Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:52 WIB
Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang
Ilustrasi kilang minyak Arab Saudi (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Arab Saudi berhasil mengalihkan ekspor minyak ke Laut Merah untuk menghindari Selat Hormuz.
  • Uni Emirat Arab dan negara Teluk lain masih rentan terhadap ancaman serangan militer.
  • Pembangunan rute pipa baru membutuhkan biaya sangat mahal dan waktu bertahun-tahun.

"Intinya adalah proyek-proyek ini tidak dapat menyelesaikan masalah mendesak di pasar minyak," kata Mansour. Selain faktor biaya, jalur Laut Merah juga menghadapi ancaman keamanan di Selat Bab al-Mandab akibat serangan kelompok Houthi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyuarakan perlunya jalur alternatif alih-alih melewati titik kemacetan Selat Hormuz dan Selat Bab-al-Mandab agar aliran minyak tetap berjalan.

Menurut laporan The Times of Israel, ia mengusulkan pipa minyak, pipa gas yang menuju ke barat melintasi Semenanjung Arab hingga ke Israel, tepat sampai ke pelabuhan Laut Tengah kami.

Mengapa Negara Kecil Teluk Sangat Tergantung pada Hormuz?

Netanyahu meyakini jaringan pipa melintasi Semenanjung Arab membuat negara-negara baru saja menghilangkan titik kemacetan untuk selamanya dan menegaskan gagasan tersebut pasti memungkinkan. Namun, pengamat politik Tehran Rahman Ghahremanpour menilai pipa alternatif tetap memiliki celah keamanan fatal di masa perang.

"Pipa-pipa ini dapat mengurangi dampak Selat Hormuz, tetapi di masa perang pipa-pipa itu sendiri rentan," kata Ghahremanpour kepada DW.

Ia menambahkan bahwa drone Iran maupun Houthi dapat menjangkau Fujairah hingga Laut Merah.

Kondisi ini menempatkan Qatar, Kuwait, dan Bahrain dalam posisi yang sangat rentan.

"Tidak seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, mereka tidak memiliki garis pantai di luar Teluk Persia. Setiap rute alternatif memerlukan kerja sama dengan negara lain, berpotensi melibatkan Irak, Suriah, Yordania, atau Israel," kata Ghahremanpour.

baca juga

Akibat ketiadaan garis pantai luar, ketiga negara tersebut dipastikan tetap bergantung sepenuhnya pada Selat Hormuz dalam jangka pendek. Padahal sebelum konflik pecah, sekitar 20 juta barel minyak dan produk olahannya melintasi selat ini setiap hari.

Ghahremanpour mengingatkan bahwa pipa saja tidak dapat menyelesaikan masalah karena pelabuhan, terminal, dan pipa juga bisa diserang. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan militer Amerika Serikat telah mengamankan rute navigasi.

"Kami telah membersihkan ranjau di seluruh selat," kata Donald Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Bagaimana Konflik Hormuz Memengaruhi Posisi Tawar Iran?

Penutupan selat dalam jangka panjang justru bisa berbalik merugikan posisi diplomatik dan keamanan Iran sendiri. Ghahremanpour menilai penutupan yang terlalu lama akan memicu terbentuknya koalisi internasional yang jauh lebih luas untuk melawan Tehran.

"Jika Iran menjaga Hormuz tetap tertutup terlalu lama, asumsi bahwa gangguan ini bersifat sementara bisa lenyap dan koalisi internasional yang jauh lebih luas dapat terbentuk melawan Tehran," ujar Ghahremanpour. Oleh karena itu, tujuan Iran adalah mencegah terbentuknya koalisi semacam itu.

Krisis Selat Hormuz dipicu oleh eskalasi perang yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan kekuatan regional Teluk. Ketegangan meningkat setelah pejabat Iran menutup selat dan menuntut AS mematuhi kesepakatan serta memberikan ganti rugi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Negosiasi Iran dan AS Buntu, Blokade Selat Hormuz Picu Kenaikan Harga Minyak

Negosiasi Iran dan AS Buntu, Blokade Selat Hormuz Picu Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Gaji PNS Terlambat Buntut Perang dan Krisis Minyak di Irak

Gaji PNS Terlambat Buntut Perang dan Krisis Minyak di Irak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:12 WIB

Seberapa Kuat Militer Iran di Bawah 'Dewa Perang' Baru Mohsen Rezaei?

Seberapa Kuat Militer Iran di Bawah 'Dewa Perang' Baru Mohsen Rezaei?

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang

Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:52 WIB

3 Zodiak yang Diprediksi Sukses Finansial 14 Agustus 2026, Rezeki Makin Lancar

3 Zodiak yang Diprediksi Sukses Finansial 14 Agustus 2026, Rezeki Makin Lancar

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:48 WIB

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

×