Punya Potensi Besar, Mengapa Ketahanan Pangan Indonesia Belum Optimal?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:55 WIB
Punya Potensi Besar, Mengapa Ketahanan Pangan Indonesia Belum Optimal?
ilustrasi umbi-umbian talas.[Pixabay.com]

Suara.com - Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal yang sangat beragam, mulai dari buah, sayuran, serealia, rempah-rempah hingga tanaman penghasil pati. Namun, kekayaan tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk memperkuat sistem pangan nasional.

Persoalan itu menjadi perhatian Prof. Dr. Wawan Sujarwo, Ketua Kelompok Riset Pengetahuan Ekologi Lokal dan Tradisional (LOCALE), Pusat Riset Ekologi BRIN. Dalam paparannya bertajuk “Memetakan Potensi Pangan Lokal Nusantara: Data Ilmiah, Pengetahuan Ekologi Tradisional, dan Nilai Strategis bagi Ketahanan Pangan”, ia mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian penting dari strategi ketahanan pangan Indonesia.

“Tantangan ketahanan pangan di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga menyangkut bagaimana bangsa ini mampu memanfaatkan keragaman sumber daya hayati yang dimiliki,” kata Wawan dalam Jamming Session #10 bertema “Pangan Lokal: Resolusi Ketahanan Pangan Berkeadilan dan Berkelanjutan” yang digelar secara daring, Kamis (6/8).

Kekayaan hayati yang belum optimal dimanfaatkan

Berbagai pangan lokal khas Indonesia (dok.Pexels/Andry Sasongko)
Berbagai pangan lokal khas Indonesia (dok.Pexels/Andry Sasongko)

Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversitas dunia. Meski luas daratannya hanya sekitar 1,3% dari permukaan bumi, Indonesia menjadi habitat bagi lebih dari 12 persen spesies dunia dan sekitar seperempat spesies tumbuhan dunia.

Keanekaragaman hayati tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Indonesia memiliki ribuan jenis pangan lokal yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Namun, menurut Wawan, kekayaan tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam sistem pangan nasional yang masih bergantung pada sejumlah komoditas utama.

“Indonesia sesungguhnya memiliki modal yang sangat besar berupa keanekaragaman hayati dan pengetahuan masyarakat lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya.

Menurut dia, potensi tersebut perlu ditempatkan sebagai bagian penting dari sistem pangan nasional, bukan sekadar menjadi pelengkap.

baca juga

Data yang dipaparkannya menunjukkan sekitar 2.564 spesies tumbuhan bermanfaat telah tercatat dalam dokumentasi ilmiah. Pemanfaatannya mencakup berbagai kebutuhan, termasuk pangan, obat-obatan, rempah-rempah dan tanaman penghasil pati.

Kekayaan tersebut juga tidak berdiri sendiri. Pengetahuan mengenai pemanfaatan tumbuhan telah berkembang di berbagai komunitas Nusantara selama berabad-abad.

Naskah kuno, relief Candi Borobudur dan berbagai penelitian etnobotani menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara telah memiliki pengetahuan mengenai pemanfaatan tumbuhan untuk pangan, pengobatan dan kebutuhan hidup lainnya.

Penelitian Kelompok Riset LOCALE di Bali, Sumba Timur dan sejumlah wilayah lain juga menemukan pemanfaatan flora lokal sebagai obat tradisional, minuman herbal serta bagian dari praktik budaya masyarakat.

Dengan kata lain, pangan lokal tidak hanya berkaitan dengan apa yang dimakan, tetapi juga dengan pengetahuan mengenai cara masyarakat berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.

Pengetahuan lokal sebagai bagian dari ketahanan pangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hilirisasi Ubi Kayu Mulai Berjalan, Tak Hanya Buat Pangan, Tapi untuk Bioetanol

Hilirisasi Ubi Kayu Mulai Berjalan, Tak Hanya Buat Pangan, Tapi untuk Bioetanol

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 08:50 WIB

BRIN Ungkap Peran Katalis dalam Mendorong Efisiensi Industri, Benarkah Bisa Hemat Energi?

BRIN Ungkap Peran Katalis dalam Mendorong Efisiensi Industri, Benarkah Bisa Hemat Energi?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:15 WIB

BRIN Kaji Panel Surya Generasi Baru untuk Dorong Kemandirian Energi Indonesia

BRIN Kaji Panel Surya Generasi Baru untuk Dorong Kemandirian Energi Indonesia

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:50 WIB

Terkini

KPK Bongkar Jejak Restitusi Pajak Rp 48,3 Miliar dalam Kasus Suap KPP Banjarmasin

KPK Bongkar Jejak Restitusi Pajak Rp 48,3 Miliar dalam Kasus Suap KPP Banjarmasin

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:58 WIB

Punya Potensi Besar, Mengapa Ketahanan Pangan Indonesia Belum Optimal?

Punya Potensi Besar, Mengapa Ketahanan Pangan Indonesia Belum Optimal?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Prabowo Kecam Keras Korupsi MBG, Sebut Pelakunya Orang-Orang Biadab

Prabowo Kecam Keras Korupsi MBG, Sebut Pelakunya Orang-Orang Biadab

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:53 WIB

Novel White Wedding: Ketika Warna Putih Menjadi Simbol Luka dan Kebahagiaan

Novel White Wedding: Ketika Warna Putih Menjadi Simbol Luka dan Kebahagiaan

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:50 WIB

Susunan Acara Malam Tirakatan 17 Agustus, Lengkap dan Mudah Dipraktikkan

Susunan Acara Malam Tirakatan 17 Agustus, Lengkap dan Mudah Dipraktikkan

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:50 WIB

SBY Absen di Sidang Tahunan 2026, AHY Ungkap Kondisi Kesehatan Sang Ayah di Luar Negeri

SBY Absen di Sidang Tahunan 2026, AHY Ungkap Kondisi Kesehatan Sang Ayah di Luar Negeri

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:47 WIB

Prabowo: Indonesia Anggota G20, Tak Pantas Masih Ada Rakyat yang Lapar

Prabowo: Indonesia Anggota G20, Tak Pantas Masih Ada Rakyat yang Lapar

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:45 WIB

Hadapi Demokrasi Mahal dan Krisis Iklim, DPD Usung Gagasan Green Democracy

Hadapi Demokrasi Mahal dan Krisis Iklim, DPD Usung Gagasan Green Democracy

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:45 WIB

Beda Sepeda Frame Alloy dan Hi-Ten Steel: Mana yang Lebih Ringan dan Tangguh?

Beda Sepeda Frame Alloy dan Hi-Ten Steel: Mana yang Lebih Ringan dan Tangguh?

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:43 WIB

Kinerja Mentereng Bawa BBRI Raih Peringkat Tinggi di Fortune 100

Kinerja Mentereng Bawa BBRI Raih Peringkat Tinggi di Fortune 100

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 11:41 WIB

×