Aktivis Perempuan Vietnam Bikin Sejarah di Jalur Gaza Usai Lakukan Ini

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 17 Juli 2026 | 10:41 WIB
Aktivis Perempuan Vietnam Bikin Sejarah di Jalur Gaza Usai Lakukan Ini
Tieu Nguyen Bao Ngoc (Dok Tieu Nguyen Bao Ngoc)
baca 10 detik
  • Aktivis Vietnam Tieu Nguyen Bao Ngoc ditangkap militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan laut menuju Gaza.

  • Penangkapan tersebut memicu perdebatan sengit di masyarakat dan mendobrak bungkamnya media resmi pemerintah Vietnam.

  • Aksi ini memperkuat jaringan solidaritas lintas isu antara perjuangan Palestina, Rohingya, dan masyarakat Asia Tenggara.

Suara.com - Nama Tieu Nguyen Bao Ngoc mendadak ramai diperbincangkan di jagat maya Vietnam. Perempuan berusia 28 tahun asal Kota Ho Chi Minh ini tercatat sebagai satu-satunya warga negara Vietnam yang bergabung dalam Koalisi Flotilla Sumud Global (GSF).

Misi maritim internasional tersebut bertujuan menembus blokade Israel untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan langsung ke Jalur Gaza. Keberangkatan aktivis yang akrab disapa Ashley ini diumumkan 2 pekan sebelum kapal bertolak mengarungi Laut Mediterania.

Di tengah pembatasan ruang sipil oleh Partai Komunis Vietnam, keberanian Bao Ngoc menjadi fenomena langka yang menarik perhatian publik. Ia berhasil memantik simpati mendalam dari generasi muda di negaranya yang akrab dengan narasi sejarah perang.

Global Sumud Flotilla (dok. Global Sumud Flotilla)
Global Sumud Flotilla (dok. Global Sumud Flotilla)

“Sebagai orang Vietnam yang pernah merasakan penderitaan dan kejahatan perang yang sama oleh imperialis Barat, terutama AS, saya merasakan simpati yang luar biasa terhadap rakyat Palestina,” ujar Bao Ngoc kepada Republika Online dalam sebuah wawancara dari atas kapal bantuan, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (17/7/2026).

Pernyataan tersebut dengan cepat viral di Vietnam dan memicu gelombang dukungan masif di media sosial. Berbagai pesan solidaritas hingga karya seni digital didedikasikan untuk mengapresiasi keberanian sang aktivis.

Ketegangan memuncak ketika sistem pelacak kapal melaporkan bahwa armada kemanusiaan tersebut dihadang oleh militer Israel di perairan internasional. Pihak koalisi segera merilis pesan video darurat yang mengonfirmasi penangkapan Bao Ngoc oleh otoritas Israel.

Melalui video tersebut, Bao Ngoc mendesak pemerintah Vietnam untuk segera mengintervensi penahanannya. Para pendukungnya langsung bergerak cepat membanjiri ruang digital dengan tuntutan pembebasan.

Anehnya, media-media utama yang dikontrol pemerintah Vietnam memilih bungkam selama 2 hari masa penahanan Bao Ngoc. Sikap ini sangat kontras dengan respons cepat dari negara tetangga seperti Malaysia dan Indonesia yang langsung mengecam tindakan Israel.

Ketidakhadiran informasi resmi mendorong publik untuk mengambil tindakan mandiri secara masif. Ribuan petisi elektronik dikirimkan langsung ke Kedutaan Besar Vietnam di Israel demi mendesak langkah penyelamatan.

baca juga

Aksi ini justru memicu reaksi keras dari kelompok pengagum pemerintah yang menuduh gerakan tersebut merusak citra nasional. Kelompok oposisi digital bahkan menebar teori konspirasi yang meragukan keaslian paspor Vietnam milik Bao Ngoc.

Kementerian luar negeri Vietnam akhirnya memutus kesunyian dengan menyatakan telah mengupayakan pembebasan Bao Ngoc menuju Istanbul, Turkiye. Pengamat sejarah diplomasi menyebut insiden intervensi warga negara dalam aksi politik di luar negeri ini sebagai peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dukungan kuat masyarakat kepada Bao Ngoc berakar pada memori kolektif bangsa Vietnam terhadap trauma masa lalu. Meskipun generasi muda saat ini tidak mengalami perang secara langsung, identitas budaya mereka tetap dibentuk oleh narasi perjuangan melawan kolonialisme.

Bao Ngoc berhasil menarik benang merah antara sejarah kelam perang Vietnam dan situasi kemanusiaan di Palestina hari ini. Komitmennya yang bersedia mempertaruhkan keselamatan pribadi telah menginspirasi banyak orang untuk mempertanyakan langkah konkret selanjutnya.

Sebelum aktif dalam isu global, perempuan yang berprofesi sebagai pembuat kue ini hanya mengelola penampungan hewan lokal. Pandangannya berubah total setelah menyaksikan eskalasi konflik di Gaza yang meletus pada akhir tahun 2023.

Ia memilih keluar dari program magister di Singapura sebagai bentuk protes terhadap hubungan institusinya dengan Israel. Sekembalinya ke tanah air, ia mendirikan gerakan VietForPalestine yang aktif memproduksi konten edukasi sejarah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jet Tempur Israel Jatuhkan Bom ke Gaza, 2 Warga Palestina Luka Parah

Jet Tempur Israel Jatuhkan Bom ke Gaza, 2 Warga Palestina Luka Parah

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 13:19 WIB

Orang Dekat Donald Trump Bongkar Kelicikan Israel di Balik Perang AS - Iran

Orang Dekat Donald Trump Bongkar Kelicikan Israel di Balik Perang AS - Iran

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 11:47 WIB

Satu Keluarga Palestina Tewas Dibom Israel di Deir el-Balah Jalur Gaza

Satu Keluarga Palestina Tewas Dibom Israel di Deir el-Balah Jalur Gaza

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 14:11 WIB

Terkini

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:30 WIB

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

×