Bukan Sekadar Daur Ulang, Bagaimana Uni Eropa Ubah Industri Elektronik agar Lebih Ramah Lingkungan?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:26 WIB
Bukan Sekadar Daur Ulang, Bagaimana Uni Eropa Ubah Industri Elektronik agar Lebih Ramah Lingkungan?
Ilustrasi alat kesehatan.[Pexels.com/SCIETIST]

Suara.com - Penggunaan perangkat elektronik yang semakin luas ikut mendorong peningkatan kebutuhan bahan baku dan energi. Kondisi ini membuat industri elektronik menghadapi tantangan untuk mengurangi dampak lingkungan sepanjang siklus hidup produk.

Uni Eropa kemudian mendorong perubahan tersebut melalui European Green Deal, yang menargetkan kawasan itu mencapai netralitas iklim pada 2050 tanpa mengorbankan daya saing ekonominya.

Salah satu upaya yang dikembangkan adalah proyek SUSTRONICS (Sustainable and Green Electronics for Circular Economy). Proyek berskala besar yang melibatkan mitra dari 11 negara Eropa ini dirancang untuk membuat industri elektronik lebih berkelanjutan dan menerapkan prinsip ekonomi sirkular sejak tahap pengembangan hingga akhir masa pakai produk.

SUSTRONICS berfokus pada penggunaan material yang lebih hemat sumber daya, elektronik tercetak, proses manufaktur yang lebih efisien energi, serta penerapan prinsip reuse, repair, dan recycling.

Para peneliti juga menguji berbagai inovasi melalui 10 demonstrator yang mencakup sejumlah bidang aplikasi. Pengujian tersebut antara lain mencakup keandalan produk dan life cycle assessment (LCA) atau penilaian daur hidup.

Institut Fraunhofer melakukan LCA dengan fokus pada teknologi medis dan diagnostik. Analisis ini digunakan untuk melihat dampak lingkungan sebuah produk secara menyeluruh, mulai dari bahan baku hingga akhir siklus hidupnya.

Pendekatan tersebut memungkinkan peneliti mengidentifikasi tahapan yang memberikan dampak lingkungan paling besar. Titik-titik tersebut kemudian dapat menjadi dasar untuk memperbaiki desain dan proses produksi sebelum produk memasuki tahap pengembangan berikutnya.

Salah satu penerapannya dilakukan pada pengembangan patch pemantauan glukosa. Analisis terhadap potensi pemanasan global, penggunaan material kritis, dan toksisitas membantu peneliti mengidentifikasi komponen yang memiliki dampak lingkungan besar.

Hasil analisis tersebut kemudian digunakan untuk mengoptimalkan desain produk. Mitra proyek, Onalabs, misalnya, dapat menerapkan sensor optik pada bagian tertentu sehingga jejak karbon produk dapat dikurangi sekitar 65 persen.

baca juga

Selain teknologi, pemilihan material juga menjadi faktor penting dalam mengurangi dampak lingkungan perangkat elektronik.

Ilmuwan dari Departemen Lingkungan Fraunhofer IZM, David Sánchez, mengatakan penggunaan substrat dan tinta konduktif alternatif dapat mengurangi dampak lingkungan modul elektronik fleksibel hingga 95%, dibandingkan penggunaan material standar berupa PET dan perak.

“Hanya dengan menggunakan substrat dan tinta konduktif yang berbeda, seperti Thinstar dan karbon sebagai pengganti perak, serta penggunaan material daur ulang, dampak lingkungan dari modul elektronik fleksibel dalam produk dapat ditekan hingga 95%.”

Menurut Sánchez, ketersediaan data mengenai dampak lingkungan perlu diperhatikan sejak tahap penelitian dan pengembangan. Dengan informasi tersebut, pengembang dapat mempertimbangkan aspek keberlanjutan sejak awal, bukan setelah produk selesai dibuat.

“SUSTRONICS menawarkan pendekatan holistik dan dapat berfungsi sebagai proyek unggulan untuk ekonomi sirkular yang berkelanjutan, bagi para pemangku kepentingan dari industri, penelitian, dan kebijakan,” kata Sánchez, dikutip dari laman Phys.org, Rabu (19/8).

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa upaya mengurangi dampak industri elektronik tidak hanya bergantung pada bagaimana produk digunakan, tetapi juga pada material yang dipilih, cara produk diproduksi, serta bagaimana produk dikelola setelah masa pakainya berakhir.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Semakin Banyak Pencahayaan Justru Ganggu Ekosistem?

Mengapa Semakin Banyak Pencahayaan Justru Ganggu Ekosistem?

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:44 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat

Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Terkini

Proposal Cinta di Bawah Proyek Mangkrak dan Halusinasi Negara

Proposal Cinta di Bawah Proyek Mangkrak dan Halusinasi Negara

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Ajak Relasi Gabung BRI Prioritas, Nikmati Reward Eksklusif dari BRI!

Ajak Relasi Gabung BRI Prioritas, Nikmati Reward Eksklusif dari BRI!

Bri | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dede Sunandar Tumbang Tak Sadarkan Diri Usai Dihantam Vicky Prasetyo

Dede Sunandar Tumbang Tak Sadarkan Diri Usai Dihantam Vicky Prasetyo

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Tebarkan Energi Positif, Grup Vokal Anak DayDrm Ajak Si Kecil Berani Bermimpi Lewat Lagu 'Shine!'

Tebarkan Energi Positif, Grup Vokal Anak DayDrm Ajak Si Kecil Berani Bermimpi Lewat Lagu 'Shine!'

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 05:55 WIB

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

×