- Megawati Soekarnoputri menyatakan ada upaya berulang untuk menghapus peran Soekarno dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.
- Pencabutan TAP MPRS Nomor 33 Tahun 1967 setelah 57 tahun memulihkan nama baik Presiden Soekarno.
- Pernyataan tersebut disampaikan Megawati saat bertugas sebagai inspektur upacara di Jakarta Selatan pada 17 Agustus 2026.

"Bulan depan saya diminta ke Uzbekistan untuk meresmikan patung Bung Karno di sana. Mengapa kita di sini malah melecehkan beliau?" ucapnya.
Megawati menegaskan perkataannya ini bukan untuk membangkitkan kebencian atau membuka luka lama, terhadap pemerintahan orde lama. Melainkan sebagai bentuk pertanggungjawaban nurani dan pendidikan sejarah bagi generasi muda.
"Saya berbicara bukan hanya karena saya anak Bung Karno. Saya berbicara sebagai warga bangsa, saya berbicara sebagai warga negara Indonesia," kata dia.
"Sebab apa? Bung Karno bukan hanya milik keluarganya, Bung Karno adalah bagian dari sejarah bangsa Indonesia dan dunia," lanjut Megawati.
Ia juga meminta generasi penerus agar tidak mewariskan kebencian, namun jangan sampai membiarkan ketidakjujuran sejarah terus berlanjut.