Nasib Anak Autisme di Gaza, Suara Ledakan Bom Perparah Sistem Pertahanan Saraf

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:40 WIB
Nasib Anak Autisme di Gaza, Suara Ledakan Bom Perparah Sistem Pertahanan Saraf
Serangan militer yang meluluhlantakkan Jalur Gaza tidak hanya merobohkan bangunan, tetapi juga merusak sistem pertahanan saraf anak-anak penyandang autisme. (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Perang Gaza menghancurkan fasilitas terapi dan memicu kejutan sensorik penderita autisme.

  • Kelangkaan obat saraf memperparah kejang dan kemunduran perilaku anak-anak berkebutuhan khusus.

  • Orang tua berjuang mandiri tanpa pendampingan medis pasca-hancurnya pusat pendidikan khusus Gaza.

"Ketika dipaksa tinggal di tenda di tengah ledakan yang terus-menerus, otak mereka menerima kejutan sensorik yang tidak dapat diproses. Ketakutan ini menjelma menjadi insomnia, masalah pencernaan, dan jeritan parah di mana anak kehilangan kendali sepenuhnya," tambah Abu Aoun.

Di kamp Nuseirat, Muneer al-Haj yang berusia 19 tahun mengepalkan tangan dan berjalan bolak-balik saat mendengar gempuran udara. Pemuda yang sebelumnya berbakat menggambar ini kini mengalami kejang dan jeritan histeris akibat pasokan obat penenang yang menipis.

Bagaimana Orang Tua Menghadapi Kemunduran Perilaku Anak?

Dosis obat Muneer terpaksa dipangkas menjadi setengah tablet sehari akibat blokade pasokan medis. Ayahnya, Abu Muneer, mengungkapkan betapa sulitnya menjaga stabilitas emosi sang anak dalam kondisi darurat.

"Dia dulunya berkomunikasi dan mengekspresikan dirinya dengan jelas, tetapi perang menghabiskan segalanya… ruang aman ini larut menghadapi kesulitan dan ketakutan," kata Abu Muneer.

"Dia sekarang mengajukan pertanyaan mendesak yang tidak bisa kami jawab, memasuki serangan parah jika tidak terselesaikan. Kami mencoba menenangnkannya selama pengeboman dengan mengatakan 'Tuhan akan melindungi kita', tetapi dia menyadari apa yang terjadi, mengekspresikan penderitaannya dengan mengatakan: 'Saya tanpa tempat tinggal atau tanah air,'" ungkap Abu Muneer.

"Ketiadaan ruang aman dan habisnya obat penenang mengubah upaya kami untuk menenangkan anak-anak menjadi usaha individual yang sarat ketakutan dan kebingungan," tutur Abu Muneer.

Pemutusan obat psikiatri secara mendadak menimbulkan reaksi rebound berbahaya pada kimia otak anak. Abu Aoun memperingatkan bahwa hal tersebut memicu kejang keras dan meningkatkan dorongan menyakiti diri sendiri.

Mengapa Fasilitas Pendukung dan Alat Rehabilitasi Lenyap?

baca juga

"Penghentian mendadak atau pengurangan paksa dosis obat psikiatri dan anti-kejang… menciptakan gangguan parah pada kimia otak," terang Abu Aoun.

"Ketika seorang anak dirampas obatnya atau hanya menerima setengah dosis, sistem saraf memasuki efek rebound yang parah. Kejang hebat dan konvulsi akut meningkat, mendorong tindakan menyakiti diri sendiri dan mencegah respons terhadap pelatihan perilaku," tegas Abu Aoun.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat tidak ada peralatan rehabilitasi yang diizinkan masuk ke Gaza sejak Mei 2024 hingga April tahun ini. Keadaan makin memprihatinkan setelah Pusat Pendidikan Khusus Palestina hancur total dan mantan direkturnya, Arij Abu Sultan, gugur.

