Sering 'Pecah Kongsi', Haruskah Jabatan Wakil Kepala Daerah Dihapus? Ini Kata Pakar UGM

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:23 WIB
Sering 'Pecah Kongsi', Haruskah Jabatan Wakil Kepala Daerah Dihapus? Ini Kata Pakar UGM
Ilustrasi kepala daerah dan gajinya. [Dok Suara.com/AI]
baca 10 detik
  • Pakar politik UGM Wawan Masudi menilai wacana penghapusan wakil kepala daerah layak dipertimbangkan pada Sabtu (8/8/2026).
  • Konflik politik dan persaingan antarpejabat sering terjadi serta mengganggu efektivitas pelayanan publik di pemerintahan daerah.
  • Pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh guna mengoptimalkan efisiensi anggaran dan struktur perangkat daerah yang ada.

Suara.com - Pakar Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Wawan Masudi, menyoroti wacana penghapusan posisi wakil kepala daerah dalam pilkada.

Menurutnya wacana itu layak dipertimbangkan dengan berbagai evaluasi yang harus dilakukan.

Menurut Wawan, keberadaan wakil kepala daerah selama ini tidak selalu efektif dalam membantu kepala daerah menjalankan pemerintahan.

Bahkan, relasi kepala daerah dan wakilnya kerap memunculkan ketegangan yang justru mengganggu fungsi pemerintahan.

"Jadi memang sebenarnya ini wacana yang menurut pendapat saya juga patut untuk dipertimbangkan," kata Wawan, kepada Suara.com, Sabtu (8/8/2026).

Ia bilang evaluasi diperlukan untuk melihat apakah keberadaan wakil kepala daerah benar-benar dibutuhkan dalam menjalankan fungsi dasar pemerintahan. Sebab, konflik antara kepala daerah dan wakil kepala daerah dapat berdampak pada pelayanan publik hingga kondisi birokrasi.

"Bahkan sering kali melahirkan ini ya, hubungan-hubungan yang tidak perlu ya, ketegangan-ketegangan yang tidak perlu antara kepala daerah dan wakil kepala daerah," ujarnya.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM itu menilai persoalan tersebut tidak dapat dilepaskan dari karakter kepala daerah dan wakil kepala daerah sebagai jabatan politik.

Terlebih jika keduanya berasal dari kekuatan politik berbeda, hubungan pemerintahan berpotensi berubah menjadi arena kontestasi dan persaingan.

baca juga

"Kalau mereka berasal dari kekuatan politik yang berbeda, ya pasti nuansa kontestasi, persaingan, itu sangat mungkin," ucapnya.

Persaingan itu menjadi persoalan serius apabila berlangsung ketika masa kepemimpinan masih berjalan.

Kontestasi politik yang masuk ke dalam pemerintahan berpotensi menciptakan ketegangan dan membuat fungsi pemerintahan tidak efektif.

"Bahayanya kan kalau kontestasi persaingan terjadi di tengah-tengah masa kepemimpinan toh. Itu yang membuat kemudian ketegangan muncul, tidak efektif, dan seterusnya tadi," tuturnya.

Selain persoalan konflik, kata dia, efisiensi pemerintahan menjadi alasan lain mengapa wacana tersebut layak dikaji. Setiap jabatan politik membawa konsekuensi terhadap anggaran negara, mulai dari penggajian hingga berbagai fasilitas dan program yang melekat pada jabatan tersebut.

"Tentu efisiensi pemerintahan juga menjadi kata kunci yang lain ya," imbuhnya.

Ia menambahkan, penghapusan posisi wakil kepala daerah tidak serta-merta membuat pemerintahan daerah kehilangan struktur pelaksana.

Saat ini sudah terdapat sekretaris daerah beserta dinas, badan, dan perangkat daerah lain yang memiliki fungsi pemerintahan masing-masing.

