BNPB Siapkan Bantuan Perbaikan Rumah Korban Gempa NTT, Segini Nominalnya

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:44 WIB
BNPB Siapkan Bantuan Perbaikan Rumah Korban Gempa NTT, Segini Nominalnya
Foto udara posko pengungsian korban gempa bumi NTT di Lapangan Barangkolong, Reo, NTT, Senin (17/8/2026). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]
baca 10 detik
  • Pemerintah memberikan bantuan perbaikan rumah dan hunian bagi warga terdampak gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026.
  • Besaran dana bantuan perbaikan disesuaikan tingkat kerusakan, sedangkan rumah rusak berat akan dibangunkan hunian tetap oleh BNPB.
  • Penyaluran bantuan akan direalisasikan setelah proses pendataan dan verifikasi tingkat kerusakan rumah warga selesai dilaksanakan.

Suara.com - Pemerintah menyiapkan bantuan perbaikan rumah bagi masyarakat yang tempat tinggalnya rusak akibat gempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu 15 Agustus 2026.

Nominal bantuan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah. Untuk rumah yang masuk kategori rusak ringan, pemerintah menyiapkan Rp15 juta, sedangkan rumah rusak sedang mendapat Rp30 juta.

Sementara bagi rumah yang mengalami kerusakan berat hingga hancur, pemerintah tidak memberikan bantuan perbaikan dalam bentuk nominal yang sama. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto mengatakan bantuan tersebut baru dapat diberikan setelah pendataan dan verifikasi tingkat kerusakan rumah selesai dilakukan.

“Rusak ringan akan menerima 15 juta rupiah, rusak sedang 30 juta rupiah, dan yang rusak berat misal rumahnya hancur akan dibangunkan hunian sementara untuk tempat tinggal sambil menunggu hunian permanen, hunian tetap dibangun atau diberikan dana tunggu hunian,” jelas Suharyanto saat meninjau Puskesmas Riung, Ngada, Selasa (18/8/2026).

Untuk warga yang rumahnya masuk kategori rusak berat, BNPB menyiapkan kebutuhan tempat tinggal sementara sembari menunggu pembangunan hunian tetap.

Ada dua pilihan yang disiapkan pemerintah. Warga dapat menerima dana tunggu hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu yang diperuntukkan untuk menyewa rumah, atau menempati hunian sementara (huntara).

Skema tersebut disiapkan agar warga yang kehilangan atau tidak dapat menempati rumahnya tetap memiliki tempat tinggal selama proses pembangunan huntap berlangsung.

Pemerintah nantinya akan membangun hunian tetap bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

baca juga

BNPB menegaskan seluruh skema bantuan tersebut belum dapat direalisasikan sebelum proses pendataan dan verifikasi selesai.

Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan operasi kemanusiaan berskala besar untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur [SuaraSulsel.id/PMI]
Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan operasi kemanusiaan berskala besar untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur [SuaraSulsel.id/PMI]

Pendataan diperlukan untuk menentukan kategori kerusakan masing-masing rumah sekaligus memastikan bantuan diberikan kepada warga yang tepat. Proses ini juga ditujukan untuk menghindari data ganda maupun kesalahan dalam menentukan tingkat kerusakan.

Suharyanto meminta organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah daerah, BPBD, dan unsur terkait memperkuat koordinasi dalam proses tersebut.

BNPB juga mendorong setiap kabupaten dan kota terdampak segera membentuk satuan tugas (satgas) percepatan penanganan darurat. Satgas dapat dibentuk oleh bupati atau wali kota dengan melibatkan seluruh unsur terkait.

“Pendataan harus menjadi perhatian bersama. Kita ingin memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan bantuan sesuai dengan kondisi kerusakan rumahnya. Karena itu, sinergi seluruh unsur di daerah sangat penting agar proses ini berjalan cepat, tepat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Suharyanto.

BNPB bersama pemerintah daerah selanjutnya akan memantau perkembangan penanganan pascagempa, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar serta penyiapan tempat tinggal bagi warga yang rumahnya terdampak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Kelima Gempa NTT, 5 Pesawat TNI AU Bawa 65 Ton Logistik

Hari Kelima Gempa NTT, 5 Pesawat TNI AU Bawa 65 Ton Logistik

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:22 WIB

Gempa NTT Ganggu 91 BTS, XLSMART Percepat Pemulihan hingga Tersisa 5 BTS

Gempa NTT Ganggu 91 BTS, XLSMART Percepat Pemulihan hingga Tersisa 5 BTS

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:17 WIB

253 Ton Logistik Telah Dikirim ke NTT, Kapal Rumah Sakit Segera Berlabuh

253 Ton Logistik Telah Dikirim ke NTT, Kapal Rumah Sakit Segera Berlabuh

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:04 WIB

Pertamina Pastikan Pasokan BBM NTT Aman Usai Gempa, 11 Truk Tangki Dikirim via Kapal Feri

Pertamina Pastikan Pasokan BBM NTT Aman Usai Gempa, 11 Truk Tangki Dikirim via Kapal Feri

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:36 WIB

Terkini

86% Warga RI Pede Bisa Kenali Scam, tapi 2 dari 3 Tetap Terpapar

86% Warga RI Pede Bisa Kenali Scam, tapi 2 dari 3 Tetap Terpapar

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 15:13 WIB

Cuma Rp30 Ribuan! 5 Cica Gel Moisturizer Lokal yang Ampuh Redakan Kemerahan

Cuma Rp30 Ribuan! 5 Cica Gel Moisturizer Lokal yang Ampuh Redakan Kemerahan

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:11 WIB

Gen Z Impact Fest 2026 Bahas Gaya Hidup Berkelanjutan, dari Hilirisasi hingga Pengelolaan Sampah

Gen Z Impact Fest 2026 Bahas Gaya Hidup Berkelanjutan, dari Hilirisasi hingga Pengelolaan Sampah

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:11 WIB

Gempur Sisa Titik Api, Tim Gabungan Kalbar Targetkan Karhutla Padam 100 Persen

Gempur Sisa Titik Api, Tim Gabungan Kalbar Targetkan Karhutla Padam 100 Persen

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:09 WIB

Sentul City Serahkan 423 Sertifikat Tanah PSU ke Pemkab Bogor

Sentul City Serahkan 423 Sertifikat Tanah PSU ke Pemkab Bogor

Bogor | Sabtu, 12 September 2026 | 15:08 WIB

Upah Tertinggal, Hidup Makin Mahal: Benarkah Masalahnya Kemalasan?

Upah Tertinggal, Hidup Makin Mahal: Benarkah Masalahnya Kemalasan?

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:07 WIB

Bakar Hutan untuk Lahan Kebun Sawit, Warga di Bengkalis Jadi Tersangka

Bakar Hutan untuk Lahan Kebun Sawit, Warga di Bengkalis Jadi Tersangka

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 15:06 WIB

DLH Diminta Turun Tangan, Benyamin Sebut TPST Abu & Co Punya Izin Pembakaran Sampah, Kok Bisa?

DLH Diminta Turun Tangan, Benyamin Sebut TPST Abu & Co Punya Izin Pembakaran Sampah, Kok Bisa?

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:03 WIB

Badan Hukum Diduga Biayai Massa Rusuh Pejompongan

Badan Hukum Diduga Biayai Massa Rusuh Pejompongan

News | Sabtu, 12 September 2026 | 15:00 WIB

Review Why Did I Get Married Again?: Biasa dan Mudah Ditebak

Review Why Did I Get Married Again?: Biasa dan Mudah Ditebak

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 15:00 WIB

×