Jangan Cuma Bangun Gedung! Sekolah Rakyat Harus Fokus pada Kualitas dan Akses

Muhamad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:40 WIB
Jangan Cuma Bangun Gedung! Sekolah Rakyat Harus Fokus pada Kualitas dan Akses
Sekolah rakyat. [Ist]
baca 10 detik
  • Dosen UMY Suryanto menilai pemerintah harus memperhatikan perubahan demografi daripada sekadar membangun gedung sekolah baru.
  • Pemerintah didorong menggunakan data desa untuk memetakan kapasitas sekolah demi mengatasi masalah distribusi, keterjangkauan, dan kualitas pendidikan.
  • Program Sekolah Rakyat dinilai efektif membantu keluarga miskin ekstrem asalkan memiliki tata kelola ketat dan berfokus pada kualitas.

Suara.com - Pemerintah diminta tidak terjebak menjadikan pembangunan gedung sebagai solusi utama dalam pengembangan program Sekolah Rakyat. Perubahan demografi dan menurunnya jumlah anak usia sekolah menuntut perencanaan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

Dosen Fakultas Pendidikan dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Suryanto, mengatakan persoalan pendidikan saat ini bukan hanya soal ketersediaan ruang kelas, tetapi juga pemerataan akses, keterjangkauan, kualitas, dan keadilan sosial.

"Penurunan jumlah anak usia sekolah bisa terjadi bersamaan dengan keterbatasan akses pendidikan layak, yang kita hadapi adalah persoalan distribusi, keterjangkauan, kualitas, dan keadilan sosial," kata Suryanto dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Menurut Suryanto, perubahan demografi harus menjadi dasar pemerintah dalam merencanakan pembangunan pendidikan.

Data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 menunjukkan tingkat fertilitas Indonesia berada pada angka 2,13 anak per perempuan. Sementara proporsi penduduk lanjut usia telah mencapai 11,97 persen.

Ia mengatakan penurunan jumlah peserta didik tidak terjadi secara merata. Sejumlah daerah mengalami penyusutan murid, sedangkan kawasan perkotaan dan wilayah industri masih berpotensi mengalami pertumbuhan.

Karena itu, pemerintah perlu menggunakan data hingga tingkat desa dan kecamatan dalam menentukan kebutuhan sekolah, bukan hanya mengandalkan data nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau proyek Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya pada Sabtu (1/8/2026). [Dok. Kemenkeu]
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau proyek Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya pada Sabtu (1/8/2026). [Dok. Kemenkeu]

Suryanto juga meminta pemerintah memetakan kapasitas sekolah yang sudah tersedia dan membuat proyeksi jumlah murid hingga 20 tahun mendatang sebelum membangun gedung baru.

Ia mengusulkan konsep sekolah klaster, yakni satu sekolah utama menjadi pusat layanan pendidikan sementara sekolah kecil di sekitarnya berfungsi sebagai satelit pembelajaran.

baca juga

Di sisi lain, Suryanto menilai Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem karena model sekolah berasrama tidak hanya memberikan pendidikan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan hidup peserta didik.

"Akses berarti anak mampu hadir, belajar dengan aman, dan menyelesaikan sekolah. Banyak anak terdaftar tetapi sering membolos karena terkendala biaya hidup," ujarnya.

Meski demikian, ia meminta pemerintah memperketat tata kelola dan seleksi peserta agar program tersebut tepat sasaran serta tidak menimbulkan stigma bagi penerimanya.

Suryanto menilai keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari jumlah anak yang bersekolah. Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan dasar telah mencapai 99,51 persen, tetapi kualitas pembelajaran masih menjadi persoalan.

Hasil PISA 2022 yang menunjukkan kemampuan literasi dan numerasi siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata OECD menjadi salah satu indikatornya.

Karena itu, fokus kebijakan pendidikan perlu bergeser dari pembangunan fisik menuju pemerataan kualitas. Keberhasilan Sekolah Rakyat seharusnya dilihat dari kemampuan lulusannya mendapatkan pekerjaan layak dan keluar dari kemiskinan.

"Kebijakan guru juga perlu lebih fleksibel melalui redistribusi tenaga pendidik dan pemanfaatan teknologi. Kita harus membangun ekosistem pendidikan yang memungkinkan setiap anak menemukan kemampuan terbaiknya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buku Pelajaran Indonesia Mau Dirombak, Apa Saja yang Harus Dibenahi?

Buku Pelajaran Indonesia Mau Dirombak, Apa Saja yang Harus Dibenahi?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:37 WIB

Kemensos Bentuk TP2SR, Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Kemensos Bentuk TP2SR, Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:21 WIB

Wamensos Cek Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Probolinggo, Kuansing dan Polewali Mandar

Wamensos Cek Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Probolinggo, Kuansing dan Polewali Mandar

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:24 WIB

Terkini

Apa Saja Motor Matic 150cc Paling Worth It untuk Kerja? Begini Simulasi Kreditnya

Apa Saja Motor Matic 150cc Paling Worth It untuk Kerja? Begini Simulasi Kreditnya

Otomotif | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:52 WIB

Review 3 Sepatu Lari Ortuseight Terbaik untuk Long Run, Nyaman dengan Plat Karbon

Review 3 Sepatu Lari Ortuseight Terbaik untuk Long Run, Nyaman dengan Plat Karbon

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:52 WIB

Kuaishou Gaming Resmi Juara Honor of Kings World Cup 2026

Kuaishou Gaming Resmi Juara Honor of Kings World Cup 2026

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:51 WIB

IHSG Sesi I Melesat, Ini Saham-saham yang Paling Banyak Dibeli Investor

IHSG Sesi I Melesat, Ini Saham-saham yang Paling Banyak Dibeli Investor

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:51 WIB

Hari Gajah Sedunia 2026, Domang 'si Selebriti' dan Eksistensi Gajah Nusantara

Hari Gajah Sedunia 2026, Domang 'si Selebriti' dan Eksistensi Gajah Nusantara

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:50 WIB

Cara Pakai Conditioner yang Benar, Apakah Perlu Dibilas? Ini Panduan Lengkapnya

Cara Pakai Conditioner yang Benar, Apakah Perlu Dibilas? Ini Panduan Lengkapnya

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:50 WIB

Ulasan Novel Tango & Sadimin, Dinamika Hidup Masyarakat Pinggiran Sungai

Ulasan Novel Tango & Sadimin, Dinamika Hidup Masyarakat Pinggiran Sungai

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:45 WIB

Nggak Harus Baru, 5 HP Flagship Bekas Rp2-3 Jutaan yang Masih Worth It

Nggak Harus Baru, 5 HP Flagship Bekas Rp2-3 Jutaan yang Masih Worth It

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:45 WIB

Sebut Kasus Ahok, PMII Peringatkan Pramono Anung Usai Heboh Challenge Al-Quran Berhadiah Miras

Sebut Kasus Ahok, PMII Peringatkan Pramono Anung Usai Heboh Challenge Al-Quran Berhadiah Miras

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:44 WIB

MUI Kecam Aksi Tantangan Hafalan Alquran Berhadiah Miras: Merendahkan Agama

MUI Kecam Aksi Tantangan Hafalan Alquran Berhadiah Miras: Merendahkan Agama

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:44 WIB

×