Maka dari itu, fungsi pemerintahan sudah dapat dioptimalkan melalui struktur yang ada tanpa harus mempertahankan dua jabatan politik di pucuk pemerintahan daerah.

"Jadi ini yang berkurang adalah justru porsi politik yang ada di daerah," katanya.

Kendati demikian, wacana tersebut tidak boleh berhenti pada penghapusan jabatan semata. Wawan menegaskan bahwa pmerintah perlu terlebih dahulu menata ulang tata kelola pemerintahan daerah dan memastikan seluruh fungsi pokok pemerintahan tetap dapat berjalan tanpa keberadaan wakil kepala daerah.

"Namun, perlu diawali dengan tadi ya, evaluasi yang sifatnya menyeluruh," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanggapi Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ganjar Pranowo Desak DPR Segera Bentuk Pansus Pemilu

Tanggapi Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ganjar Pranowo Desak DPR Segera Bentuk Pansus Pemilu

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:57 WIB

Nasdem Tolak Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ingatkan Risiko Konsentrasi Kekuasaan

Nasdem Tolak Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ingatkan Risiko Konsentrasi Kekuasaan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:12 WIB

Wacana Hapus Wakil Kepala Daerah Menguat, PAN: Sudah Tepat Dievaluasi

Wacana Hapus Wakil Kepala Daerah Menguat, PAN: Sudah Tepat Dievaluasi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:27 WIB

Dody Hanggodo Ngaku Tak Tahu Soal Doxing Dosen UGM: Demi Allah!

Dody Hanggodo Ngaku Tak Tahu Soal Doxing Dosen UGM: Demi Allah!

Video | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:08 WIB

15 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Kena OTT KPK, Ongkos Politik Mahal Jadi Pemicu?

15 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Kena OTT KPK, Ongkos Politik Mahal Jadi Pemicu?

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:39 WIB

Terkini

Sering 'Pecah Kongsi', Haruskah Jabatan Wakil Kepala Daerah Dihapus? Ini Kata Pakar UGM

Sering 'Pecah Kongsi', Haruskah Jabatan Wakil Kepala Daerah Dihapus? Ini Kata Pakar UGM

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:23 WIB

Susah Baca Resep Dokter? Sekarang AI Bisa Menerjemahkannya dalam Hitungkan Detik!

Susah Baca Resep Dokter? Sekarang AI Bisa Menerjemahkannya dalam Hitungkan Detik!

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:15 WIB

5 Cara Mengatasi Bibir Makin Menghitam Akibat Sering Pakai Lipstik

5 Cara Mengatasi Bibir Makin Menghitam Akibat Sering Pakai Lipstik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:15 WIB

Dilema Infrastruktur: Mengapa Akumulasi Kuota Data Bisa Memicu Kenaikan Harga Paket Internet?

Dilema Infrastruktur: Mengapa Akumulasi Kuota Data Bisa Memicu Kenaikan Harga Paket Internet?

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:13 WIB

Daftar Shio yang Paling Beruntung dan Kaya Mendadak Tahun Ini

Daftar Shio yang Paling Beruntung dan Kaya Mendadak Tahun Ini

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Digosipkan Pecat Maverick Vinales, KTM Bakal Dibenci Pembalap MotoGP?

Digosipkan Pecat Maverick Vinales, KTM Bakal Dibenci Pembalap MotoGP?

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Meriahnya Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 di Papua Pegunungan

Meriahnya Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 di Papua Pegunungan

Foto | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Pasien BPJS Mengantre 8 Jam di IGD, Menkes Budi Gunadi Merasa Gagal

Pasien BPJS Mengantre 8 Jam di IGD, Menkes Budi Gunadi Merasa Gagal

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:00 WIB

3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming

3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:49 WIB

Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku Perampokan Pembunuhan Bos Konter HP Royal Phone Ambarawa

Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku Perampokan Pembunuhan Bos Konter HP Royal Phone Ambarawa

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:49 WIB

×