Akses Pulau Palue Lumpuh Akibat Gempa, PDIP Desak Pemerintah Kirim Bantuan Lewat Udara dan Laut

Bangun Santoso

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:45 WIB
Akses Pulau Palue Lumpuh Akibat Gempa, PDIP Desak Pemerintah Kirim Bantuan Lewat Udara dan Laut
Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto. (Antara)
baca 10 detik
  • Anggota DPR Edi Purwanto meminta pemerintah segera membuka akses menuju desa terisolasi akibat gempa di NTT.
  • Gempa magnitudo 7,7 di Flores pada 15 Agustus 2026 memutuskan akses transportasi dan komunikasi di Pulau Palue.
  • Pemerintah didorong mengerahkan jalur darurat, laut, atau udara agar bantuan tersalurkan secara merata kepada seluruh korban.

Suara.com - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Edi Purwanto, meminta pemerintah segera membuka akses menuju desa-desa terdampak gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, kondisi geografis kepulauan tidak boleh menjadi alasan terlambatnya bantuan bagi masyarakat bagi korban bencana gempa NTT.

“Wilayah kepulauan memang memiliki tantangan tersendiri, tetapi itu tidak boleh menjadi alasan bantuan terlambat. Pemerintah harus mencari cara agar makanan, air bersih, obat-obatan, dan tenaga medis bisa segera menjangkau warga,” kata Edi dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).

Gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 membuat akses transportasi dan komunikasi menuju tujuh desa di Pulau Palue terputus.

Sejumlah ruas jalan tertutup longsor, ratusan rumah mengalami kerusakan, sementara jaringan listrik dan telekomunikasi lumpuh. Kondisi ini membuat pergerakan warga dan penyaluran bantuan menjadi sangat terbatas.

Edi mengatakan, penyelamatan dan penanganan korban memang harus menjadi prioritas.

Namun, pembukaan akses jalan dan pemulihan jaringan komunikasi juga harus dikerjakan pada saat yang sama karena sangat menentukan kelancaran penanganan di lapangan.

“Pemerintah seharusnya sudah memetakan kondisi setiap desa. Yang pertama tentu menyelamatkan dan menangani korban. Bersamaan dengan itu, akses jalan dan komunikasi harus segera dibuka supaya bantuan bisa masuk,” tegasnya.

Menurut Edi, pemerintah tidak perlu menunggu seluruh ruas jalan selesai diperbaiki.

baca juga

Jalur darurat dapat dibuka lebih dahulu dengan mengerahkan alat berat dan seluruh sarana yang tersedia.

Jalur laut dan udara juga perlu dimaksimalkan untuk menjangkau daerah yang belum dapat ditembus melalui jalur darat.

“Jangan menunggu jalan pulih sepenuhnya baru bantuan bergerak. Kalau jalur darat belum bisa dilewati, gunakan kapal atau helikopter untuk mencapai titik-titik yang sulit. Dalam keadaan seperti ini, semua sarana harus dikerahkan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar bantuan tidak hanya berhenti atau menumpuk di pos utama. Penyaluran harus dipastikan sampai ke seluruh desa terdampak, terutama kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan warga yang membutuhkan perawatan medis.

“Kita jangan hanya melihat bantuan sudah sampai di posko, lalu menganggap persoalan selesai. Yang harus dipastikan adalah bantuan itu benar-benar sampai kepada warga dan dibagikan secara merata. Jangan sampai satu desa menerima banyak, sementara desa lainnya masih menunggu,” katanya.

Selain membuka akses, Edi meminta pemerintah segera memulihkan listrik dan jaringan telekomunikasi.

Menurutnya, komunikasi sangat dibutuhkan untuk mengetahui kondisi warga, memperbarui data kebutuhan, serta mempercepat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan petugas di lapangan.

