Antara Cinta dan Realita: Mengapa Menjauh dari Indonesia Jadi Pilihan untuk Bertahan Hidup?

Dwi Bowo Raharjo, Dea Hardiningsih Irianto

Senin, 17 Agustus 2026 | 06:50 WIB
Antara Cinta dan Realita: Mengapa Menjauh dari Indonesia Jadi Pilihan untuk Bertahan Hidup?
Istilah ‘Kabur Aja Dulu’ sempat menjadi perbincangan di media sosial merujuk pada kekecewaan terhadap kondisi negara yang berusia 81 tahun ini. (Suara.com/AI)
baca 10 detik
  • Debora asal Ambon memilih studi di Belanda pada 2025 untuk memahami kemunduran demokrasi Indonesia.
  • Roy yang bekerja di New Zealand sejak lama berencana pindah kewarganegaraan untuk kemudahan akses kerja.
  • Nadhila resmi menjadi warga negara Kanada pada 2018 demi memperoleh kehidupan serta peluang kerja yang lebih baik.

Suara.com - Istilah ‘Kabur Aja Dulu’ sempat menjadi perbincangan di media sosial merujuk pada kekecewaan terhadap kondisi negara yang kini berusia 81 tahun.

Namun, sejatinya memilih hidup di negara lain, bukan didasari oleh rasa benci, melainkan justru cinta terhadap bangsa dan negara.

Sayangnya, rasa cinta itu melahirkan konsekuensi berupa kekecewaan ketika kondisi negara dianggap masih jauh dari ideal.

Perempuan asal Ambon, Debora, misalnya. Dia memilih melanjutkan studi di Leiden University, Belanda pada 2025 lalu.

Alasannya lahir dari sebuah kekecewaan terhadap situasi demokrasi di Indonesia. Dari kekecewaan itu, Debora memilih untuk menempuh pendidikan untuk memahami permasalahan demokrasi Indonesia.

“Alasan saya belajar ke luar negeri sebenarnya berangkat dari kegelisahan saya melihat kemunduran demokrasi di Indonesia. Saya merasa bahwa pendidikan adalah salah satu bekal yang penting untuk memahami persoalan tersebut, sekaligus berharap ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan dapat memberi saya perspektif yang lebih luas dan mendalam dalam melihat Indonesia,” kata Debora kepada Suara.com, Kamis (13/8/2026).

Dengan mengambil pendidikan di Leiden, Debora berharap langkah itu menjadi ikhtiarnya untuk menjadi warga negara yang terdidik, kritis, dan memiliki kapasitas untuk berkontribusi bagi masyarakat.

Debora mengakui bahwa dia merasa kesulitan untuk mencintai negara yang dinilai sedang dalam masa krisis karena banyak masyarakat yang kehilangan rasa aman dan harapan masa depan.

Spooksteeg “Gang Berhantu” di Amsterdam . (Dok. Unsplash)
Ilustrasi Amsterdam . (Dok. Unsplash)

Dia tidak memaknai rasa cinta terhadap Indonesia dengan sikap patriotik atau nasionalisme yang berlebihan. Lebih sederhana, Debora meyakini bahwa menyadari hak dan martabat kita sebagai warga negara sudah cukup menunjukkan rasa cinta kepada bangsa dan negara.

baca juga

“Bahwa dalam demokrasi, kekuasaan pada dasarnya berada di tangan rakyat. Karena itu, kita memiliki hak untuk bersuara dan memberikan kritik ketika pemerintah semakin menyimpang dari tanggung jawabnya sebagai pelayan masyarakat,” ujar Debora.

Saat berada jauh dari tanah sendiri, Debora mengaku bisa menjaga dirinya sendiri dengan membuka diri terhadap kemungkinan-kemungkinan yang baik dan memberikan batasan kepada lingkungan agar tetap berpegang pada nilai-nilai yang dimilikinya.

“Namun, di saat yang sama memiliki boundaries untuk memberikan filter apabila ada hal-hal yang memang nggak bisa dinegosiasikan dengan etika di tempat saya lahir dan bertumbuh,” lanjut Debora.

