Tamansiswa Onthel Mardika, Mengulang Jejak Pawai Kemerdekaan Pertama Ki Hadjar Dewantara

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 17 Agustus 2026 | 13:12 WIB
Tamansiswa Onthel Mardika, Mengulang Jejak Pawai Kemerdekaan Pertama Ki Hadjar Dewantara
Ratusan pesepeda ontel menyusuri jalanan Kota Yogyakarta dalam kegiatan Tamansiswa Onthel Mardika, Senin (17/8/2026). [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Ratusan pesepeda menyusuri Kota Yogyakarta pada Senin, 17 Agustus 2026, dalam kegiatan Tamansiswa Onthel Mardika.
  • Acara tersebut merupakan napak tilas pawai kemerdekaan pertama tahun 1945 yang dilakukan Ki Hadjar Dewantara.
  • Kegiatan yang diikuti berbagai komunitas ini bertujuan menghidupkan kembali gagasan pendidikan jiwa merdeka.

Suara.com - Ratusan pesepeda ontel menyusuri jalanan Kota Yogyakarta dalam kegiatan Tamansiswa Onthel Mardika, Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi napak tilas pawai kemerdekaan yang disebut sebagai salah satu pawai pertama setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Ketua Panitia Tamansiswa Onthel Mardika 2025, Listyo H. Krisnarjo, mengatakan kegiatan itu menghidupkan kembali perjalanan Ki Hadjar Dewantara yang mengajak warga Tamansiswa bersepeda keliling Kota Yogyakarta setelah mendengar kabar Proklamasi Kemerdekaan dari radio.

Menurut Listyo, peristiwa tersebut kemudian diteliti dan disimpulkan sebagai pawai kemerdekaan Republik Indonesia yang pertama.

Berangkat dari sana, Tamansiswa Onthel Mardika digelar sebagai bentuk niti laku atau meneladani kembali laku perjuangan yang pernah dilakukan Ki Hadjar Dewantara.

"Ternyata bisa disimpulkan ini adalah pawai kemerdekaan Republik Indonesia yang pertama, tepat 17 Agustus 1945 di sore harinya. Nah pada hari ini kita melakukan niti laku kegiatan itu," kata Listyo ditemui di Tamansiswa, Yogyakarta.

Disampaikan Listyo, napak tilas tersebut bukan sekadar kegiatan bersepeda atau mengenang sejarah. Momentum itu digunakan untuk kembali menghidupkan gagasan pendidikan jiwa merdeka yang diwariskan Ki Hadjar Dewantara.

Ki Hajar Dewantara (X/FilmIndoSource)
Ki Hajar Dewantara (X/FilmIndoSource)

Terutama ketika masyarakat menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan berbangsa.

"Kita niti laku kemudian kita teriakkan lagi dengan kondisi bangsa yang seperti ini kita berteriak bersama-sama sepanjang jalan tadi kita melakukan pekik merdeka berkali-kali," tandasnya.

Ia mengatakan pekik kemerdekaan itu menjadi simbol untuk menyatukan masyarakat yang memiliki kondisi kehidupan berbeda. Menurutnya, kemerdekaan seharusnya menjadi ruang bersama, baik bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan maupun mereka yang tengah merasakan kebahagiaan.

baca juga

"Sehingga rakyat, baik bagi yang sedang kesusahan atau mungkin yang memang sedang bersuka cita, kita semakin bisa menyatukan rasa itu dalam semangat dan pekik kemerdekaan," ujarnya.

Dalam pandangan Listyo, gagasan jiwa merdeka yang diwariskan Ki Hadjar Dewantara memiliki tiga makna utama, yakni mandiri, tidak terperintah, dan tertib. Ia menilai aspek terakhir kerap terlupakan karena kemerdekaan sering dipahami sebatas kebebasan melakukan apa saja.

Menurutnya, kemerdekaan tidak boleh berhenti pada kebebasan individu. Jiwa merdeka justru menuntut seseorang mampu menentukan sikap sendiri tanpa merampas atau mengganggu hak orang lain untuk merdeka.

"Ketertiban itu atau merdeka itu tidak mengganggu merdekanya orang lain," tegasnya.

Pesan tersebut dibawa dalam perjalanan Tamansiswa Onthel Mardika yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai komunitas. Panitia memperkirakan jumlah yang hadir mencapai 250 hingga 300 orang.

Peserta tidak hanya berasal dari Yogyakarta. Sejumlah komunitas sepeda dari luar daerah ikut hadir, termasuk komunitas sepeda kayu dari Klaten yang membawa puluhan peserta menggunakan truk, serta peserta dari Magelang dan berbagai komunitas sepeda ontel lainnya.

"Ada yang paling jauh adalah komunitas sepeda kayu dari Klaten tadi. Dia membawa truk, sekitar 20-30 peserta naik truk, mungkin 2 truk tadi parkir di belakang sana," ujarnya.

