- Presiden Prabowo Subianto menyebut buruh bernama Susanah berupah Rp700 ribu dalam pidato kenegaraan Jumat (14/8).
- Faktanya, Susanah adalah penjahit kain majun berupah Rp700 per kilogram di Bogor dengan ekonomi sulit.
- Perbandingan di Klungkung menunjukkan buruh pengupas bawang hanya menerima upah sekitar Rp1.000 per kilogram.
Kondisi ekonomi keluarga Susanah saat ini tergolong sangat sulit. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, Susanah harus berjuang ekstra keras untuk mencukupi kebutuhan harian.
Berikut adalah rincian profil ekonomi keluarga Susanah:
- Profesi Utama: Penjahit kain majun dan pembersih ompreng di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Upah Menjahit: Rp700 per kilogram kain majun.
- Pendapatan Harian Rata-rata: Rp14.000 per hari (tergantung beban kerja yang diselesaikan).
- Profesi Suami: Kuli bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu.
- Tanggungan: Dua orang anak yang masih menempuh pendidikan sekolah.
Dengan pendapatan rata-rata belasan ribu rupiah per hari, Susanah harus memutar otak agar dapur tetap mengepul dan pendidikan anak-anaknya tetap berjalan.
Fakta ini sekaligus mematahkan narasi "kesejahteraan mendadak" yang sempat viral di media sosial.
Realitas Upah Buruh Pengupas Bawang
Fenomena ini juga memberikan gambaran mengenai realitas upah buruh pengupas bawang yang sebenarnya di wilayah lain di Indonesia.
Sebagai perbandingan, di wilayah Klungkung, Bali, para buruh pengupas bawang bekerja dengan upah yang jauh dari angka jutaan rupiah.
Seorang buruh bernama Kadek Astiani menjelaskan, upah yang diterima buruh di sana hanya berkisar Rp1.000 per kilogram bawang.
"Kalau bisa mengupas bawang 100 kilogram sehari, cuma bisa bawa Rp 100 ribu," kata dia.
Angka ini menegaskan bahwa upah Rp700 ribu per kilogram adalah sesuatu yang mustahil dalam struktur ekonomi buruh kasar saat ini.