KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:20 WIB
KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
Perawatan siswa korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat. (ANTARA/Abdan Syakura)
baca 10 detik
  • Jasra Putra menyatakan program Makan Bergizi Gratis mengalami kegagalan sistem distribusi dan tata kelola di berbagai daerah.
  • Sepanjang Juli 2026, ribuan anak di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Papua mengalami keracunan akibat makanan basi.
  • KPAI mendesak audit nasional total terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi setelah ditemukan pekerja dapur positif hepatitis.

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti tajam serangkaian kasus keracunan massal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali muncul.

Sistem distribusi MBG dinilai gagal total dan secara nyata mengancam keselamatan fisik generasi muda di seluruh Indonesia.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, mengatakan ada krisis tata kelola dalam program itu.

Sehingga muncul berbagai ancaman mulai dari penularan penyakit mematikan dari pekerja dapur, hingga buruknya armada pengangkut yang membiarkan makanan busuk di jalan sebelum sampai ke tangan para siswa.

"Yang sedang kita hadapi bukan hanya persoalan makanan yang basi atau keracunan di sekolah," kata Jasra dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).

"Yang sedang kita hadapi adalah kegagalan menjaga rantai distribusi pangan, mulai dari dapur SPPG, pengemasan, penyimpanan, transportasi, waktu tempuh, hingga makanan diterima dan dikonsumsi oleh anak-anak. Anak tidak boleh menjadi korban dari sistem yang belum siap," katanya menambahkan.

Tudingan keras KPAI tersebut lahir dari fakta lapangan yang memprihatinkan sepanjang rentang pelaksanaan program tahun ini.

Pada bulan Juli saja, sudah ada ribuan anak yang terkena keracunan.

Tercatat 707 anak di Jawa Tengah, ratusan siswa di Wates Yogyakarta, hingga ratusan anak dan ibu hamil di Papua mendadak tumbang akibat dugaan keracunan massal usai menyantap hidangan MBG.

baca juga

"Anak-anak seharusnya menerima makanan yang benar-benar fresh, hangat, aman, dan layak konsumsi. Ketika makanan diterima setelah melewati waktu distribusi yang panjang, maka negara sedang mempertaruhkan kesehatan jutaan anak hanya karena rantai logistik belum mampu menjamin keamanan pangan," ucapnya.

Kondisi tata kelola di lapangan kian membahayakan sebab makanan diproduksi jauh sebelum jam konsumsi.

Belum lagi saat terjebak kemacetan ketika diantar, serta diangkut kendaraan tanpa standar kontrol suhu baku.

Makanan yang dibiarkan berjam-jam dalam suhu ruang berubah menjadi sarang perkembangan bakteri beracun sebelum disajikan di atas meja belajar anak-anak.

"Kalau keracunan terus berulang di berbagai daerah, maka yang harus dievaluasi bukan hanya menu makanannya, tetapi seluruh sistem produksi, distribusi, penyimpanan, dan pengawasannya," tegasnya

"Keracunan yang berulang adalah tanda bahwa persoalan belum selesai," katanya menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang Tua Korban Keracunan di Jayapura Minta Program MBG Ditutup: Anak Saya Menderita

Orang Tua Korban Keracunan di Jayapura Minta Program MBG Ditutup: Anak Saya Menderita

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:23 WIB

Target Nol Keracunan, BGN Bakal Adopsi Teknologi Deteksi Makanan Basi Milik BRIN

Target Nol Keracunan, BGN Bakal Adopsi Teknologi Deteksi Makanan Basi Milik BRIN

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Anggaran MBG 2026 Dipangkas dari Rp268 Triliun, BGN Rombak Skema Insentif dan Andalkan Bahan Pangan

Anggaran MBG 2026 Dipangkas dari Rp268 Triliun, BGN Rombak Skema Insentif dan Andalkan Bahan Pangan

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Membahayakan! 950 Dapur MBG Terancam Ditutup Permanen karena Tak Higienis

Membahayakan! 950 Dapur MBG Terancam Ditutup Permanen karena Tak Higienis

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Salah Alamat, Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Pindah Praperadilan ke PN Jakpus, Digelar 12 Agustus

Salah Alamat, Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Pindah Praperadilan ke PN Jakpus, Digelar 12 Agustus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:19 WIB

Terkini

4 Low pH Cleanser Lokal Berbahan Aloe Vera Buat Kulit Sensitif Tetap Lembap

4 Low pH Cleanser Lokal Berbahan Aloe Vera Buat Kulit Sensitif Tetap Lembap

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 08:10 WIB

Gelar RUPSLB, Direksi Bursa Masih Rahasiakan Pembahasan Demutualisasi

Gelar RUPSLB, Direksi Bursa Masih Rahasiakan Pembahasan Demutualisasi

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:05 WIB

Kebakaran di Kebayoran Lama: 18 Rumah Ludes, 150 Jiwa Terdampak, Kerugian Rp1,2 Miliar!

Kebakaran di Kebayoran Lama: 18 Rumah Ludes, 150 Jiwa Terdampak, Kerugian Rp1,2 Miliar!

News | Rabu, 23 September 2026 | 08:04 WIB

Alasan Kuota Haji 50:50 Terungkap di Persidangan, Saksi: Ini Tepat Sesuai Praktik di Saudi!

Alasan Kuota Haji 50:50 Terungkap di Persidangan, Saksi: Ini Tepat Sesuai Praktik di Saudi!

News | Rabu, 23 September 2026 | 07:52 WIB

Mimpi Pensiun Dini Gen Z: Antara Ambisi FIRE dan Realita Gaji UMR

Mimpi Pensiun Dini Gen Z: Antara Ambisi FIRE dan Realita Gaji UMR

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 07:45 WIB

Penerima Bansos Terlibat Judol dan Pinjol di Pekanbaru Langsung Dicoret

Penerima Bansos Terlibat Judol dan Pinjol di Pekanbaru Langsung Dicoret

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 07:36 WIB

Di Depan PBB, Donald Trump Tuduh Iran Biang Kerok Perang Terus Meledak: Mereka Tolak Perdamaian

Di Depan PBB, Donald Trump Tuduh Iran Biang Kerok Perang Terus Meledak: Mereka Tolak Perdamaian

News | Rabu, 23 September 2026 | 07:34 WIB

4 Efek Samping Pakai Air Mawar dan Cara Mengatasinya

4 Efek Samping Pakai Air Mawar dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 07:27 WIB

Pangeran Harry Garap Dokumenter Putri Diana, Peringati 30 Tahun Kepergian Sang Ibu

Pangeran Harry Garap Dokumenter Putri Diana, Peringati 30 Tahun Kepergian Sang Ibu

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 07:25 WIB

Milk & Mocha: Ketika Momen Kecil Ternyata Tak Selalu Membekas

Milk & Mocha: Ketika Momen Kecil Ternyata Tak Selalu Membekas

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 07:25 WIB

×