Keterlibatan masyarakat juga datang dari berbagai lingkungan yang memiliki hubungan dengan Tamansiswa, mulai dari komunitas alumni, komunitas kebudayaan, pamong atau guru, murid Ibu Pawiyatan, hingga warga sekitar. Bagi panitia, keberagaman peserta menunjukkan bahwa pesan tentang kemerdekaan masih memiliki ruang untuk dirawat lintas generasi.

Memasuki 81 tahun kemerdekaan Indonesia, Listyo mengakui tidak mudah memaknai kemerdekaan di tengah situasi bangsa yang penuh persoalan. Namun, ia menilai masyarakat tetap perlu memiliki sikap menerima keadaan sekaligus mempertahankan semangat untuk memperbaikinya.

Sikap menerima tersebut, kata dia, bukan berarti menyerah terhadap keadaan. Sebaliknya, masyarakat tetap harus berjuang dan mempertahankan Indonesia sebagai rumah bersama, meski tidak selalu sepakat dengan kondisi yang ada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:44 WIB

Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia

Pesan Tegas Shin Tae-yong di Hari Kemerdekaan Indonesia

Bola | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana

Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran, Tawa Pecah di Istana

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:26 WIB

Megawati: Hukum Indonesia seperti Zaman Belanda, Dijalankan tapi Tak Berkeadilan

Megawati: Hukum Indonesia seperti Zaman Belanda, Dijalankan tapi Tak Berkeadilan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Tampil Serasi di Istana, Gibran-Selvi Kenakan Busana Adat Rote dan Ta'a Dayak

Tampil Serasi di Istana, Gibran-Selvi Kenakan Busana Adat Rote dan Ta'a Dayak

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:06 WIB

Hening Cipta di Istana, Prabowo Ajak Rakyat Doakan Korban Bencana NTT dan Wilayah Lain

Hening Cipta di Istana, Prabowo Ajak Rakyat Doakan Korban Bencana NTT dan Wilayah Lain

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:54 WIB

Profil Khaliska Refqi Ramadhani Pembawa Baki Upacara HUT ke-81 RI di IKN

Profil Khaliska Refqi Ramadhani Pembawa Baki Upacara HUT ke-81 RI di IKN

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 11:09 WIB

Honor Paskibraka 2026 Berapa? Ini Besaran Uang Saku dan Aturan Resminya

Honor Paskibraka 2026 Berapa? Ini Besaran Uang Saku dan Aturan Resminya

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:44 WIB

Semangat Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Jakarta, Harus Menjangkau Wilayah Konflik

Semangat Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Jakarta, Harus Menjangkau Wilayah Konflik

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Fakta Pahit: Belanda Akui Kemerdekaan Indonesia tapi Ogah Kembalikan Utang Rp500 T

Fakta Pahit: Belanda Akui Kemerdekaan Indonesia tapi Ogah Kembalikan Utang Rp500 T

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 10:20 WIB

Terkini

5 Sepeda Lipat United Termurah yang Nyaman dan Praktis untuk Jangka Panjang

5 Sepeda Lipat United Termurah yang Nyaman dan Praktis untuk Jangka Panjang

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Pilot Malaysia Airlines Selundupkan Ekstasi ke Jakarta Tanpa Bantuan Orang Dalam Bandara

Pilot Malaysia Airlines Selundupkan Ekstasi ke Jakarta Tanpa Bantuan Orang Dalam Bandara

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:14 WIB

Sari Yuliati Tinjau Langsung Lokasi Gempa NTT, DPR Pastikan Penanganan Korban Berjalan Cepat

Sari Yuliati Tinjau Langsung Lokasi Gempa NTT, DPR Pastikan Penanganan Korban Berjalan Cepat

DPR | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:13 WIB

Tamansiswa Onthel Mardika, Mengulang Jejak Pawai Kemerdekaan Pertama Ki Hadjar Dewantara

Tamansiswa Onthel Mardika, Mengulang Jejak Pawai Kemerdekaan Pertama Ki Hadjar Dewantara

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:12 WIB

Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200

Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:11 WIB

Momen Bendera Pusaka Diarak dari Monas ke Istana Merdeka

Momen Bendera Pusaka Diarak dari Monas ke Istana Merdeka

Foto | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:08 WIB

Detik-detik Sopir Truk Sumbu Pendek Hancurkan Kaca Bus Restu Panda di Madiun

Detik-detik Sopir Truk Sumbu Pendek Hancurkan Kaca Bus Restu Panda di Madiun

Jatim | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Ketika Banyak WNI Berobat ke Penang, Apa yang Perlu Kita Benahi?

Ketika Banyak WNI Berobat ke Penang, Apa yang Perlu Kita Benahi?

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 13:00 WIB

Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram

Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:57 WIB

Walkot Tangsel Naik Tank Saat HUT RI Kena Semprot Netizen: Jalan Benerin, Bukan Dadah-Dadah

Walkot Tangsel Naik Tank Saat HUT RI Kena Semprot Netizen: Jalan Benerin, Bukan Dadah-Dadah

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:55 WIB

×