- Polres Metro Jakarta Utara menangkap dua terduga pelaku penistaan agama berinisial R dan E di Ancol pada Minggu (9/8).
- MUI Kecamatan Pademangan secara resmi melaporkan insiden penistaan agama tersebut kepada pihak kepolisian pada Senin (10/8).
- Kepolisian memeriksa enam orang saksi serta mengamankan barang bukti untuk segera meningkatkan status kasus ke tahap penyidikan.
Suara.com - Polres Metro Jakarta Utara menangkap dua orang yang diduga sebagai pelaku penistaan agama saat Festival Musik “The Sounds Project" di kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada Minggu (9/8).
“Kami mengamankan dua orang yakni perempuan berinisial R dan seorang pria berinisial E,” kata Plh Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Oki Waskito di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Saat ini keduanya sudah berada di Mapolrestro Jakarta Utara dan akan dilakukan gelar perkara. “Malam ini atau besok sudah ada peningkatan status menjadi proses sidik,” kata dia.
Setelah kasus dugaan penistaan agama yang terjadi di kawasan Ancol,Jakarta Utara pada Minggu (9/8) dan viral pada Senin (10/8), pihaknya berharap ada pihak yang melaporkan kasus dugaan penistaan tersebut.
Akhirnya, MUI Kecamatan Pademangan melapor pada Senin (10/8) dan berdasarkan laporan tersebut dituangkan dalam laporan polisi.
Berdasarkan laporan polisi, pihaknya melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti autentik aksi penistaan tersebut.
“Kami telah memeriksa enam orang saksi dalam kasus ini dan semua masih berproses,” kata Oki.
Diketahui, aksi tantangan hafalan Surat Ad-Dhuha berhadiah minuman keras kepada penonton konser The Sound Project viral di sosial media.
Dalam potongan video yang diunggah akun Instagram Ustaz Dr. Hilmi Firdausi @hilmi.firdausi, tampak seorang perempuan mengikuti tantangan tersebut di booth brand miras.
Perempuan itu kemudian membacakan Surat Ad-Dhuha dari awal hingga akhir tanpa terlihat terputus.
Setelah perempuan tersebut berhasil menyelesaikan hafalannya, sejumlah sales dan laki-laki yang berada di booth langsung bersorak dan meramaikan suasana.
Salah satu pembawa acara yang ada di booth itu kemudian menanyakan identitas wanita tersebut.
"Temannya mana, temannya yang membacakan surat tadi (Surat Ad Dhuha) mana?. Mau apa mau apa temennya? Pesen," kata perempuan tersebut.
Sementara itu, pihak penyelenggara konser The Sounds Project melalui akun media sosial resminya telah menyatakan sikap kecaman atas kejadian yang terjadi di salah satu booth sponsor, yakni Newport, pada tanggal 9 Agustus 2026.
“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun,” tulis keterangan resmi dari The Sounds Project.
“Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara,” sambungnya.