dua Kemenangan di Hari Kedua Singa Cup 2026

MilkLife Kickers Raih Dua Kemenangan di Hari Kedua Singa Cup 2026

Surakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 17:38 WIB

Pemerintah Tetapkan PT DSI Sebagai Perantara Tunggal Ekspor SDA Strategis, Berlaku 1 Januari 2027

Pemerintah Tetapkan PT DSI Sebagai Perantara Tunggal Ekspor SDA Strategis, Berlaku 1 Januari 2027

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 17:37 WIB

Keluarga Hartono Modal Rp 7 T, Ambisi Besar Mirwan Suwarso: Bawa Como 1907 Jadi Klub Elite Dunia

Keluarga Hartono Modal Rp 7 T, Ambisi Besar Mirwan Suwarso: Bawa Como 1907 Jadi Klub Elite Dunia

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 17:36 WIB

Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI

Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 17:36 WIB

×