Anggaran MBG 2026 Dipangkas dari Rp268 Triliun, BGN Rombak Skema Insentif dan Andalkan Bahan Pangan

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:25 WIB
Anggaran MBG 2026 Dipangkas dari Rp268 Triliun, BGN Rombak Skema Insentif dan Andalkan Bahan Pangan
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Anggaran MBG 2026 dipastikan turun dari Rp268 triliun.
  • BGN rombak insentif SPPG agar lebih adil dan efisien.
  • Bahan pangan lokal dinilai mampu tekan biaya menu bergizi.

Suara.com - Pemerintah mulai mengubah strategi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan kebutuhan anggaran program tersebut tidak lagi sebesar Rp268 triliun setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap data penerima manfaat, tata kelola program, hingga mekanisme insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan penghitungan ulang anggaran masih berlangsung sehingga besaran final belum dapat diumumkan. Namun, ia memastikan nilai kebutuhan dana sudah jauh lebih rendah dibandingkan alokasi awal.

"Kalau angka sementara ini mungkin saya belum bisa sebutkan, tapi yang jelas sudah tidak Rp268 triliun, sudah jauh berkurang," kata Agustina.

Penyesuaian anggaran tersebut bukan semata-mata memangkas belanja negara, melainkan memperbaiki efisiensi pelaksanaan program agar dana yang tersedia benar-benar digunakan secara tepat sasaran. Salah satu fokus utama adalah evaluasi skema insentif operasional SPPG yang selama ini diberikan sebesar Rp6 juta per hari secara merata.

Menurut Agustina, kebijakan tersebut dinilai tidak lagi mencerminkan kondisi di lapangan karena setiap SPPG memiliki kapasitas layanan, jumlah penerima manfaat, dan beban operasional yang berbeda-beda.

"Ada yang cakupannya lebih besar, kok disamaratakan Rp6 juta? Kan enggak fair. Nah, itu skema-skema yang akan kami perbaiki," ujarnya.

BGN juga berupaya memisahkan biaya operasional dapur dari anggaran bahan pangan. Langkah ini dinilai penting agar efisiensi tidak mengorbankan kualitas menu maupun nilai gizi makanan yang diterima anak-anak sebagai sasaran utama program.

Di sisi lain, Guru Besar Ilmu Gizi IPB University Prof. Dr. Ir. Hardinsyah menilai efisiensi anggaran dapat dicapai tanpa menurunkan kualitas makanan apabila pemerintah memaksimalkan penggunaan bahan pangan lokal.

Menurutnya, biaya bahan baku satu porsi makanan bergizi bagi anak sekolah sebenarnya dapat ditekan hingga sekitar Rp7.000 apabila komposisi menu disusun secara tepat.

baca juga

"Kalau anak-anak itu 75 gram beras. Kalau harga beras Rp15.000 sekilo, 100 gram cuma Rp1.500. Kemudian kalau pakai telur, katakan Rp2.000 satu butir," jelas Hardinsyah.

Ia menjelaskan menu tersebut kemudian dilengkapi dengan sayuran, buah, serta sumber protein nabati seperti tahu atau tempe sehingga kebutuhan gizi tetap terpenuhi.

"Rp1.500 ditambah Rp2.000 itu Rp3.500. Sayur Rp500 jadi Rp4.000, kemudian buah. Tapi telurnya tidak cukup, perlu tambah tahu atau tempe untuk protein nabatinya," ujarnya.

Dengan tambahan satu potong tempe sekitar Rp1.500 dan buah, total biaya bahan pangan diperkirakan berada di kisaran Rp7.000 per porsi. Meski demikian, Hardinsyah mengingatkan bahwa angka tersebut belum memasukkan biaya bumbu, minyak goreng, tenaga kerja, peralatan dapur, hingga distribusi makanan.

"Biaya yang mahal itu biasanya peralatan dan operasional tempatnya," katanya.

Ia menilai pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan MBG. Selain memangkas biaya distribusi dan menjaga kesegaran bahan makanan, pendekatan tersebut juga berpotensi menggerakkan ekonomi daerah melalui peningkatan permintaan terhadap hasil pertanian, peternakan, perikanan, koperasi, hingga pelaku UMKM di sekitar SPPG.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Membahayakan! 950 Dapur MBG Terancam Ditutup Permanen karena Tak Higienis

Membahayakan! 950 Dapur MBG Terancam Ditutup Permanen karena Tak Higienis

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Salah Alamat, Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Pindah Praperadilan ke PN Jakpus, Digelar 12 Agustus

Salah Alamat, Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Pindah Praperadilan ke PN Jakpus, Digelar 12 Agustus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:19 WIB

Maba UI Lempar Pertanyaan Menohok ke Bima Arya: Pilih Pendidikan atau Makan Bergizi Gratis?

Maba UI Lempar Pertanyaan Menohok ke Bima Arya: Pilih Pendidikan atau Makan Bergizi Gratis?

Video | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Terkini

Pencernaan Sehat Ikut Dukung Anak Siap Belajar

Pencernaan Sehat Ikut Dukung Anak Siap Belajar

Health | Minggu, 06 September 2026 | 00:17 WIB

Regulasi Kehutanan Dinilai Mandul, Hutan Indonesia Terancam Karhutla

Regulasi Kehutanan Dinilai Mandul, Hutan Indonesia Terancam Karhutla

News | Sabtu, 05 September 2026 | 23:05 WIB

AHY: Jabatan Tak Abadi, Fasilitas Negara Jangan Dipakai Politik

AHY: Jabatan Tak Abadi, Fasilitas Negara Jangan Dipakai Politik

News | Sabtu, 05 September 2026 | 22:35 WIB

Persija Sikat Borneo FC, Ini Klasemen Sementara Pekan I Super League 2026/2027

Persija Sikat Borneo FC, Ini Klasemen Sementara Pekan I Super League 2026/2027

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 22:21 WIB

Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi

Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi

Riau | Sabtu, 05 September 2026 | 22:15 WIB

Lantik Pengurus Golkar Jateng, Bahlil Lahadalia Targetkan Penambahan Kursi di Pemilu 2029

Lantik Pengurus Golkar Jateng, Bahlil Lahadalia Targetkan Penambahan Kursi di Pemilu 2029

Surakarta | Sabtu, 05 September 2026 | 22:10 WIB

Jumenengan Hangabehi Sebatas Melengkapi Adat, Gusti Neno: Belum Ada Raja Definitif

Jumenengan Hangabehi Sebatas Melengkapi Adat, Gusti Neno: Belum Ada Raja Definitif

Surakarta | Sabtu, 05 September 2026 | 22:06 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau: Lampung Selatan Siaga, Masyarakat Diminta Tak Terpancing Hoaks

Erupsi Gunung Anak Krakatau: Lampung Selatan Siaga, Masyarakat Diminta Tak Terpancing Hoaks

Lampung | Sabtu, 05 September 2026 | 22:04 WIB

Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo

Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 22:01 WIB

Link Streaming Debut Emil Audero Malam Ini Rayo Vallecano vs Racing Santander

Link Streaming Debut Emil Audero Malam Ini Rayo Vallecano vs Racing Santander

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 22:00 WIB

×