Gatot Nurmantyo Wanti-wanti Prabowo! Ancaman Perang Kognitif Bisa Lumpuhkan Pemerintahan

Muhamad Yasir

Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:55 WIB
Gatot Nurmantyo Wanti-wanti Prabowo! Ancaman Perang Kognitif Bisa Lumpuhkan Pemerintahan
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. (Tangkapan layar/Youtube Hersubeno Point)
baca 10 detik
  • Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo memperingatkan pemerintah soal ancaman perang kognitif.
  • Perang kognitif menggunakan manipulasi narasi dan disinformasi untuk meruntuhkan kepercayaan publik serta legitimasi pemerintah.
  • Pemerintah diminta memperkuat pertahanan informasi.

Suara.com - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo memperingatkan pemerintah soal ancaman perang kognitif yang dapat melumpuhkan pemerintahan tanpa perlu perang fisik.

Perang ini menyasar pola pikir masyarakat melalui manipulasi narasi, disinformasi, hingga operasi psikologis untuk mengikis kepercayaan publik terhadap pemerintah.

"Perang informasi modern bergerak secara senyao melalui manipulasi narasi, disinformasi, operasi psikologis. Apalagi di era kecerdasan buatan," ucap Gatot dalam webinar Kamu Bertanya, Jenderal Gatot Menjawab pada Rabu (19/8/2026).

Menurut Gatot, pesatnya perkembangan teknologi menjadi pisau bermata dua.

Teknologi memang membuka akses masyarakat terhadap informasi dan pengetahuan, tetapi pada saat yang sama dapat dimanfaatkan untuk membentuk persepsi publik secara sistematis.

Dalam situasi geopolitik yang semakin memanas, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi negara. Sebab, sebuah pemerintahan dapat menjadi sasaran serangan tanpa harus berhadapan dengan kekuatan militer secara langsung.

Gatot menjelaskan, perang kognitif bekerja dengan membentuk cara pandang masyarakat terhadap suatu isu.

Narasi tertentu dapat terus digulirkan sehingga publik terdorong mengambil kesimpulan atau sikap sesuai kepentingan pihak yang menjalankan operasi tersebut.

Sasar Kepercayaan Publik

baca juga

Menurut Gatot, tujuan utama perang kognitif adalah menggiring opini hingga meruntuhkan legitimasi dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah maupun lembaga negara.

Ia menyebut perang kognitif kini telah berkembang menjadi salah satu domain dalam operasi politik modern. Pengaruhnya tidak hanya dapat dimainkan dalam lingkup nasional, tetapi juga dalam persaingan antarnegara.

Bahkan, Gatot menyebut aliansi pertahanan NATO telah menetapkan perang kognitif sebagai salah satu medan pertempuran baru.

"Ini yang sangat berbahaya," katanya.

Ancaman tersebut semakin besar di tengah masifnya penggunaan media sosial.

Gatot menjelaskan algoritma platform digital dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan narasi tertentu kepada kelompok masyarakat yang menjadi sasaran.

Informasi yang terus berulang dan disesuaikan dengan karakter pengguna berpotensi membentuk persepsi secara perlahan. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut dapat memperlebar polarisasi dan menimbulkan ketidakpercayaan terhadap institusi negara.

Pemerintah Diminta Bersiap

Karena itu, Gatot meminta pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mempersiapkan diri menghadapi potensi perang kognitif.

Menurut dia, ancaman tersebut tidak boleh dipandang sebatas persoalan penyebaran informasi palsu di media sosial.

Pemerintah perlu memperkuat kemampuan menghadapi manipulasi informasi sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebab, ketika kepercayaan publik terhadap sumber informasi resmi runtuh, kemampuan negara dalam menjalankan kebijakan juga ikut terancam.

"Ketika masyarakat tidak lagi percaya pada sumber informasi resmi, penyelenggaraan negara cepat atau lambat akan tidak efektif," pungkasnya.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejolak Aceh dan Papua, Gatot Nurmantyo Soroti Akar Masalah

Gejolak Aceh dan Papua, Gatot Nurmantyo Soroti Akar Masalah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:57 WIB

Masa TNI Disuruh Masak?: Gatot Nurmantyo Kritik Masifnya Militer di Program MBG dan Kopdes

Masa TNI Disuruh Masak?: Gatot Nurmantyo Kritik Masifnya Militer di Program MBG dan Kopdes

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12 WIB

HUT RI, Mahasiswa UGM Turunkan Bendera Setengah Tiang: 81 Tahun Merdeka atau Menderita?

HUT RI, Mahasiswa UGM Turunkan Bendera Setengah Tiang: 81 Tahun Merdeka atau Menderita?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×