Dalam refleksi 81 tahun kemerdekaan Indonesia, Debora menilai kondisi Indonesia saat ini mengkhawatirkan. Sebab, banyak masyarakat yang tidak mendapatkan rasa aman. Padahal, lanjut dia, rasa aman merupakan kebutuhan dasar manusia.

Tidak hanya itu, dia juga menyoroti anak-anak muda di sekitarnya yang terpaksa harus hidup penuh perjuangan untuk memenuhi kebutuhan hidup di tengah kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

Dalam kondisi seperti ini, Debora menilai bermimpi, mengejar passion, atau membangun kehidupan yang layak justru terasa seperti sebuah kemewahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI

Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:52 WIB

Cara Top up Pulsa di BRImo Agar Dapat Cashback Spesial 17 Agustus

Cara Top up Pulsa di BRImo Agar Dapat Cashback Spesial 17 Agustus

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Diskon Khusus 17 Agustus di Kopi Kenangan, Nasabah BRI Merapat!

Diskon Khusus 17 Agustus di Kopi Kenangan, Nasabah BRI Merapat!

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:03 WIB

Daftar e-Wallet yang Dapat Promo Top-up BRImo Spesial 17 Agustus

Daftar e-Wallet yang Dapat Promo Top-up BRImo Spesial 17 Agustus

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:21 WIB

Top-Up E-Wallet dan Pulsa di BRImo Langsung Dapat Cashback! Buruan, Kuota Terbatas

Top-Up E-Wallet dan Pulsa di BRImo Langsung Dapat Cashback! Buruan, Kuota Terbatas

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Terkini

Antara Cinta dan Realita: Mengapa Menjauh dari Indonesia Jadi Pilihan untuk Bertahan Hidup?

Antara Cinta dan Realita: Mengapa Menjauh dari Indonesia Jadi Pilihan untuk Bertahan Hidup?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:50 WIB

Profil Julita Rista Lestari, Pemimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Profil Julita Rista Lestari, Pemimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:40 WIB

Review Juvenile Justice: Ketika Usia Menjadi Tameng bagi Pelaku Kejahatan

Review Juvenile Justice: Ketika Usia Menjadi Tameng bagi Pelaku Kejahatan

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:38 WIB

Rezeki Lancar, 3 Zodiak Ini Diprediksi Finansialnya Makin Hoki pada 17 hingga 23 Agustus 2026

Rezeki Lancar, 3 Zodiak Ini Diprediksi Finansialnya Makin Hoki pada 17 hingga 23 Agustus 2026

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:35 WIB

35 Link Twibbon HUT ke-81 RI Terbaru dan Gratis, Tinggal Pasang Foto untuk 17 Agustus

35 Link Twibbon HUT ke-81 RI Terbaru dan Gratis, Tinggal Pasang Foto untuk 17 Agustus

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:30 WIB

Sensasi Balap Honda Vario Evo 160 Warnai Kemeriahan AHDC Purwokerto

Sensasi Balap Honda Vario Evo 160 Warnai Kemeriahan AHDC Purwokerto

Otomotif | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:23 WIB

Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Gempa NTT

Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Gempa NTT

Sulsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:19 WIB

Keluar dari Fase Kelam, Calvin Dores Bangkit dan Tandai 'Kemerdekaan' Lewat Lagu 'Sampai Kapankah'

Keluar dari Fase Kelam, Calvin Dores Bangkit dan Tandai 'Kemerdekaan' Lewat Lagu 'Sampai Kapankah'

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Sehari Usai Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan 3.500 Personel TNI-Polri

Sehari Usai Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan 3.500 Personel TNI-Polri

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Bukan Sekadar Hiasan, Momen Warga Garut Bentangkan Bendera Merah Putih 700 Meter

Bukan Sekadar Hiasan, Momen Warga Garut Bentangkan Bendera Merah Putih 700 Meter

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:00 WIB

×