Kepala Program Autisme Organisasi Dolphins, Reem Jarour, menekankan bahwa rutinitas merupakan katup pengaman neurologis bagi penderita autisme. Pengungsian mendadak menghancurkan fondasi perilaku yang telah dibangun bertahun-tahun.

"Anak autis tidak dapat bertahan hidup tanpa ekosistem yang dapat diprediksi; rutinitas adalah katup pengaman neurologis," tegas Jarour.

"Apa yang kita saksikan hari ini di Gaza adalah kehancuran total fondasi perilaku yang dibangun selama bertahun-tahun. Pengungsian mendadak mengubah pemicu lingkungan menjadi ancaman akut, menyebabkan kemunduran masif dalam keterampilan berbahasa dan sosial," pungkas Jarour.

Konfrontasi bersenjata yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menelan lebih dari 73.380 korban jiwa di Gaza. Peristiwa ini menghancurkan infrastruktur sipil, termasuk fasilitas medis dan lembaga pendidikan khusus anak berkebutuhan khusus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata

Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:28 WIB

Aktivis Perempuan Vietnam Bikin Sejarah di Jalur Gaza Usai Lakukan Ini

Aktivis Perempuan Vietnam Bikin Sejarah di Jalur Gaza Usai Lakukan Ini

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 10:41 WIB

Jet Tempur Israel Jatuhkan Bom ke Gaza, 2 Warga Palestina Luka Parah

Jet Tempur Israel Jatuhkan Bom ke Gaza, 2 Warga Palestina Luka Parah

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:19 WIB

Terkini

Mau Tukar Mata Uang Asing? BRI Money Changer Mudah Ditemukan

Mau Tukar Mata Uang Asing? BRI Money Changer Mudah Ditemukan

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 18:08 WIB

Gus Ipul Menjawab Isu Konspirasi Uang Muktamar NU Jombang: Bukan Kritik, Tapi Fitnah

Gus Ipul Menjawab Isu Konspirasi Uang Muktamar NU Jombang: Bukan Kritik, Tapi Fitnah

News | Senin, 28 September 2026 | 18:08 WIB

Butuh Tukar Valas? BRI Money Changer Hadir di Berbagai Lokasi

Butuh Tukar Valas? BRI Money Changer Hadir di Berbagai Lokasi

Malang | Senin, 28 September 2026 | 18:06 WIB

Bank Digital Tak Lagi Cuma Soal Transaksi, Jalan Kaki Kini Bisa Jadi Cara Menabung

Bank Digital Tak Lagi Cuma Soal Transaksi, Jalan Kaki Kini Bisa Jadi Cara Menabung

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 18:05 WIB

Mobil Damkar Hantam 6 Kendaraan Sekaligus di Cakung

Mobil Damkar Hantam 6 Kendaraan Sekaligus di Cakung

Bekaci | Senin, 28 September 2026 | 18:05 WIB

Penyebab Air Dispenser Galon Bawah Berbau, Ini Solusinya

Penyebab Air Dispenser Galon Bawah Berbau, Ini Solusinya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 18:05 WIB

BRI Money Changer, Tukar Valas Kini Lebih Mudah di Lokasi Terdekat

BRI Money Changer, Tukar Valas Kini Lebih Mudah di Lokasi Terdekat

Jatim | Senin, 28 September 2026 | 18:04 WIB

Short Selling BEI Mulai 1 Oktober, Modal Minimal Rp50 Juta

Short Selling BEI Mulai 1 Oktober, Modal Minimal Rp50 Juta

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 18:03 WIB

Api Biru Muncul di Gunung Papandayan, Pendakian Ditutup Sementara

Api Biru Muncul di Gunung Papandayan, Pendakian Ditutup Sementara

Foto | Senin, 28 September 2026 | 18:01 WIB

Antrean Solar Masih Mengular, Pemprov Riau Surati Pertamina Minta Tambah Kuota

Antrean Solar Masih Mengular, Pemprov Riau Surati Pertamina Minta Tambah Kuota

Riau | Senin, 28 September 2026 | 18:00 WIB

×