- BEM UI yang dipimpin Yatalathof Ma’shum Imawan akan menggelar unjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
- Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan untuk menggugat kondisi bangsa dan mempertanyakan hakikat kemerdekaan di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran.
- Dalam aksi unjuk rasa itu, BEM UI menyampaikan delapan poin tuntutan krusial terkait kedaulatan, keadilan, dan kesejahteraan rakyat.
“Republik yang dijanjikan berdaulat, adil, dan makmur, kini justru direduksi jadi slogan tahunan tanpa substansi. Aparat lebih sibuk mengamankan kekuasaan ketimbang mengamankan hak rakyat untuk didengar,” kata dia.
![Personel polisi dan TNI memblokade massa aksi menuju Bundaran HI di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/12/92813-demo-mahasiswa-di-bundaran-hi-demo-bem-ui-di-bundaran-hi.jpg)
Permohonan Maaf kepada Warga
Menyadari aksi besok akan berdampak pada arus lalu lintas, Athof menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jakarta.
Namun, ia menekankan bahwa gangguan lalu lintas selama beberapa jam tidak sebanding dengan "kemacetan" keadilan yang dialami bangsa saat ini.
Ia menilai macetnya lapangan kerja dan keadilan struktural jauh lebih berbahaya bagi masa depan Indonesia.
8 Tuntutan Utama BEM UI
Dalam aksi yang akan digelar besok, BEM UI membawa delapan poin tuntutan krusial, yakni:
- Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri;
- Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN);
- Wujudkan reforma agraria sejati;
- Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM;
- Evaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN) serta hentikan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KDMP;
- Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah;
- Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana;
- Hentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP.