-
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur dan merobohkan bangunan di Pelabuhan Lauren Say.
-
Basarnas mengevakuasi tiga korban di Maumere, satu orang meninggal dunia dan dua luka-luka.
-
Tim SAR gabungan memperluas penyisiran korban ke Kabupaten Nagekeo dan wilayah terdampak lainnya.
Suara.com - Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur merubuhkan bangunan pelabuhan dan memicu evakuasi darurat bagi warga yang tertimpa material bangunan. Tim SAR gabungan langsung menerjunkan personel ke lokasi paling terdampak untuk menyisir korban yang masih terjebak.
Peristiwa ini menyingkap kerentanan struktur bangunan pesisir Maumere saat menghadapi guncangan dangkal yang berpusat di laut. Petugas dilaporkan memfokuskan pencarian awal pada kawasan aktivitas warga yang paling parah mengalami kerusakan teknis.
Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia di tempat akibat guncangan mendadak yang merusak infrastruktur publik tersebut. Dua korban selamat lainnya mengalami luka serius dan membutuhkan pertolongan medis segera dari tim evakuasi.

"Jadi, tiga korban tersebut telah dievakuasi; satu di antaranya meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka," kata Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso di Jakarta, Sabtu.
Pusat guncangan terdeteksi berada di kedalaman 15 kilometer arah timur laut Mbay, Nagekeo, pada pagi hari. Getaran kuat tersebut merobohkan konstruksi di kawasan Pelabuhan Lauren Say Maumere, Kabupaten Sikka.
"Saat terjadi gempa, bangunan yang berada di Pelabuhan Lauren Say Maumere-Sikka roboh dan menimpa warga," kata dia.
Bagaimana Kondisi Korban yang Berhasil Dievakuasi Tim SAR?
Identitas korban meninggal dunia telah terkonfirmasi atas nama Meliana Nenong, seorang perempuan berusia 54 tahun. Korban tak selamat ini ditemukan petugas di balik reruntuhan material bangunan pelabuhan.
Petugas langsung melarikan seluruh korban selamat dan korban meninggal dunia menuju fasilitas kesehatan terdekat. Tim medis disiagakan untuk penanganan darurat trauma fisik maupun proses pemulasaraan jenazah.
"Jadi tiga korban, meeka berhasil dievakuasi, satu di antaranya meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka," kata dia.
Seluruh korban luka maupun meninggal dunia saat ini sudah berada di RSUD T.C. Hillers Maumere. Pihak rumah sakit memberikan perawatan intensif bagi dua warga yang mengalami cedera fisik tersebut.
Penyisiran kini dialihkan ke wilayah yang lebih luas untuk mengantisipasi adanya korban tambahan yang belum terdata. Fokus operasi utama bergerak ke area pusat dampak bencana di Nagekeo.
Bagaimana Langkah Lanjutan Basarnas dalam Mengatasi Bencana Ini?
Basarnas mengerahkan personel tambahan dari Kantor SAR Maumere guna memperluas radius pencarian lapangan. Koordinasi lintas lembaga terus diperketat agar proses penanganan darurat berjalan tanpa hambatan teknis.
Operasi SAR bersama ini melibatkan integrasi personel dari unsur TNI, Polri, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Sinergi ini ditujukan untuk memvalidasi seluruh data lapangan terkait dampak gempa.
Latar belakang bencana ini dipicu oleh gempa dangkal magnitudo 7,7 yang berpusat di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Guncangan kuat tersebut merusak fasilitas umum hingga menyebabkan korban jiwa serta luka-luka di Kabupaten Sikka.