- Pramono mengungkapkan hubungan baiknya dengan SBY sejak 1999 dalam acara di TIM, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
- Pramono menceritakan diskusi seni dan kepemilikannya atas tiga lukisan karya SBY sebelum ia maju sebagai calon gubernur.
- Pramono menilai SBY sebagai sosok multiguna yang mampu menyampaikan kritik secara substantif tanpa menyinggung perasaan orang lain.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membeberkan kisah hubungannya dengan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam sebuah pidato sambutan.
Ia mengaku telah mengenal SBY sejak tahun 1999, dan hubungan itu tetap terjalin baik meskipun partainya, PDI Perjuangan, pernah berada di luar pemerintahan selama satu dekade.
"Saya menjadi saksi sejarah panjang sebenarnya," ujar Pramono dalam pembukaan SBY Art Community di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
Pramono bahkan mengaku pernah menjadi perantara pesan dari Megawati Soekarnoputri kepada SBY.
"Pasti tidak banyak orang yang tahu," bebernya.
Selain soal politik, Pramono juga mengungkap kedekatan dengan SBY di bidang seni lukis.
Ia menyebut pernah berdiskusi dengan SBY mengenai lukisan saat berkunjung ke kediamannya sebelum maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.
![Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berbincang dengan Presiden Ke-5 Megawati Soekarnoputri (kanan) saat menghadiri pemakaman ibu negara Ani Yudhoyono di TMP Kalibata, Jakarta, Minggu (2/6). [Suara.com/Muhaimin A Untung]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/11/24/26716-megawati-dan-sby-megawati.jpg)
"Di situlah pertama kali saya melihat secara langsung lukisan-lukisan beliau yang luar biasa. Jadi kami tidak bicara mengenai Pilgub pada waktu itu, tapi lebih bicara mengenai tatanan yang lebih luas dan bicara mengenai seni," kisah eks Sekretaris Kabinet itu.
Pramono pun memiliki tiga lukisan karya SBY, dengan satu di antaranya merupakan hasil permintaan langsung kepada mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut.
"Alhamdulillah, saya sekarang punya tiga lukisan beliau. Yang satu diketahui beliau karena saya minta langsung kepada beliau. Yang satu, saya antara beliau tahu atau nggak, cuma akhirnya beliau tahu karena saya tunjukkan pada saat bidding di Ashta pada waktu itu. Dan yang satu adalah saya beli dari orang lain. Jadi saya mengagumi ini," kata dia.
Pramono lantas menyebut SBY sebagai sosok par excellence karena kepiawaiannya di berbagai bidang.
"Sebagai tentara, Jenderal bintang empat. Sebagai Ketua Umum partai, menjadi Presiden. Sebagai seniman, senimannya terlalu banyak," kata dia.
"Main gitar bisa, baca puisi atau membuat puisi bisa, tetapi yang luar biasa adalah lukisan beliau. Termasuk di dalamnya adalah olahraga, bola voli," terangnya lagi.
Pramono tak lupa menyampaikan pesan pada para politisi untuk kelak dapat mencontoh cara SBY berpolitik.
Ia menilai, SBY mampu menyampaikan kritik tanpa menyinggung perasaan orang lain.
"Beliau menjadi role model yang tidak gampang. Mengkritik atau menyampaikan pesan, terakhir kemarin saya juga mengikuti pesan terakhir yang beliau buat, sangat substansi tetapi tidak membuat orang marah," pungkas politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu.