Tak Ada Luka Kekerasan di Jasad Sutrimo, Tim Forensik Telusuri Dugaan Tewas Diracun

Muhamad Yasir

Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:38 WIB
Tak Ada Luka Kekerasan di Jasad Sutrimo, Tim Forensik Telusuri Dugaan Tewas Diracun
Aktivitas ekshumasi makam Sutrimo (42) di Pemakaman Umum Bantaragung, Desa Wlahara, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Rabu (12/8/2026) [Istimewa]
baca 10 detik
  • Tim forensik selesai mengekshumasi jasad Sutrimo di Banyumas pada Rabu (12/8/2026).
  • Pemeriksaan visual tidak menemukan tanda kekerasan, namun penyebab kematian menunggu hasil uji laboratorium.
  • Polda Metro Jaya meningkatkan kasus kematian ini ke tahap penyidikan berdasarkan laporan kepolisian.

Suara.com - Tim forensik tidak menemukan tanda-tanda luka akibat kekerasan tumpul maupun tajam pada jasad Sutrimo yang diekshumasi di Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8/2026).

Namun, penyebab kematian belum dapat disimpulkan karena tim masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi, histopatologi, dan DNA.

Ketua Tim Forensik, Prof. Dr. dr. Ahmad Yudianto mengatakan pemeriksaan luar dan dalam terhadap jenazah Sutrimo tidak menemukan tanda kekerasan yang terlihat secara visual.

Karena itu, tim mengambil puluhan sampel dari berbagai bagian tubuh untuk mencari penyebab kematian secara ilmiah.

"Dari hasil pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam, secara visual kami tidak mendapatkan tanda-tanda luka yang di mana diakibatkan oleh karena kekerasan tumpul maupun kekerasan tajam. Untuk itu kami melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengambil sampel-sampel untuk memastikan, mencari penyebab pasti kematian," kata Yudi.

Salah satu pemeriksaan yang menjadi perhatian adalah toksikologi untuk mendeteksi kemungkinan adanya racun atau zat lain dalam tubuh Sutrimo.

"Pemeriksaan toksikologi yaitu untuk mencari apakah adanya racun dan lain sebagainya, nanti akan dilakukan oleh Puslabfor," jelasnya.

Pihak kepolisian melakukan penjagaan di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bantaragung, tempat peristirahatan terakhir Sutrimo, saat petugas tengah melakukan proses ekshumasi (pembongkaran makam). (Suara.com/Adi Kurniawan)
Pihak kepolisian melakukan penjagaan di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bantaragung, tempat peristirahatan terakhir Sutrimo, saat petugas tengah melakukan proses ekshumasi (pembongkaran makam). (Suara.com/Adi Kurniawan)

Sampel dari Kepala hingga Organ Dalam

Tim forensik mengambil sampel dari hampir seluruh bagian tubuh Sutrimo, mulai dari kepala hingga bagian tubuh bawah. Sampel tersebut mencakup jaringan kulit yang dicurigai mengalami kelainan, swab, serta organ dalam seperti lambung dan jantung.

baca juga

Pemeriksaan laboratorium juga akan meliputi histopatologi untuk memeriksa jaringan, toksikologi untuk mendeteksi kemungkinan racun, serta DNA untuk membantu proses identifikasi dan pendalaman penyebab kematian.

Yudi memperkirakan seluruh pemeriksaan laboratorium membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu.

Tim juga menindaklanjuti informasi bahwa Sutrimo sempat mengeluarkan buih dari mulut dan hidung saat ditemukan meninggal. Namun, saat ekshumasi dilakukan, buih tersebut sudah tidak ditemukan.

"Tapi kami mencoba melakukan tadi, pemisahan laboratorium mengambil dengan cara men-swab, apakah di situ masih ada sisa-sisa dari yang terkandung dari ini. Kita tunggu dari hasil laboratorium tersebut, apakah itu dari toksikologi ataupun dari pemeriksaan DNA-nya ataupun dari pemeriksaan histopatologinya," tutur Yudi.

Kondisi jenazah yang telah dimakamkan selama hampir tiga pekan juga menjadi tantangan tersendiri. Menurut Yudi, jasad Sutrimo sudah memasuki tahap pembusukan lanjut sehingga pemeriksaan visual tidak cukup untuk mengungkap penyebab kematian.

Polisi Tunggu Hasil Laboratorium

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekshumasi Sutrimo Dipimpin dr Hastry dan dr Yudianto, Jasad Diperiksa hingga Bagian Dalam

Ekshumasi Sutrimo Dipimpin dr Hastry dan dr Yudianto, Jasad Diperiksa hingga Bagian Dalam

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Ekshumasi Sutrimo Digelar Tanpa Keluarga, Kuasa Hukum: Mereka Tak Kuat Lihat Jasad

Ekshumasi Sutrimo Digelar Tanpa Keluarga, Kuasa Hukum: Mereka Tak Kuat Lihat Jasad

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:38 WIB

Titik Balik Kasus Kematian Sutrimo: Mengapa Keluarga Akhirnya Memilih Lapor Polisi?

Titik Balik Kasus Kematian Sutrimo: Mengapa Keluarga Akhirnya Memilih Lapor Polisi?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Terkini

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

Terungkap, Uang Ratusan Juta di Kanwil BPN Jatim Berasal dari Pemohon Layanan dan Setoran Kantah

Terungkap, Uang Ratusan Juta di Kanwil BPN Jatim Berasal dari Pemohon Layanan dan Setoran Kantah

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:11 WIB

Suahasil Janji Kasih Bunga KPR Murah ke Warga RI Penghasilan Rendah

Suahasil Janji Kasih Bunga KPR Murah ke Warga RI Penghasilan Rendah

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:09 WIB

Kesehatan Remaja Jadi Perhatian, Pencegahan Penyakit Tidak Menular Didorong Sejak Dini

Kesehatan Remaja Jadi Perhatian, Pencegahan Penyakit Tidak Menular Didorong Sejak Dini

Health | Jum'at, 25 September 2026 | 22:08 WIB

×