- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi kecelakaan pelajar berinisial HH di Kramat Jati pada Senin (17/8/2026).
- Korban pengendara motor matik terjatuh karena jalan licin lalu terlindas dump truck Dinas Lingkungan Hidup.
- Pramono menginstruksikan jajarannya mencegah jalan basah dan Satlantas Polres Jakarta Timur memeriksa para saksi.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara soal kecelakaan tragis yang merenggut nyawa seorang pelajar di kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (17/8/2026) pagi.
Insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB saat korban berinisial HH hendak berangkat mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Sepeda motor matik yang dikendarai HH diduga tergelincir akibat kondisi jalan yang licin di depan Rumah Makan Kuring, Jalan Raya Bogor.
Nahas, korban yang terjatuh kemudian terlindas dump truck Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta yang melintas dari arah yang sama.
Pramono menegaskan dirinya mengikuti langsung perkembangan kasus tersebut.
"Memang kondisinya adalah karena jalan yang licin, terpleset, dan kemudian tertabrak oleh mobil Dinas Lingkungan Hidup," ujarnya di Jakarta International Velodrome, Selasa (18/8/2026).
Pramono pun telah menginstruksikan jajaran wilayah terkait, seperti wali kota hingga Satpol PP, agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.
"Yang begini tidak boleh terulang, karena membiarkan tempat yang basah sehingga ada yang terpleset dan tertabrak mobil," tegas sang politisi senior.
Pramono berharap tragedi yang menimpa pelajar MAN 6 Jakarta Timur itu menjadi pelajaran bagi seluruh jajarannya.
"Mudah-mudahan itu tidak terulang kembali," pungkas eks Sekretaris Kabinet itu.
Unit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Timur sendiri telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi terkait kecelakaan tersebut.