Ada Nakes Jakarta Diduga Terlibat Kasus Perundungan Pasien BPJS, Tapi Bukan ASN

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:26 WIB
Ada Nakes Jakarta Diduga Terlibat Kasus Perundungan Pasien BPJS, Tapi Bukan ASN
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati. (Suara.com/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Dinkes DKI Jakarta memastikan tidak ada tenaga kesehatan Pemprov DKI yang terlibat perundungan pasien BPJS Yurizal Tri Chaerawan pada 7 Agustus 2026.
  • Hasil penelusuran menunjukkan satu tenaga kesehatan yang diduga terlibat bekerja di rumah sakit lain di wilayah Jakarta dan bukan pegawai Pemprov DKI.
  • Dinkes DKI Jakarta berkoordinasi dengan pimpinan rumah sakit terkait dan organisasi profesi untuk melakukan pembinaan terhadap tenaga kesehatan yang bersangkutan.

Suara.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan tidak ada tenaga kesehatan (nakes) maupun tenaga medis yang bekerja di fasilitas kesehatan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang terlibat dalam dugaan perundungan terhadap pasien pengguna BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan, di media sosial.

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran terhadap identitas sejumlah akun tenaga kesehatan yang diduga mencibir Yurizal melalui platform Threads.

"Hasil penelusuran kami, dari lima tenaga kesehatan dan tenaga medis yang terindikasi melakukan tindakan pencibiran di media sosial, tidak ada satu pun yang merupakan nakes yang bekerja di fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI," kata Ani di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Meski demikian, Ani mengungkapkan terdapat satu tenaga kesehatan yang bekerja di salah satu rumah sakit di Jakarta dan diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut. Namun, tenaga kesehatan itu bukan pegawai maupun tenaga medis di bawah naungan Pemprov DKI.

"Memang ada salah satu yang bekerja di salah satu rumah sakit yang ada di Jakarta," ujarnya.

Menurut Ani, Dinkes DKI tetap akan berkoordinasi dengan manajemen rumah sakit terkait sebagai bagian dari pembinaan profesi.

"Dalam hal ini, kapasitas Pemprov adalah melakukan koordinasi dengan pimpinan rumah sakit. Pembinaan tenaga kesehatan pada dasarnya merupakan kerja bersama antara Dinas Kesehatan, organisasi profesi, KKI, dan tentunya tindak lanjut secara detail menjadi tanggung jawab pimpinan rumah sakit yang bersangkutan," jelasnya.

Saat ditanya apakah ada lebih dari satu tenaga kesehatan yang bekerja di Jakarta, Ani menegaskan hanya terdapat satu orang.

"Dan itu bukan ASN DKI, bukan tenaga kesehatan maupun tenaga medis yang bekerja di fasilitas kesehatan milik DKI. Kalau di 31 RSUD dan seluruh puskesmas milik Pemprov, tidak ada," tegasnya.

baca juga

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah mengingatkan seluruh tenaga kesehatan di lingkungan Pemprov DKI agar tidak melakukan tindakan yang merendahkan atau mendiskriminasi pasien, termasuk peserta BPJS Kesehatan.

"Karena BPJS Kesehatan ini dilindungi oleh undang-undang," kata Pramono, Kamis (6/8/2026).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut Kasus Yurizal, Nakes Jakarta Dilarang Keras Cibir Pasien BPJS

Buntut Kasus Yurizal, Nakes Jakarta Dilarang Keras Cibir Pasien BPJS

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:53 WIB

Siapa Dokter Tamara Jasmine? Sosok yang Viral Usai Sindir Pasien BPJS Kesehatan

Siapa Dokter Tamara Jasmine? Sosok yang Viral Usai Sindir Pasien BPJS Kesehatan

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Yurizal, BPJS, dan Harga Sebuah Empati

Yurizal, BPJS, dan Harga Sebuah Empati

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:08 WIB

Terkini

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

×