Israel Tolak Peta Jalan Damai AS Hingga Picu Kemarahan 8 Negara, Termasuk Indonesia

Pebriansyah Ariefana

Senin, 17 Agustus 2026 | 09:59 WIB
Israel Tolak Peta Jalan Damai AS Hingga Picu Kemarahan 8 Negara, Termasuk Indonesia
Warga Palestina memeriksa kehancuran setelah serangan tentara Israel di sekitar tenda-tenda pengungsi di dalam tembok Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, di Jalur Gaza, Palestina, Senin (14/10/2024). [Eyad BABA / AFP]
baca 10 detik
  • Indonesia dan tujuh negara Muslim menuding Israel sengaja menghambat upaya perdamaian di Jalur Gaza.

  • Israel menolak peta jalan 15 poin Dewan Perdamaian meski faksi Palestina telah menyetujuinya.

  • Delapan negara mendesak Dewan Perdamaian dan AS bertindak tegas mencegah kegagalan rencana damai.

Suara.com - Sikap keras Tel Aviv kembali menjauhkan prospek penghentian pertumpahan darah di kawasan Timur Tengah. Indonesia bersama tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim secara tegas menunjuk Israel sebagai dalang utama yang mengunci pintu perdamaian di Jalur Gaza.

Langkah gabungan ini menjadi sinyal kuat bahwa kesepakatan regional kian mustahil tercapai selama Netanyahu memilih jalan konfrontasi. Penolakan terang-terangan terhadap formula damai bentukan Amerika Serikat menandaskan ketidakmauan rezim Zionis keluar dari zona konflik.

Langkah diplomatik bersama ini melibatkan para menteri luar negeri dari Yordania, Uni Emirat Arab, Indonesia, Pakistan, Turkiye, Arab Saudi, Qatar, dan Mesir. Mereka bersatu menyuarakan keprihatinan mendalam atas jalan buntu yang disengaja oleh pemerintah Israel.

Ilustrasi terkini Jalur Gaza setelah blokade bantuan oleh Israel. [Dok. Antara]
Ilustrasi terkini Jalur Gaza setelah blokade bantuan oleh Israel. [Dok. Antara]

Sikap keras Tel Aviv memuncak saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyegel penolakannya terhadap proposal yang dirancang untuk mengakhiri krisis humaniter tersebut.

Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada 9 Agustus bahwa pihaknya menolak rencana 15 poin dari Dewan Perdamaian (Board of Peace) untuk Jalur Gaza seraya menegaskan bahwa militernya tidak akan hengkang dari Jalur Gaza sampai senjata Hamas dilucuti sepenuhnya.

Mengapa Penolakan Israel Mengancam Kesepakatan Damai?

Para diplomat senior menilai manuver Israel ini menghancurkan momentum berharga yang telah dibangun berbagai pihak internasional. Padahal kelompok perlawanan Palestina sudah menunjukkan kompromi terhadap poin-poin krusial dalam peta jalan tersebut.

"Penolakan semacam itu menegaskan bahwa Israel kini memikul tanggung jawab atas terhambatnya upaya mewujudkan perdamaian di Gaza dan wilayah Palestina yang diduduki lainnya," sebut pernyataan yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri Yordania di X.

Sikap membandel Tel Aviv tidak hanya mencederai aspirasi warga Palestina, tetapi juga secara langsung merusak konsensus global yang digagas oleh Washington.

baca juga

Sementara penolakan Israel "secara langsung mengancam akan menggagalkan upaya ekstensif yang dilakukan Presiden AS Trump untuk mengakhiri perang di Gaza."

Melihat ketegangan yang berisiko melonjak kembali, delapan negara tersebut meminta intervensi institusional yang lebih kuat dan mengikat.

"Para menteri selanjutnya mendesak Dewan Perdamaian, dengan dukungan dan keterlibatan aktif Amerika Serikat, untuk mengambil langkah-langkah segera dan konkret sesuai mandatnya guna menjaga integritas Rencana Komprehensif tersebut dan mencegah pihak mana pun menghambat pelaksanaannya," ungkap pernyataan tersebut.

Bagaimana Kelanjutan Rencana Pengelolaan Gaza Pasca-Perang?

