- Masyarakat sipil bersama petani Pegunungan Kendeng menggelar Upacara Rakyat HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pati pada Senin, 17 Agustus.
- Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Kabinet Bayangan, akademisi, dan tokoh masyarakat guna memperkuat solidaritas serta memperjuangkan kedaulatan rakyat.
- Acara ini bertujuan memaknai kemerdekaan dari perspektif warga serta menyoroti berbagai persoalan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Penulis buku Reset Indonesia, Dandhy Laksono, juga hadir mewakili Koperasi Indonesia Baru. Dukungan terhadap kegiatan tersebut turut datang dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang dan pengurus Masjid Nurul Asri.
Memaknai Kemerdekaan dari Perspektif Rakyat
Upacara Rakyat di Pegunungan Kendeng tidak hanya menjadi perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi simbol pertemuan berbagai kelompok yang membawa aspirasi perubahan dan perbaikan kehidupan masyarakat.
Bagi para peserta, kemerdekaan perlu diwujudkan melalui kemampuan masyarakat mempertahankan ruang hidup, memenuhi kebutuhan dasar, serta memiliki ruang untuk menentukan masa depan mereka sendiri.
Sejumlah persoalan yang dinilai masih membebani masyarakat desa turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Di antaranya penggunaan dana desa hingga 70 persen untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), persoalan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemenuhan hak dan penghasilan aparatur sipil negara, hingga penanganan bencana dan kerusakan lingkungan.
Pertemuan warga dan kelompok masyarakat sipil di Pati sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas dalam memperjuangkan kedaulatan rakyat.
Para peserta menegaskan kembali pandangan bahwa pemerintah pada dasarnya merupakan pengelola sekaligus penerima mandat dari rakyat. Karena itu, penyelenggaraan negara dinilai perlu terus berpijak pada kehendak dan kepentingan masyarakat.