Gelombang Panas Italia Picu Status Siaga Merah di 27 Kota, 3 Orang Tewas

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:23 WIB
Gelombang Panas Italia Picu Status Siaga Merah di 27 Kota, 3 Orang Tewas
Gelombang panas ekstrem di Italia menewaskan empat orang dan memicu status siaga merah. (BBC)
baca 10 detik
  • Suhu ekstrem memicu penetapan status siaga merah di 27 kota utama Italia.

  • Tiga warga tewas akibat serangan panas saat beraktivitas di ruang terbuka dan kendaraan.

  • Cuaca panas melampaui 40 derajat Celsius memicu kebakaran hutan di Marsica dan Trieste.

Suara.com - Pemerintah Italia menetapkan status siaga merah cuaca ekstrem di 27 kota besar akibat sengatan suhu tinggi yang telah merenggut sedikitnya tiga nyawa. Lonjakan suhu ekstrem ini memaksa otoritas kesehatan memperketat pengawasan keselamatan kerja luar ruangan dan kelompok rentan di seluruh negeri.

Ancaman cuaca panas kali ini tidak hanya melumpuhkan mobilitas harian warga di pusat perkotaan, tetapi juga memperparah risiko bencana lingkungan secara masif. Kombinasi suhu yang melampaui ambang batas normal dan kekeringan berkepanjangan memicu lonjakan kasus darurat medis serta ancaman kebakaran hutan.

Dikutip dari Anadolu, kondisi ini menandaskan bahwa gelombang panas di kawasan Mediterania kini berubah dari fenomena musiman biasa menjadi krisis keselamatan jiwa dan ekologi. Tingginya paparan panas langsung di area terbuka menjadi faktor fatal utama dalam beberapa insiden kematian terbaru.

Menara Pisa, Italia (Pixabay/Kristina Snowasp)
Menara Pisa, Italia (Pixabay/Kristina Snowasp)

Laporan kantor berita ANSA mencatat tiga kematian akibat paparan panas menyengat, termasuk seorang tukang kayu berusia 40 tahun yang pingsan saat bekerja di atap bangunan. Korbannya juga mencakup seorang petugas keamanan berumur 55 tahun yang mengalami kondisi darurat medis di dalam mobil, serta lansia wanita 90 tahun yang tumbang di area taman publik.

Otoritas setempat mencatat 25 kota telah memasuki level bahaya tertinggi, dan angka tersebut melonjak menjadi 27 kota pada Kamis (6/8). Eskalasi status siaga ini diterbitkan seiring dengan prediksi kenaikan suhu yang berpotensi memecahkan rekor nasional dan membahayakan kesehatan publik.

Termometer di berbagai wilayah Italia diproyeksikan menembus angka di atas 40 derajat Celsius sebelum diperkirakan melandai tipis ke kisaran 36 hingga 39 derajat Celsius pada akhir pekan. Penurunan suhu secara terbatas tersebut diprediksi belum cukup untuk meredakan gelombang kekeringan yang meluas.

Cuaca panas terik yang meluas turut mempercepat penyebaran titik api di kawasan vegetasi kering. Petugas penanggulangan bencana kini bekerja ekstra keras memadamkan kobaran api yang melahap area hutan di beberapa titik strategis.

Amuk si jago merah telah dilaporkan menghanguskan wilayah vegetasi di kawasan Marsica, provinsi Abruzzo. Pada saat bersamaan, tim pemadam kebakaran masih berjibaku menaklukkan kebakaran hebat di kawasan Karst dekat Trieste yang berkobar sejak Sabtu sore (1/8).

Kondisi atmosfer tanah yang sangat kering membuat kobaran api meluas dengan cepat dan menyulitkan proses pemadaman dari darat. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan mewaspadai potensi timbulnya titik api baru.

baca juga

Eskalasi cuaca panas di Italia menjadi cerminan nyata dari perubahan pola iklim ekstrem yang makin sering melanda benua Eropa. Peningkatan frekuensi gelombang panas mendesak pemerintah Italia memperkuat sistem peringatan dini serta merumuskan protokol perlindungan pekerja yang lebih ketat di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

EDF Matikan Reaktor Nuklir Prancis Akibat Kekeringan Parah Sungai Meuse dan Moselle

EDF Matikan Reaktor Nuklir Prancis Akibat Kekeringan Parah Sungai Meuse dan Moselle

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:19 WIB

Gelombang Panas 'Panggang' Korea Selatan, 2 Orang Meninggal

Gelombang Panas 'Panggang' Korea Selatan, 2 Orang Meninggal

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 18:43 WIB

Mengenal 'Heat Dome' dan Bahaya Arsitektur Kuno: Alasan Gelombang Panas di Eropa Sangat Mematikan

Mengenal 'Heat Dome' dan Bahaya Arsitektur Kuno: Alasan Gelombang Panas di Eropa Sangat Mematikan

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:39 WIB

Terkini

Sinergi Fiskal dan Perbankan Diperkuat, BRI Siap Dorong Pembiayaan Sektor Produktif

Sinergi Fiskal dan Perbankan Diperkuat, BRI Siap Dorong Pembiayaan Sektor Produktif

Jawa Tengah | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:21 WIB

Saksi Kasus KPP Banjarmasin Kembalikan USD 530 Ribu ke KPK, Diduga dari Wajib Pajak

Saksi Kasus KPP Banjarmasin Kembalikan USD 530 Ribu ke KPK, Diduga dari Wajib Pajak

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:21 WIB

Nekat Jual Tramadol Tanpa Izin di Bogor? Siap-siap Dipenjara 12 Tahun dan Denda Rp5 Miliar

Nekat Jual Tramadol Tanpa Izin di Bogor? Siap-siap Dipenjara 12 Tahun dan Denda Rp5 Miliar

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:20 WIB

BRI Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perluas Kredit Berkualitas bagi UMKM

BRI Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perluas Kredit Berkualitas bagi UMKM

Jogja | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:18 WIB

Penyalur KUR Perumahan Tertinggi, BRI Dukung Pemerintah Naikkan Plafon Anggaran

Penyalur KUR Perumahan Tertinggi, BRI Dukung Pemerintah Naikkan Plafon Anggaran

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:17 WIB

Di Balik TPS Liar Jaktim: Dari Tumpukan Sampah hingga Dugaan Bisnis Ilegal

Di Balik TPS Liar Jaktim: Dari Tumpukan Sampah hingga Dugaan Bisnis Ilegal

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Intip 4 OOTD Y2K Pop-Punk ala Choi Yena, Gaya Lebih Cute dan Rebel!

Intip 4 OOTD Y2K Pop-Punk ala Choi Yena, Gaya Lebih Cute dan Rebel!

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Topang Sektor Riil, BRI Sambut Positif Kebijakan Penempatan Dana SAL Pemerintah

Topang Sektor Riil, BRI Sambut Positif Kebijakan Penempatan Dana SAL Pemerintah

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:13 WIB

Sebulan Beroperasi, KA Rajabasa Ekonomi Premium Layani 66.521 Penumpang, Hubungkan Sumsel-Lampung

Sebulan Beroperasi, KA Rajabasa Ekonomi Premium Layani 66.521 Penumpang, Hubungkan Sumsel-Lampung

Sumsel | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:13 WIB

Wacana Penghapusan Batas Defisit 3 Persen Berhembus Kencang Jelang Nota Keuangan

Wacana Penghapusan Batas Defisit 3 Persen Berhembus Kencang Jelang Nota Keuangan

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:13 WIB

×