-
Gempa M7,7 di Nagekeo NTT menewaskan satu warga Sikka dan melukai empat orang.
-
Kerusakan meliputi rumah warga, fasilitas umum, gudang Bulog, hingga enam kantor pemerintah.
-
BNPB dan tim gabungan terus memverifikasi data lapangan serta mengantisipasi potensi gempa susulan.
Suara.com - Guncangan dahsyat gempa bumi NTT Magnitudo 7,7 yang bersumber di perairan timur laut Mbay melumpuhkan belasan fasilitas publik serta pemukiman warga di Nusa Tenggara Timur pada Sabtu subuh.
Petaka bencana tersebut merenggut satu nyawa warga Sikka serta menyebebkan empat penduduk lainnya mengalami luka-luka di Kabupaten Sikka dan Nagekeo.
Peristiwa ini menunjukkan kerentanan struktur bangunan publik di pesisir Flores saat guncangan dangkal sedalam 15 kilometer menghantam pada pukul 04.58 WIB.
![Kepanikan warga di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere, Kabupaten Sikka saat gempa NTT. [Suara.com/istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/15/91520-gempa-ntt.jpg)
Hasil pencocokan lapangan membuktikan kekeliruan laporan awal yang sempat mencatat dua angka kematian.
"Sebelumnya, dalam laporan awal disebutkan terdapat dua korban meninggal dunia. Namun, setelah dilakukan verifikasi dan validasi oleh petugas di lapangan, data tersebut diperbarui," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.
Bagaimana tingkat kerusakan infrastruktur di wilayah terdampak?
Hantaman gelombang seismik meluluhlantakkan infrastruktur penting warga lokal dari bangunan rumah tinggal hingga gudang logistik pangan.
Pemerintah daerah mengidentifikasi kehancuran dua rumah kategori berat, satu rusak sedang, dan dua tempat tinggal berstatus rusak ringan.
"Kerusakan sementara yang telah teridentifikasi meliputi dua unit rumah rusak berat, satu unit rumah rusak sedang, serta dua unit rumah rusak ringan," papar Berton.
Fasilitas negara tidak luput dari dampak kerusakan mencakup satu gudang penyimpanan Bulog, tiga area layanan umum, dan enam gedung perkantoran pemerintah.
Dampak rambatan guncangan juga menjangkau wilayah luar NTT hingga melanda satu keluarga berisi enam jiwa di Kota Bima.
Bagaimana skema penanganan darurat bencana dilakukan di lapangan?
Seluruh angka kerugian material dan data korban jiwa masih berstatus sementara karena proses pendataan gabungan terus berjalan di lokasi bencana.
Tim reaksi cepat gabungan menggalang sinergi lintas lembaga demi mempercepat evakuasi serta penyaluran bantuan darurat kepada para penyintas.
"Kami terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTT, BPBD kabupaten atau kota terdampak, BMKG, Basarnas, TNI, Polri serta kementerian atau lembaga dan unsur terkait lainnya untuk memastikan penanganan berlangsung cepat dan terpadu," tegas Berton.
Otoritas kebencanaan meminta warga menolak masuk kembali ke dalam rumah yang retak guna menghindari risiko struktur bangunan runtuh akibat getaran susulan.
Latar Belakang Isu: Wilayah Nusa Tenggara Timur berada di jalur patahan aktif busur kepulauan yang memiliki riwayat kegempaan tinggi. Guncangan Magnitudo 7,7 yang berpusat di 38 kilometer timur laut Mbay pada Sabtu (15/8/2026) ini menegaskan kembali pentingnya mitigasi struktural dan ketahanan bangunan publik di wilayah rawan gempa dangkal.