- Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengecam keras kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Pulau Iturup yang disengketakan.
- Putin mengunjungi Pulau Iturup setelah menyaksikan latihan Armada Pasifik Rusia dari kapal penjelajah pembawa rudal Varyag.
- Sengketa Kepulauan Kuril berakar dari akhir Perang Dunia II ketika Uni Soviet mengambil alih wilayah tersebut.
Suara.com - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi melontarkan kecaman keras terhadap kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Pulau Iturup, salah satu wilayah Kepulauan Kuril yang masih disengketakan kedua negara.
Takaichi menegaskan Jepang tetap menganggap wilayah tersebut sebagai bagian dari negaranya.
Tokyo juga memperingatkan akan mempertimbangkan langkah yang dianggap tepat sebagai respons atas kunjungan Putin.
“Sebagai pemerintah Jepang, kami telah berulang kali meminta pihak Rusia agar presiden tidak mengunjungi Wilayah Utara. Namun, kami memprotes keras kunjungan Presiden Putin ke Pulau Etorofu (Iturup) hari ini,” kata Takaichi seperti dinukil dari AFP.
Takaichi Sebut Kunjungan Putin Tak Bisa Diterima
Takaichi secara tegas menyebut Kepulauan Kuril bagian selatan sebagai Wilayah Utara yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Jepang, baik secara historis maupun berdasarkan klaim hukum internasional Tokyo.
“Wilayah Utara merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Jepang, baik secara historis maupun secara hukum berdasarkan hukum internasional,” ujarnya.
Menurut Takaichi, kunjungan Putin bertentangan dengan sikap Jepang selama ini terkait sengketa wilayah tersebut.
![Jepang-Rusia Memanas! Kunjungan Putin dengan Kapal Perang ke Kuril Bikin Tokyo Murka [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/13/44524-kepulauan-kuril.jpg)
Ia juga menilai tindakan tersebut melukai perasaan masyarakat Jepang.
“Kunjungan terakhir Presiden Rusia saat ini ke Pulau Etorofu bertentangan dengan posisi Jepang yang konsisten mengenai Wilayah Utara. Selain itu, hal tersebut melukai perasaan rakyat Jepang dan sama sekali tidak dapat diterima,” tegasnya.
Kunjungan Putin juga dinilai berpotensi semakin memperburuk hubungan Tokyo dan Moskow yang telah mengalami ketegangan sejak Rusia menginvasi Ukraina.
Putin Datang dengan Kapal Perang Rusia
Kunjungan Putin ke Iturup memiliki muatan simbolis dan militer yang kuat.
Sebelumnya, Putin berada di Pulau Sakhalin dan menyaksikan latihan Armada Pasifik Rusia dari kapal penjelajah pembawa rudal Varyag.
Dalam rangkaian kunjungannya, Putin kemudian mendatangi sejumlah fasilitas di Iturup, termasuk pabrik pengolahan ikan, rumah sakit, dan sekolah.
Ia juga bertemu dengan sejumlah warga serta Gubernur Sakhalin Valery Limarenko.
Putin bahkan menyampaikan pesan kepada para pelaut Rusia yang bertugas di kawasan tersebut.
Ia menyebut posisi mereka memiliki kemiripan dengan pasukan Rusia yang berada di garis depan konflik Ukraina.
Sengketa Berakar dari Perang Dunia II
Sengketa Kepulauan Kuril berakar dari akhir Perang Dunia II.
Uni Soviet mengambil alih sejumlah pulau di kawasan tersebut dan sejak itu Jepang terus mengklaim empat pulau paling selatan sebagai wilayahnya.
Empat pulau tersebut dikenal Jepang sebagai Wilayah Utara, sedangkan Rusia menyebutnya sebagai bagian dari Kuril Selatan.
Sengketa ini menjadi salah satu alasan Jepang dan Rusia tidak pernah menandatangani perjanjian damai formal setelah Perang Dunia II.
Tokyo sebelumnya juga memprotes kunjungan pejabat tinggi Rusia ke wilayah tersebut.
Pada 2021, Jepang mengecam kunjungan Perdana Menteri Rusia saat itu, Mikhail Mishustin.
Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia juga terus memperkuat kehadiran militernya di Kepulauan Kuril.
Kondisi tersebut semakin memperumit upaya diplomatik kedua negara untuk menyelesaikan sengketa.