Krisis Pakan Ternak Tiap Kemarau, Negara Diminta Tak Lepas Tangan Soal Infrastruktur Air

Muhamad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:14 WIB
Krisis Pakan Ternak Tiap Kemarau, Negara Diminta Tak Lepas Tangan Soal Infrastruktur Air
Ilustrasi [eternak sapi. (Foto Istimewa).
baca 10 detik
  • Krisis pakan hijauan saat kemarau disebabkan oleh keterbatasan air bagi tanaman.
  • Guru Besar UGM Widodo menegaskan pemerintah wajib membangun infrastruktur pengairan jangka menengah agar beban biaya tidak ditanggung peternak.
  • Peternak disarankan menyiapkan cadangan pakan melalui fermentasi sebagai solusi jangka pendek menghadapi musim kemarau.

Suara.com - Krisis pakan hijauan yang kembali menghantui peternak setiap musim kemarau dinilai bukan semata-mata akibat kurangnya persiapan peternak. Persoalan itu justru berakar pada keterbatasan air yang membuat rumput dan tanaman pakan sulit tumbuh.

Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Widodo, mengatakan persoalan tersebut terus berulang setiap musim kemarau, terutama pada peternakan yang mengandalkan pakan hijauan.

"Sebenarnya permasalahan ini kan permasalahan yang selalu eksis ya di setiap musim kemarau. Utamanya untuk pakan yang berbasis hijauan," kata Widodo, Rabu (19/8/2026).

Menurut Widodo, kondisi tersebut semestinya menjadi perhatian pemerintah karena ketersediaan pakan berkaitan langsung dengan keberlangsungan usaha peternakan.

Salah satu solusi yang perlu disiapkan adalah membangun infrastruktur pengairan yang mampu menjamin ketersediaan air sepanjang tahun.

Infrastruktur tersebut dapat berupa saluran irigasi, embung, hingga fasilitas penyimpanan air yang dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian dan tanaman pakan.

"Jangka menengah tentu saja adalah bagaimana kita menyiapkan lahan-lahan pertanian itu yang sustainable keberadaan airnya. Saluran irigasi ya, atau penggunaan embung, penyimpanan air untuk kembali irigasi," ujarnya.

Beban Jangan Dialihkan ke Peternak

Widodo menilai kebutuhan infrastruktur air semakin mendesak di daerah yang memiliki keterbatasan sumber air saat musim kemarau.

baca juga

Di wilayah seperti Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), misalnya, pemompaan air dapat menjadi alternatif untuk menjaga ketersediaan air.

Namun, langkah tersebut membutuhkan biaya besar. Karena itu, Widodo menegaskan pembangunan infrastruktur dasar tidak seharusnya dibebankan kepada peternak maupun kelompok peternak.

"Itu harusnya bebannya pada negara, bukan pada pribadi peternak atau kelompok peternak. Kalau dibebankan mereka mahal sekali. Jalan, infrastruktur, saluran air itu harusnya tugas negara," tegasnya.

Jika kebutuhan dasar produksi justru harus ditanggung sendiri, keuntungan peternak dikhawatirkan terkuras hanya untuk memenuhi kebutuhan pengairan dan pakan.

"Keuntungan dari usaha ternak berpotensi habis untuk memenuhi kebutuhan dasar produksi," imbuhnya.

Peternak Perlu Siapkan Cadangan Pakan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik El Nino 2026: Mengapa Indonesia Terancam Krisis Air dan Pangan?

Di Balik El Nino 2026: Mengapa Indonesia Terancam Krisis Air dan Pangan?

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Jakarta Diguyur Hujan Lagi Hari Ini, Pramono Sebut Hasil Modifikasi Cuaca

Jakarta Diguyur Hujan Lagi Hari Ini, Pramono Sebut Hasil Modifikasi Cuaca

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:55 WIB

Hadapi Kemarau Ekstrem, Operasi Modifikasi Cuaca Maksimalkan Cadangan Air Bendungan Kaskade Citarum

Hadapi Kemarau Ekstrem, Operasi Modifikasi Cuaca Maksimalkan Cadangan Air Bendungan Kaskade Citarum

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×