- Sejumlah elemen masyarakat berunjuk rasa menolak peredaran obat Tramadol di Tanah Abang pada Jumat (7/8/2026).
- Massa aksi melakukan long march dari Jalan Jati Pinggir menuju Jalan Jembatan Tinggi sambil berorasi.
- Aksi protes tersebut menyebabkan situasi lalu lintas di lokasi sekitar menjadi padat merayap.
Suara.com - Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, mendadak riuh pada Jumat (7/8/2026) sore.
Ratusan orang yang tergabung dalam berbagai elemen masyarakat turun ke jalan, menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran menolak maraknya peredaran obat keras berbahaya jenis Tramadol di wilayah mereka.
Pantauan Suara.com di lokasi pukul 15.45 WIB, lautan massa mulai "menyemut" di kawasan Jalan Jembatan Tinggi. Aksi dimulai dengan long march dari Jalan Jati Pinggir, dipandu oleh mobil komando yang membakar semangat para peserta aksi.
Massa yang hadir merupakan gabungan dari berbagai unsur, mulai dari Front Persaudaraan Islam (FPI), Pasukan Persaudaraan, hingga barisan Emak-emak Petamburan. Akibat aksi ini, arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau padat merayap.
Sambil membentangkan poster bertuliskan "Stop Peredaran Tramadol", para tokoh masyarakat bergantian menyampaikan orasi tajam dari atas mobil komando.
"Kami mengecam perederan narkoba di Tanah Abang ini," teriak salah satu orator yang langsung disambut pekikan takbir dan dukungan dari massa aksi.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di lokasi untuk menyuarakan keresahan mereka terhadap masa depan generasi muda di Tanah Abang.
Reporter: Alif Bintang