Bantah Isu Naik 100 Persen, Gus Irfan: Kenaikan Biaya Haji 2027 Sekitar 10-15 Persen

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:40 WIB
Bantah Isu Naik 100 Persen, Gus Irfan: Kenaikan Biaya Haji 2027 Sekitar 10-15 Persen
Ilustrasi jemaah haji Indonesia bersama jamaah dari berbagai negara melakukan mabit di Muzdalifah, Makkah, Arab Saudi. [ANTARA FOTO/Citro Atmoko]
baca 10 detik
  • Menteri Haji dan Umroh Gus Irfan mengumumkan potensi penyesuaian biaya haji 2027 di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
  • Perubahan biaya haji dipicu inflasi global, harga BBM, dan kebijakan Pemerintah Saudi beralih ke Paket C.
  • Pemerintah memperkirakan kenaikan biaya sekitar 10 hingga 15 persen guna meningkatkan kualitas layanan jemaah haji.

Suara.com - Menteri Haji dan Umroh, Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, memberikan penjelasan mengenai potensi penyesuaian biaya penyelenggaraan ibadah haji untuk tahun 2027.

Hal ini disampaikan usai melakukan Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Gus Irfan menjelaskan, bahwa kondisi ekonomi global dan kebijakan baru dari Pemerintah Arab Saudi menjadi faktor utama adanya perubahan biaya.

Menurutnya, biaya layanan di tanah suci mengalami pergeseran karena adanya penghapusan kategori layanan tertentu.

"Tentu situasi ekonomi berbeda sekali dengan tahun kemarin. Sangat berbeda. BBM berbeda harganya, kemudian harga komoditas di sana juga berbeda, biaya layanan berbeda, jenis layanannya pun berbeda karena Pemerintah Saudi sudah menghapus layanan D, kita masuk ke layanan C yang otomatis harganya berubah juga," ujar Gus Irfan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.

"Pergerakan ekonomi juga sangat berbeda sehingga tentu harus ada penyesuaian-penyesuaian tapi nanti akan kita diskusikan dengan teman-teman Komisi VIII DPR RI di Panja BPIH," katanya menambahkan.

Saat ditanya mengenai pengaruh faktor eksternal seperti kenaikan harga BBM akibat konflik di Timur Tengah, Gus Irfan membenarkan hal tersebut.

"Salah satunya, salah satunya menjadi pertimbangan," katanya.

Terkait isu yang beredar mengenai kenaikan biaya hingga 100 persen, Gus Irfan secara tegas membantahnya.

"Oh nggak nggak nggak nggak. No no no no no," tegasnya.

baca juga

Ia menyebutkan bahwa perkiraan kenaikan berada di angka yang jauh lebih rendah dan saat ini masih dalam tahap pengajuan untuk dibahas bersama DPR.

"Antara 10 sampai 15 persen. Itu pun kita upayakan pembagiannya dengan nilai manfaat itu bisa berbeda dengan tahun kemarin. Kita kembali ke tahun 2022 ketika paska covid di mana komposisi pembagian nilai manfaat hampir 60 persen yang dibayar jemaah 40 persen. Dan ini kita upayakan ke sana. Kalau itu bisa kita laksanakan tentu tidak memberatkan jemaah, kenaikan pun mungkin sangat sangat tidak terlalu signifikan," katanya.

Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan. (Suara.com/Bagaskara)
Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf. (Suara.com/Bagaskara)

Gus Irfan menambahkan bahwa yang terpenting bagi pemerintah bukan sekadar angka kenaikan, melainkan komposisi pembiayaannya.

"Kita mengajukan seratusan lebih dikit tapi itu akan dibicarakan dengan DPR. Yang terpenting buat kami bukan saja berapa angkanya tapi juga komposisi pembagiannya. Berapa yang harus dibayar oleh jemaah, berapa yang harus ditutup melalui nilai manfaat dari dana haji di BPKH," katanya.

Kenaikan biaya ini disebut akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas layanan bagi jemaah, khususnya di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Pemerintah kini beralih dari Paket D ke Paket C yang menawarkan kenyamanan lebih baik.

"Paket D itu paket layanan untuk di Armuzna. Paket D itu mungkin selama ini, berpuluh-puluh tahun kita pakai paket D gitu berapa luasan kasur per orang, berapa satu tenda berapa orang itu, nah paket C itu ada kenaikan, akan tentu lebih sedikit lebih nyaman. Oke. Tentu otomatis harganya juga lebih nyaman juga harganya," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik, Mengapa DPR Menolak APBN Menanggung Ongkos Jemaah?

Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik, Mengapa DPR Menolak APBN Menanggung Ongkos Jemaah?

News | Senin, 13 Juli 2026 | 11:16 WIB

Biaya Haji 2027 Naik Rp20 Juta, DPR Tolak Subsidi APBN: Bermasalah Secara Syariat!

Biaya Haji 2027 Naik Rp20 Juta, DPR Tolak Subsidi APBN: Bermasalah Secara Syariat!

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34 WIB

Terpaksa Harus Naik, Biaya Haji 2027 Diusulkan Jadi Rp107 Juta

Terpaksa Harus Naik, Biaya Haji 2027 Diusulkan Jadi Rp107 Juta

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

'Saya Malu', Pengakuan Gus Irfan soal Kondisi NU Jelang Muktamar 2026

'Saya Malu', Pengakuan Gus Irfan soal Kondisi NU Jelang Muktamar 2026

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:15 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×