BGN Larang Siswa Bawa Pulang MBG: Makanan Tak Terpantau Bisa Berujung Keracunan

Muhamad Yasir, Lilis Varwati

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:20 WIB
BGN Larang Siswa Bawa Pulang MBG: Makanan Tak Terpantau Bisa Berujung Keracunan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono melakukan inspeksi mendadak di sejumlah SPPG di Bogor, Jumat (24/7/2026).
baca 10 detik
  • BGN melarang siswa membawa pulang makanan program MBG guna mencegah risiko keracunan.
  • Kepala BGN Sudaryono menyampaikan imbauan tersebut kepada pihak sekolah dan siswa.
  • Sebanyak 137 kepala dapur telah dicopot akibat pelanggaran dan kasus keracunan makanan yang terjadi di berbagai daerah.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta siswa tidak lagi membawa pulang makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari sekolah. Imbauan itu disampaikan menyusul risiko keracunan akibat perubahan kualitas makanan setelah keluar dari pengawasan penyelenggara.

Kepala BGN Sudaryono meminta pihak sekolah dan guru memastikan menu MBG dikonsumsi sesuai waktu dan tempat yang telah ditentukan.

“Kami mengimbau kepada para siswa, dan juga memohon kepada bapak ibu guru untuk memberitahu kepada peserta didik, siswa-siswa di kelasnya, untuk kemudian tidak membawa pulang menu makanan MBG ke rumah,” ujar Sudaryono kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, makanan yang dibawa pulang tidak lagi dapat dipastikan kualitas maupun cara penyimpanannya.

Risiko muncul ketika makanan tidak langsung dikonsumsi, mengalami perubahan kondisi, lalu dimakan kembali setelah berada di luar pengawasan penyelenggara MBG.

“Karena makanan yang dibawa pulang ke rumah, kita tidak tahu kualitasnya, tidak tahu kerusakannya yang bisa jadi dikhawatirkan menimbulkan keracunan bagi siswa yang mengonsumsi,” jelasnya.

BGN bahkan menemukan sejumlah kasus ketika makanan MBG yang dibawa pulang turut dikonsumsi anggota keluarga. Dalam beberapa kejadian dugaan keracunan, orang tua siswa disebut ikut mengalami gejala setelah menyantap makanan yang semestinya dikonsumsi di sekolah.

Karena itu, BGN meminta sekolah dan tenaga pendidik memberikan pemahaman kepada para siswa agar makanan MBG dikonsumsi tepat waktu dan tidak dibawa pulang.

Siswa yang diduga keracunan hidangan makan bergizi gratis (MBG) menjalani perawatan medis di Gedung Serba Guna (GSG) Kantor Desa Cibodas, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (29/10/2025). [ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz]
Siswa yang diduga keracunan hidangan makan bergizi gratis (MBG) menjalani perawatan medis di Gedung Serba Guna (GSG) Kantor Desa Cibodas, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (29/10/2025). [ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz]

Kejadian Fatal

baca juga

Imbauan tersebut muncul ketika BGN tengah memperketat pengawasan terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG.

Kasus keracunan kini tidak lagi hanya dikategorikan sebagai kejadian menonjol, melainkan kejadian fatal karena menyangkut keselamatan dan kesehatan penerima manfaat.

BGN menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap kasus keracunan.

Dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi sumber kejadian dapat langsung dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium.

Penanganan kemudian mencakup evaluasi standar higienitas, proses pengolahan makanan, penyimpanan, distribusi, serta pemeriksaan terhadap para petugas yang bertanggung jawab di dapur.

Kepala dapur atau Kepala SPPG juga dapat dicopot apabila ditemukan pelanggaran. Langkah penindakan itu sudah dilakukan terhadap ratusan pengelola dapur MBG.

Hingga awal Agustus 2026, Sudaryono menyebut sebanyak 137 kepala dapur telah dicopot karena berbagai pelanggaran, mulai dari kasus keracunan, indisipliner hingga dugaan penyalahgunaan dana.

Salah satu kasus yang menjadi sorotan terjadi di SMKN 6 Semarang. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang, sebanyak 707 siswa dan guru mengalami gejala dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu MBG.

Penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Dugaan awal sempat mengarah pada sejumlah bahan makanan serta proses memasak yang dilakukan terlalu dini sebelum makanan didistribusikan.

Kasus tersebut menjadi alarm bagi pelaksanaan program MBG yang terus diperluas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudaryono Jawab Soal Bisulan Karena Telur: Saya Sengaja Pancing Ahli Gizi!

Sudaryono Jawab Soal Bisulan Karena Telur: Saya Sengaja Pancing Ahli Gizi!

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:59 WIB

Membahayakan! 950 Dapur MBG Terancam Ditutup Permanen karena Tak Higienis

Membahayakan! 950 Dapur MBG Terancam Ditutup Permanen karena Tak Higienis

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Terkini

Review Film Hope, Teror Makhluk Misterius di Desa Terpencil

Review Film Hope, Teror Makhluk Misterius di Desa Terpencil

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 16:30 WIB

Jejak 'Plesiran' Napi Korupsi: Dari Gayus Tambunan hingga Setya Novanto

Jejak 'Plesiran' Napi Korupsi: Dari Gayus Tambunan hingga Setya Novanto

News | Sabtu, 26 September 2026 | 16:24 WIB

5 Cara Sterilkan Puff Cushion Setelah Dipakai di Kulit Berjerawat Aktif agar Tetap Higienis

5 Cara Sterilkan Puff Cushion Setelah Dipakai di Kulit Berjerawat Aktif agar Tetap Higienis

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 16:20 WIB

Sinopsis Emergency Room 24 Hours 6, Drama Medis Dibintangi Eguchi Yosuke

Sinopsis Emergency Room 24 Hours 6, Drama Medis Dibintangi Eguchi Yosuke

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 16:15 WIB

Kenapa Air Fryer Tidak Panas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Air Fryer Tidak Panas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 16:05 WIB

Ulasan Film Agensi Rumah Tangga: Angkat Isu Sosial Lewat Tawa Menyegarkan

Ulasan Film Agensi Rumah Tangga: Angkat Isu Sosial Lewat Tawa Menyegarkan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 16:00 WIB

3 Rekomendasi Tablet Tipis 2026, dari yang Terjangkau hingga Premium

3 Rekomendasi Tablet Tipis 2026, dari yang Terjangkau hingga Premium

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 15:55 WIB

Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist di Film Lobang Buaya, Dalangnya Bikin Penonton Terkecoh

Hanung Bramantyo Siapkan Plot Twist di Film Lobang Buaya, Dalangnya Bikin Penonton Terkecoh

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 15:53 WIB

Harga Minyak Dunia Kembali Naik, WFH Bakal Diterapkan Lagi?

Harga Minyak Dunia Kembali Naik, WFH Bakal Diterapkan Lagi?

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 15:52 WIB

Ombudsman Sidak Mendadak, Lapas Cibinong Bikin Publik Terbelalak

Ombudsman Sidak Mendadak, Lapas Cibinong Bikin Publik Terbelalak

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 15:50 WIB

×