- Krisis pakan hijauan saat kemarau disebabkan oleh keterbatasan air bagi tanaman.
- Guru Besar UGM Widodo menegaskan pemerintah wajib membangun infrastruktur pengairan jangka menengah agar beban biaya tidak ditanggung peternak.
- Peternak disarankan menyiapkan cadangan pakan melalui fermentasi sebagai solusi jangka pendek menghadapi musim kemarau.
Selain pembangunan infrastruktur, Widodo mendorong peternak memperkuat perencanaan pakan. Salah satunya dengan mengawetkan hijauan melalui proses fermentasi atau membuat silase saat ketersediaan rumput masih melimpah.
Namun, langkah tersebut hanya dapat menjadi solusi jangka pendek.
Menurut Widodo, cadangan pakan tidak akan menyelesaikan persoalan apabila sistem pengairan tetap tidak memadai.
Sementara untuk kondisi darurat, peternak memang dapat membeli pakan.
Masalahnya, harga pakan yang meningkat saat kemarau justru dapat semakin menekan biaya produksi.
"Kalau untuk tataran peternak, yang pragmatis ya beli. Cuma sekali lagi, dalam kondisi kayak gini kemungkinan biaya untuk beli juga sangat terbatas," ucapnya.
Karena itu, penanganan krisis pakan perlu dilakukan dari dua sisi.
Pemerintah harus memastikan tersedianya infrastruktur air dan sistem pendukung produksi, sementara peternak perlu memperkuat perencanaan serta cadangan pakan.
Dengan begitu, persoalan kekurangan pakan tidak terus menjadi siklus tahunan setiap kali musim kemarau datang.