Salju Abadi Puncak Jaya Hampir Punah, Apa yang Terjadi pada Gletser Papua?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:05 WIB
Salju Abadi Puncak Jaya Hampir Punah, Apa yang Terjadi pada Gletser Papua?
Sumber: BMKG

Suara.com - Gletser Puncak Jaya di Papua terus mengalami penyusutan. Lapisan es yang selama ini dikenal sebagai “salju abadi” Indonesia tersebut kini hanya tersisa sekitar 2 persen dari luasnya pada 1988.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), luas gletser Puncak Jaya mencapai sekitar 4,3 kilometer persegi pada 1988. Pada September 2025, luasnya tinggal sekitar 0,09 kilometer persegi.

BMKG memperkirakan gletser tersebut dapat hilang sepenuhnya pada akhir 2026 atau awal 2027 jika laju penyusutan berlanjut.

Mengapa Gletser Puncak Jaya Menyusut?

Gletser merupakan massa es yang terbentuk dari akumulasi salju dalam jangka panjang. Di wilayah tropis, keberadaannya hanya ditemukan pada sejumlah kawasan pegunungan dengan ketinggian sangat tinggi, termasuk Puncak Jaya di Pegunungan Sudirman.

Penyusutan gletser Puncak Jaya berkaitan dengan perubahan suhu dan kondisi iklim.

Dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), Emilya Nurjani, menjelaskan bahwa penyusutan gletser terjadi dari sisi luas maupun ketebalan. Fenomena serupa juga terjadi pada gletser tropis di Gunung Kilimanjaro, Afrika.

BMKG menyebut perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pencairan gletser Puncak Jaya. Fenomena El Nino juga dapat mempercepat pencairan karena meningkatkan suhu dan menyebabkan kondisi yang lebih kering.

Ketika jumlah es yang mencair lebih besar dibandingkan akumulasi salju baru, massa gletser akan terus berkurang.

baca juga

Penyusutan Terjadi dalam Hitungan Dekade

Penelitian UGM yang diterbitkan pada 2025 turut menunjukkan perubahan luas gletser Pegunungan Jayawijaya.

Dengan menggunakan citra satelit Landsat, penelitian tersebut menganalisis perubahan gletser selama periode 1995 hingga 2023. Hasilnya menunjukkan sekitar 95,95 persen luas gletser telah hilang selama periode pengamatan.

Data tersebut menunjukkan penyusutan gletser berlangsung secara konsisten dalam rentang puluhan tahun.

Gletser Puncak Jaya juga memiliki nilai penting bagi penelitian iklim. Inti es dari kawasan tersebut pernah digunakan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi iklim masa lalu.

Jika gletser menghilang, sumber data alami untuk penelitian juga ikut berkurang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temukan 36 Selongsong Peluru, Komanas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran HAM Operasi Kembru

Temukan 36 Selongsong Peluru, Komanas HAM Dalami Dugaan Pelanggaran HAM Operasi Kembru

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:20 WIB

El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?

El Nino Menguat di Tengah Krisis Iklim, Apa Dampaknya bagi Dunia?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Menteri LH Sentil World Bank buntut Tarik Dana Iklim 70 Juta USD dari Jambi

Menteri LH Sentil World Bank buntut Tarik Dana Iklim 70 Juta USD dari Jambi

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:03 WIB

Terkini

Dua Terduga Pelaku Penistaan Agama Konser Musik Ancol Ditangkap, Status Segera Tersangka

Dua Terduga Pelaku Penistaan Agama Konser Musik Ancol Ditangkap, Status Segera Tersangka

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Serahkan Beasiswa Santri, Taj Yasin Dorong Integrasi STEM dan Nilai Pesantren

Serahkan Beasiswa Santri, Taj Yasin Dorong Integrasi STEM dan Nilai Pesantren

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Kaesang Incar Dapil Jateng V yang Jadi Basis PDIP, Begini Respons Santai Puan

Kaesang Incar Dapil Jateng V yang Jadi Basis PDIP, Begini Respons Santai Puan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Jangan Andalkan APBD! Ini Strategi Media Lokal Hadapi Badai Efisiensi

Jangan Andalkan APBD! Ini Strategi Media Lokal Hadapi Badai Efisiensi

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Salju Abadi Puncak Jaya Hampir Punah, Apa yang Terjadi pada Gletser Papua?

Salju Abadi Puncak Jaya Hampir Punah, Apa yang Terjadi pada Gletser Papua?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Tren Ngopi Makin Eksploratif, Dua Kreasi Ini Bikin Ritual Kopi di Rumah Lebih Seru

Tren Ngopi Makin Eksploratif, Dua Kreasi Ini Bikin Ritual Kopi di Rumah Lebih Seru

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:03 WIB

Dampak Domino AI di Depan Mata: Panduan Cerdas Beli Gadget Sebelum Harga Makin 'Gila'

Dampak Domino AI di Depan Mata: Panduan Cerdas Beli Gadget Sebelum Harga Makin 'Gila'

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:02 WIB

Berkat Beasiswa Pemprov Jateng, Santri Ini Bisa Kuliah di Kedokteran Gigi

Berkat Beasiswa Pemprov Jateng, Santri Ini Bisa Kuliah di Kedokteran Gigi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:02 WIB

BRI Dominasi Penyaluran KUR di Lampung Sepanjang Semester I 2026

BRI Dominasi Penyaluran KUR di Lampung Sepanjang Semester I 2026

Bri | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:01 WIB

HUT RI ke-81: KAI Beri Diskon Tiket Ekonomi 17 Persen, Berlaku Mulai 14 Agustus 2026

HUT RI ke-81: KAI Beri Diskon Tiket Ekonomi 17 Persen, Berlaku Mulai 14 Agustus 2026

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×