“Bantuan bisa saja tersedia, tetapi kalau pendataan dan koordinasinya tidak berjalan, penyalurannya tetap akan terlambat. Karena itu, semua pihak harus bergerak bersama dan memastikan tidak ada warga yang terlewat,” pungkas Edi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapan Presiden Prabowo ke NTT Pascagempa? Mensesneg: Sedang Direncanakan

Kapan Presiden Prabowo ke NTT Pascagempa? Mensesneg: Sedang Direncanakan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:37 WIB

Korban Gempa NTT Dievakuasi via Helikopter ke Labuan Bajo

Korban Gempa NTT Dievakuasi via Helikopter ke Labuan Bajo

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:54 WIB

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 70 Orang, 14 Ribu Warga Manggarai Timur Pilih Mengungsi Mandiri

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 70 Orang, 14 Ribu Warga Manggarai Timur Pilih Mengungsi Mandiri

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:08 WIB

Mitigasi Karhutla Perlu Diperkuat! Pemerintah Tak Boleh Kalah Cepat dengan Titik Api

Mitigasi Karhutla Perlu Diperkuat! Pemerintah Tak Boleh Kalah Cepat dengan Titik Api

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:31 WIB

Soal Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Istana: Masih Bisa Kita Tangani

Soal Bantuan Asing untuk Gempa NTT, Istana: Masih Bisa Kita Tangani

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:02 WIB

Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan

Pascagempa, Sejumlah Bandara di Flores Masih Batalkan Penerbangan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Respons BEM UI Soal Status Bencana Nasional di NTT, Pimpinan DPR: Yang Penting Penanganannya

Respons BEM UI Soal Status Bencana Nasional di NTT, Pimpinan DPR: Yang Penting Penanganannya

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:22 WIB

Terkini

Keputusan Menag Dipersoalkan KPK, Pengacara Yaqut Sebut Kasus Haji Harusnya Ditangani PTUN

Keputusan Menag Dipersoalkan KPK, Pengacara Yaqut Sebut Kasus Haji Harusnya Ditangani PTUN

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:43 WIB

Kapan Presiden Prabowo ke NTT Pascagempa? Mensesneg: Sedang Direncanakan

Kapan Presiden Prabowo ke NTT Pascagempa? Mensesneg: Sedang Direncanakan

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:37 WIB

DPR-Pemerintah Sepakati Nasib Guru PPPK, Peluang PNS dan Status Full Time Terbuka 2027

DPR-Pemerintah Sepakati Nasib Guru PPPK, Peluang PNS dan Status Full Time Terbuka 2027

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:32 WIB

Nekat Kabur Ketika Hendak Dibawa ke Rutan, Begini Nasib Tahanan Pencurian di PN Serang

Nekat Kabur Ketika Hendak Dibawa ke Rutan, Begini Nasib Tahanan Pencurian di PN Serang

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:31 WIB

Jamuan Rakyat Hilangkan Sekat Pemerintah dan Masyarakat

Jamuan Rakyat Hilangkan Sekat Pemerintah dan Masyarakat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:31 WIB

Hierarki dalam Selera Buku: Mengapa Bacaan Ringan Kerap Dipandang Rendah?

Hierarki dalam Selera Buku: Mengapa Bacaan Ringan Kerap Dipandang Rendah?

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:30 WIB

5 Cara Menyimpan Sepatu agar Tidak Berjamur, Bebas Bau Apek

5 Cara Menyimpan Sepatu agar Tidak Berjamur, Bebas Bau Apek

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Beda dari yang Lain! 5 Spot Unik di Pontianak Siap Bikin Anda Takjub

Beda dari yang Lain! 5 Spot Unik di Pontianak Siap Bikin Anda Takjub

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:28 WIB

DPR Dorong Finalisasi Perpres Ojol Akhir Agustus Ini, Perkuat Perlindungan Pengojek dan Kurir

DPR Dorong Finalisasi Perpres Ojol Akhir Agustus Ini, Perkuat Perlindungan Pengojek dan Kurir

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Flores, Dedie A. Rachim Inventarisir Sekolah dan Tempat Ibadah Terdampak

Gempa M 7,7 Guncang Flores, Dedie A. Rachim Inventarisir Sekolah dan Tempat Ibadah Terdampak

Bogor | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:21 WIB

×