Golkar Usul Pilkada Tanpa Wakil, Kepala Daerah Bisa Tunjuk 2-3 Birokrat Senior

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:46 WIB
Golkar Usul Pilkada Tanpa Wakil, Kepala Daerah Bisa Tunjuk 2-3 Birokrat Senior
Ahmad Irawan dari Partai Golkar. (Tangkap layar)
baca 10 detik
  • Ahmad Irawan dari Partai Golkar menyetujui usulan pilkada tanpa wakil yang sebelumnya diajukan oleh Muhammad Khozin.
  • Ketidakukuhan relasi kepala daerah dan wakilnya mendorong usulan agar posisi wakil diisi melalui penunjukan langsung.
  • Penggantian kepala daerah yang berhalangan tetap perlu diatur secara matang dalam revisi undang-undang pilkada mendatang.

Suara.com - Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ahmad Irawan, memberikan respons positif terkait usulan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tanpa paket wakil kepala daerah. 

Usulan ini sebelumnya dilontarkan oleh kolega di Komisi II dari Fraksi PKB, Muhammad Khozin. 

Irawan menilai gagasan tersebut bukanlah hal yang asing dalam diskursus hukum di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa wacana ini pernah masuk dalam payung hukum sebelumnya. 

"Usulan tersebut bukan hal baru. Sebelumnya sempat pernah coba diatur dalam perppu pilkada tahun 2014," ujar Ahmad Irawan kepada wartawan, dikutip Rabu (12/8/2026). 

Politisi Golkar ini menjelaskan bahwa secara hukum, memilih kepala daerah saja tanpa wakil tidak menyalahi aturan dasar negara. 

Ia juga menyoroti fenomena keretakan hubungan antara kepala daerah dan wakilnya yang sering kali merugikan tata kelola pemerintahan di daerah. 

"Kalau memilih kepala daerah saja tanpa Wakil boleh menurut UUD 1945 dan konstitusional. Apalagi fenomena relasi kepala daerah dan wakil kepala daerah di banyak daerah banyak yang tidak harmonis. Bahkan ketidakcocokan tersebut menjadi tontonan rakyat," tuturnya. 

Lebih lanjut, Irawan mengungkapkan bahwa internal Partai Golkar sebenarnya telah melakukan kajian mendalam mengenai isu ini sejak lama. Pihaknya berencana membawa hasil kajian tersebut ke meja perundingan dengan fraksi-fraksi lain di DPR. 

"Di Golkar isu ini juga telah lama menjadi hasil kajian kami yang akan kami akan konsultasikan dengan fraksi lain saat pembahasan revisi uu pilkada," tambahnya. 

baca juga

Sebagai solusi ke depan, Irawan mengusulkan agar posisi wakil kepala daerah tidak lagi menjadi jabatan politis yang dipilih dalam Pilkada, melainkan jabatan yang diisi oleh kalangan profesional atau birokrat senior melalui penunjukan langsung oleh kepala daerah terpilih. 

"Ke depan lebih baik kita ambil saja dari birokrat senior untuk Wakil kepala daerah yang ditunjuk oleh kepala daerah terpilih. Mungkin deputi/wakil kepala daerah bisa 2-3 tergantung beban pekerjaannya," kata Irawan. 

Terkait jumlah wakil tersebut, Irawan menegaskan bahwa hal itu harus menyesuaikan dengan kondisi objektif masing-masing wilayah. 

"Iya, tergantung kebutuhan karena luas wilayah, jumlah penduduk, dll setiap daerah berbeda beda. Wakil tidak perlu dipilih, ditunjuk saja," tegasnya. 

Meski mendukung penunjukan wakil, Irawan mengingatkan bahwa ada persoalan krusial yang harus diatur secara matang, yakni mekanisme suksesi kepemimpinan jika kepala daerah definitif berhalangan tetap di tengah masa jabatan. 

"Terus perlu dipikirkan juga secara matang terkait pergantian kepala daerah yang berhalangan tetap. Apakah seperti model penggantian lembaga negara yang terbanyak kedua dan seterusnya atau pemilihan baru untuk melanjutkan sisa masa jabatan. Tapi yang dipikirkan adalah bagaimana kalau kepala daerah yang sebelumnya dipilih itu berhalangan tetap," pungkasnya. 

Sebelumnya, usulan mengenai pilkada tanpa wakil ini dilontarkan oleh anggota Komisi II DPR Fraksi PKB, Muhammad Khozin.  

Dalam rapat Komisi II DPR RI bersama Kementerian Dalam Negeri pada Kamis (30/7/2026), Khozin mengusulkan agar wakil kepala daerah cukup ditunjuk oleh kepala daerah terpilih demi menghindari posisi wakil yang hanya dijadikan alat peraup suara.  

"Solusi yang kedua seperti apa? Perbaiki Undang-Undang Pilkada-nya. Kita pilih saja kepala daerah tanpa wakil. Wakil kepala daerah cukup ditunjuk oleh kepala daerah. Ini biar tidak menjadi vote getter saja, kasihan wakil kepala daerah saat ini," kata Khozin dalam rapat tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah, Solusi Efisiensi atau Malah Berisiko?

Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah, Solusi Efisiensi atau Malah Berisiko?

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:27 WIB

Sering 'Pecah Kongsi', Haruskah Jabatan Wakil Kepala Daerah Dihapus? Ini Kata Pakar UGM

Sering 'Pecah Kongsi', Haruskah Jabatan Wakil Kepala Daerah Dihapus? Ini Kata Pakar UGM

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:23 WIB

PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya

PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Terkini

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:35 WIB

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Surakarta | Sabtu, 26 September 2026 | 19:34 WIB

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 19:13 WIB

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 19:06 WIB

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

News | Sabtu, 26 September 2026 | 19:05 WIB

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Video | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 18:59 WIB

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:55 WIB

Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober

Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:50 WIB

×