- KMP Putri Yasmin terbakar di perairan Selat Lombok dalam perjalanan dari Bali menuju Lombok pada Rabu dini hari.
- Kantor SAR Mataram menyatakan total korban yang berhasil dievakuasi hingga Rabu malam bertambah menjadi 212 orang.
- Tim SAR gabungan mengerahkan enam kapal dan akan melanjutkan operasi pencarian lanjutan pada Kamis, 13 Agustus.
Suara.com - Jumlah orang yang berhasil dievakuasi dari KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok bertambah menjadi 212 orang hingga Rabu malam.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan, tambahan 39 orang berhasil dievakuasi oleh KMP Pratama Kalyani yang kemudian membawa mereka menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.
"Totalnya 212," kata Hariyadi di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Rabu malam.
Sebelumnya, tim SAR gabungan mencatat 173 orang telah dievakuasi dari kapal yang terbakar tersebut. Dari jumlah itu, 172 orang dilaporkan selamat dan satu orang meninggal dunia.
Dengan tambahan 39 orang yang dievakuasi KMP Pratama Kalyani, jumlah orang yang telah berhasil diselamatkan mencapai 212 orang.
"Untuk yang ada di kapal 39 orang itu masih di Kapal Pratama Kalyani sedang menuju ke Lembar. Kebetulan dari Lembar juga, dari perusahaan yang sama. Ikut membantu pencarian," katanya.
SAR Masih Buka Kemungkinan Ada Korban Belum Ditemukan
Hariyadi mengatakan tim SAR gabungan mengerahkan enam kapal dari berbagai unsur untuk melakukan pencarian setelah menerima laporan kebakaran KMP Putri Yasmin sekitar pukul 04.30 WITA.
"Yang pertama itu ada enam kapal yang kita gerakkan ke lokasi. Dari total laporan awal yang kita terima sesuai dengan apa yang disampaikan oleh kementerian, 173 dengan satu meninggal," katanya.
Meski jumlah orang yang telah dievakuasi terus bertambah, SAR belum dapat memastikan apakah masih ada penumpang atau awak kapal yang belum ditemukan.
Hal itu karena data pasti mengenai jumlah penumpang dan manifes kapal menjadi kewenangan pihak perusahaan.
"Kami belum bisa memastikan terkait dengan data korban. Itu ada kewenangan dari pihak perusahaan," katanya.
Untuk memastikan kemungkinan adanya korban lain, operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Kamis (13/8). Tim SAR juga akan menindaklanjuti laporan dari keluarga yang hingga kini belum memperoleh informasi mengenai anggota keluarganya.
"Besok kita juga tetap upayakan pencarian, karena 'golden time' pencarian itu tiga hari. Kita lakukan pencarian terus selama masih ada pengaduan, kita tetap melakukan pencarian," katanya.
Pencarian lanjutan akan mempertimbangkan kondisi cuaca dan situasi di perairan Selat Lombok.
"Kita akan lakukan pencarian dengan menyesuaikan kondisi cuaca yang ada di lapangan besok," katanya.
KMP Putri Yasmin diketahui terbakar saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, pada Rabu dini hari.