Siapa Atef Najib? Eks Petinggi Suriah yang Dijatuhi Hukuman Mati Bersama Bashar al-Assad

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:21 WIB
Siapa Atef Najib? Eks Petinggi Suriah yang Dijatuhi Hukuman Mati Bersama Bashar al-Assad
Pengadilan Damaskus menjatuhkan vonis mati kepada mantan pejabat keamanan Atef Najib atas kejahatan kemanusiaan. (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Pengadilan Damaskus menjatuhkan vonis mati kepada mantan pejabat keamanan Suriah, Atef Najib.
  • Atef Najib terbukti bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan dan penyiksaan massal di Deraa.
  • Persidangan ini menjadi preseden sejarah baru bagi sistem keadilan transisi Suriah pasca-Assad.

Bagaimana Dampak Putusan Ini Bagi Masa Depan Hukum Suriah?

Putusan tegas ini meletakkan fondasi yuridis baru bagi ribuan gugatan kejahatan perang yang masih mengantre di meja hijau. Para pengamat menilai keberhasilan sidang ini menentukan arah rekonsiliasi nasional pascakonflik.

Masyarakat yang berkumpul di luar ruang sidang meluapkan rasa lega atas ketegasan vonis yang dijatuhkan hakim. Langkah ini dinilai sebagai awal pembersihan warisan kediktatoran yang mencengkeram Suriah selama lebih dari lima dekade.

“Apa yang dipertaruhkan dalam proses hukum ini tidak terbatas pada pertanyaan apakah Najib akan dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya... Sebaliknya, signifikansi sejati dari persidangan ini terletak pada landasan hukum dari rekam jejak peradilan yang akan ditinggalkan oleh proses hukum ini,” tulis Fadel Abdulghany, pendiri dan kepala Syrian Network for Human Rights.

“Negara ini telah berusaha merekonsiliasi lebih dari lima dekade kediktatoran yang dipimpin oleh keluarga al-Assad selama sekitar 18 bulan terakhir,” tambah Hitto.

Konflik bersenjata Suriah bermula dari aksi demonstrasi damai menuntut reformasi politik di Deraa pada Maret 2011. Penanganan represif aparat keamanan memicu eskalasi militer hingga berkembang menjadi perang saudara berskala penuh selama 14 tahun.

Rezim dinasti al-Assad telah memegang kekuasaan otoriter sejak Hafez al-Assad mengambil alih kepemimpinan pada 1970, sebelum dilanjutkan Bashar al-Assad pada 2000. Kekuasaan puluhan tahun tersebut berakhir seketika pada awal Desember 2024 saat koalisi oposisi bersenjata merebut ibu kota Damaskus.

Pasca-runtuhnya pemerintah pusat, Bashar al-Assad beserta keluarga intinya melarikan diri dan mengasingkan diri di Moskow di bawah pengawasan ketat pemerintah Rusia. Sementara itu, otoritas transisi di Damaskus mulai mengambil alih kendali negara dan memulai proses peradilan bagi para mantan pejabat rezim.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina

Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina

News | Sabtu, 25 April 2026 | 06:34 WIB

Potret Pengungsi Perang Suriah dalam As Long as the Lemon Trees Grow

Potret Pengungsi Perang Suriah dalam As Long as the Lemon Trees Grow

Your Say | Minggu, 01 Maret 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:56 WIB

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 20:49 WIB

×