Secara historis, peta jalan ini dirancang sebagai titik balik penting untuk menghentikan krisis kemanusiaan yang berkepanjangan di Jalur Gaza.

Pada akhir Juli, Dewan Perdamaian mengumumkan kesepakatan Hamas terhadap peta jalan pelaksanaan tahap-tahap selanjutnya dari perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza.

Cetak biru tersebut mengatur skema transisi kekuasaan dan pengawasan militer secara transparan agar ketegangan tidak kembali pecah.

Rencana tersebut menyerukan pengalihan kendali Jalur Gaza secara bertahap kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG), dengan pembentukan badan khusus untuk memantau pelanggaran yang dilakukan oleh Hamas maupun Israel.

Namun, pengoperasian skema transisi ini kini terancam lumpuh total akibat penolakan sepihak dari pihak Israel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Seskab Teddy Kaget! Warga Sudah Antre di Istana Sejak Jam 2 Pagi: Dandannya di Mana?

Bikin Seskab Teddy Kaget! Warga Sudah Antre di Istana Sejak Jam 2 Pagi: Dandannya di Mana?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:24 WIB

Antara Cinta dan Realita: Mengapa Menjauh dari Indonesia Jadi Pilihan untuk Bertahan Hidup?

Antara Cinta dan Realita: Mengapa Menjauh dari Indonesia Jadi Pilihan untuk Bertahan Hidup?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:50 WIB

Keluar dari Fase Kelam, Calvin Dores Bangkit dan Tandai 'Kemerdekaan' Lewat Lagu 'Sampai Kapankah'

Keluar dari Fase Kelam, Calvin Dores Bangkit dan Tandai 'Kemerdekaan' Lewat Lagu 'Sampai Kapankah'

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Terkini

Konspirasi Gagalkan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026? Sederet Kasus Wasit Nasrullo Kabirov

Konspirasi Gagalkan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026? Sederet Kasus Wasit Nasrullo Kabirov

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:03 WIB

Dicopot Purbaya 3 Bulan Lalu, Ini Kata-kata Luky Alfirman Usai Kembali ke Kemenkeu

Dicopot Purbaya 3 Bulan Lalu, Ini Kata-kata Luky Alfirman Usai Kembali ke Kemenkeu

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Gen Z dan Rasa Bersalah saat Rehat Sejenak: Jebakan Budaya Produktivitas?

Gen Z dan Rasa Bersalah saat Rehat Sejenak: Jebakan Budaya Produktivitas?

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:00 WIB

KISI Bidik Rp2 Triliun dari Obligasi hingga Akhir 2026

KISI Bidik Rp2 Triliun dari Obligasi hingga Akhir 2026

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:55 WIB

22 Tahun DPD RI, Sultan Najamudin Tegaskan Kerja Lembaga Harus Berdampak Bagi Daerah

22 Tahun DPD RI, Sultan Najamudin Tegaskan Kerja Lembaga Harus Berdampak Bagi Daerah

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Jejak Kotor Wasit Timnas Indonesia vs Bangladesh Nasrullo Kabirov: Skandal Qatar 2024

Jejak Kotor Wasit Timnas Indonesia vs Bangladesh Nasrullo Kabirov: Skandal Qatar 2024

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:52 WIB

IPW Sebut Pelaku Kekerasan Demo 27 Agustus Bukan Polisi: Ada Pihak yang Ingin Jatuhkan Polri

IPW Sebut Pelaku Kekerasan Demo 27 Agustus Bukan Polisi: Ada Pihak yang Ingin Jatuhkan Polri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:52 WIB

Perketat Verifikasi Permohonan, Ditjen AHU Pastikan Layanan Administrasi Hukum Sesuai Undang-undang

Perketat Verifikasi Permohonan, Ditjen AHU Pastikan Layanan Administrasi Hukum Sesuai Undang-undang

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Sarah Menzel Anak Siapa? Ini Sosok Calon Besan Anang Hermansyah

Sarah Menzel Anak Siapa? Ini Sosok Calon Besan Anang Hermansyah

Entertainment | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Gubernur Banten Bangga Putra Daerah Pandeglang Jadi Kapolri

Gubernur Banten Bangga Putra Daerah Pandeglang Jadi Kapolri

Banten | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:44 WIB

×